Selasa, 10 Februari 2015


Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

Kata "musibah" berasal dari bahasa Arab yang berarti setiap kejadian yang tidak disukai. Dalam kamus besar bahasa Indonesia disebutkan bahwa musibah ialah kejadian / peristiwa menyedihkan yang menimpa. Dalam hadits riwayat Bukhari rhm dan Muslim rhm dinyatakan sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan sejumlah jenis musibah, antara lain : rasa lelah, sakit, resah, sedih, derita, galau, hingga tertusuk sebuah duri sekali pun.

Kata "Musibah" di dalam Al-Qur'an disebut secara eksplisit sebanyak sepuluh kali, yaitu : QS.2.Al-Baqarah : 156, QS.3.Aali 'Imraan : 165, QS.4.An-Nisaa : 62 dan 72, QS.5.Al-Maa-idah : 106, QS.9.At-Taubah : 50, QS.28.Al-Qashash : 47, QS.57.Al-Hadiid : 22, QS.42.Asy-Syuura : 30 dan QS.64.At-Taghaabun : 11. Sedang secara implisit sangat banyak sekali.

SEBAB MUSIBAH

Sebab terjadinya suatu musibah ada dua macam : Pertama, sebab rasional yaitu sebab yang bisa terdeteksi dengan indera jasmani dan mudah dicerna secara rasional. Sebab macam ini seperti longsor akibat penggundulan hutan, banjir akibat buang sampah sembarangan, kering akibat habisnya lahan serapan air, kebakaran hutan akibat buang rokok atau membuat api sembarangan di hutan saat musim kemarau, dan sebagainya. Sebab macam inilah yang telah diinformasikan Allah SWT melalui firman-Nya dalam QS.30.Ar-Ruum : 41 yang terjemahannya :

"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."

Kedua, sebab supra rasional yaitu sebab yang hanya terdeteksi dengan indera rohani dan tidak mudah dirasionalisasikan. Sebab macam ini seperti musibah yang datang akibat merajalelanya kemunkaran, kedurhakaan, kedurjanaan, kezaliman, ketidak-adilan, kesewenangan, dan aneka perbuatan ma'siat lainnya. Sebab macam inilah yang telah diinformasikan Allah SWT melalui firman-Nya dalam QS.28.Al-Qashash : 59 yang terjemahannya :

"Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka; dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota, kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman."

Sebab macam pertama diterima oleh semua orang, baik mu'min mau pun kafir, karena dengan mudah bisa dicerna oleh akal dan dideteksi oleh indera jasmani siapa pun. Secara ilmu pengetahuan modern pun mudah dibuktikan.  Sedang sebab macam kedua hanya diyakini dan diterima oleh orang yang beriman saja. Tanpa iman sulit orang untuk mempercayainya, karena tidak sembarang akal bisa mencernanya dan tidak sembarang indera dapat mendeteksinya, serta ilmu pengetahuan modern pun sering tidak bisa mengurainya.

BERKAH DAN MUSIBAH

Orang beriman pasti percaya dengan janji dan ancaman Allah SWT. Dalam QS.7.Al-A'raf : 96, Allah SWT menyatakan janji dan ancaman-Nya berkaitan dengan perilaku manusia yang bisa mengundang keberkahan mau pun musibah, yang terjemahannya sebagai berikut :

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya."

Jadi, janji Allah SWT jelas dan ancaman-Nya juga tegas. Barangsiapa beriman dan bertaqwa maka berarti mengundang berkah. Dan barangsiapa inkar dan ma'siat maka berarti mengundang musibah.  Iman dan Taqwa itu adalah kunci keberkahan di dunia dan akhirat. Sedang inkar dan ma'siat itu adalah kunci musibah di dunia mau pun akhirat.

Segala keberkahan datang dari Allah SWT, dan segala musibah datang sebagai akibat dari perbuatan manusia sendiri. Dalam QS.4.An-Nisaa' : 79, Allah SWT berfirman : "Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja yang menimpamu maka dari (kesalahan) dirimu sendiri."

Itu pun sudah banyak kesalahan yang dimaafkan oleh Allah SWT, sehingga dengan rahmat-Nya banyak azab tidak diturunkannya. Dalam QS.42.Asy-Syuuraa : 30, Allah SWT berfirman : "Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)."

Selain ayat-ayat Al-Qur'an di atas yang mengaitkan ma'siat dengan musibah, banyak sekali Hadits Nabi SAW yang menerangkan tentang kaitan musibah dengan aneka kemunkaran dan kema'siatan. Semua keterangan Rasulullah SAW sangat gamblang dan jelas, mudah dipahami oleh siapa pun yang memiliki iman dan taqwa kepada Allah SWT.

MUSIBAH KAPAN DAN DIMANA SAJA

Musibah bisa datang kapan saja tanpa diduga, pagi dan siang mau pun malam, sebagaimana Allah SWT nyatakan dalam QS.7.Al-A'raf : 97-99, yang terjemahannya sebagai berikut :

"Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur ?

Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain ?

Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga) ? Tiada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi."

Dan musibah bisa terjadi dimana saja dan dengan cara bagaimana pun, juga tanpa diduga, sebagaimana Allah SWT berfirman dalam QS.16.An-Nahl : 45-47 yang terjemahannya sebagai berikut :

"Maka apakah orang-orang yang membuat makar yang jahat itu, merasa aman (dari bencana) ditenggelamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau datangnya azab kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari, atau Allah mengazab mereka di waktu mereka dalam perjalanan, maka sekali-kali mereka tidak dapat menolak (azab itu),  atau Allah mengazab mereka dengan berangsur-angsur (sampai binasa). Maka sesungguhnya Tuhanmu adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."

Dan musibah pun bisa datang dalam aneka bentuk dan jenis, pun tanpa dikira, sebagaimana Allah SWT berfirman dalam QS.29. Al-'Ankabuut : 40, yang terjemahannya sebagai berikut :

"Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil, dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri."

MUSIBAH DAN UMAT TERDAHULU

Dalam hadits riwayat Abu Daud rhm yang bersumber dari Ibnu Mas'ud ra, bahwa Nabi SAW mengabarkan : "Sesungguhnya awal mula masuknya kekurangan (terjadinya kesalahan) ke dalam Bani Israil adalah dahulu seseorang (yang baik) bertemu dengan orang lain (yang berbuat buruk) seraya berkata :"Hei orang ini, takutlah kepada Allah ! Dan tinggalkanlah apa yang kamu lakukan, sesungguhnya itu tidak halal bagimu !" Kemudian keesokan harinya dia (bertemu lagi dengan orang itu), namun tidak lagi ia melarangnya, bahkan dia justru menjadi teman makan, minum dan duduknya. Maka tatkala mereka lakukan yang demikian itu, Allah SWT pun mencap (menghitamkan) hati sebagian mereka (yang baik) dengan sebab sebagian mereka (yang buruk)."

Selanjutnya, Nabi SAW membacakan firman Allah SWT dalam QS.5.Al-Maa-idah : 78-79, tentang nasib umat terdahulu akibat dari kemunkarannya, yang terjemahan firman-Nya SWT sebagai berikut :

"Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.

Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu."

Setelah itu, Rasulullah SAW bersabda kembali : "Sungguh, Demi Allah, hendaknya engkau benar-benar menyerukan yang ma'ruf dan benar-benar mencegah yang munkar, serta sungguh-sungguh menentang tangan-tangan orang zalim, dengan benar-benar mengembalikannya ke jalan yang Haq, dan benar-benar menjaganya di jalan yang Haq."

HAKIKAT MUSIBAH

Hakikat Musibah ada tiga macam, yaitu : Pertama, Musibah sebagai UJIAN, yaitu musibah yang menimpa orang-orang beriman yang soleh. Musibah tersebut untuk menguji iman dan keyakinannya kepada Allah SWT. Jika dia hadapi tetap dengan Syukur dan Sabar, maka ujian tersebut akan menjadi pensuci diri dan pengangkat derajatnya di sisi Allah SWT. Setiap orang beriman pasti akan diuji oleh Allah SWT sebagaimana firman-Nya dalam QS.29. Al-'Ankabut : 2, yang terjemahannya : "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi ?"

Kedua, Musibah sebagai PERINGATAN, yaitu musibah yang menimpa orang-orang baik tapi terkadang masih suka lalai. Musibah tersebut sebagai peringatan agar dia tidak lagi lalai, sehingga kembali ke jalan yang semestinya. Ini yang difirmankan Allah SWT dalam QS.30.Ar-Ruum : 41 yang terjemahannya : "... supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."

Jika dia sadar dan insaf serta tetap sabar, maka musibah tersebut bisa menjadi penghapus kesalahan dan pengampun dosanya. Setiap musibah yang menimpa seorang muslim memang bisa menghapus kesalahannya, sebagaimana hadits muttafaqun 'alaihi yang diriwayatkan Bukhari rhm dan Muslim yang bersumber dari Abu Sa'id Al-Khudri ra dan Abu Hurairah ra, bahwa Nabi SAW bersabda : "Tidaklah seorang muslim ditimpa musibah berupa lelah, sakit, keresahan, kesedihan, penderitaan, kegalauan, hingga sebuah duri menusuknya, melainkan Allah menghapus dengannya (musibah tersebut) daripada kesalahan-kesalahannya."

Ketiga, Musibah sebagai AZAB, yaitu musibah yang menimpa orang-orang durhaka seperti orang kafir, musyrik, murtad, fasiq, munafiq, zalim dan Ahli Ma'siat. Musibah tersebut adalah siksa yang didahulukan di dunia, dan azab akhirat yang disiapkan jauh lebih pedih lagi. Firman Allah SWT dalam QS.39.Az-Zumar : 26 menyatakan : "Maka Allah merasakan kepada mereka kehinaan pada kehidupan dunia. Dan sesungguhnya azab pada hari akhirat lebih besar kalau mereka mengetahui."

Pada hakikatnya, macam musibah yang menimpa suatu negeri sama dengan macam musibah yang menimpa orang per orang. Artinya, jika musibah menimpa suatu negeri yang penduduknya beriman dan bertaqwa, maka musibah itu adalah UJIAN. Sedang musibah yang menimpa suatu negeri muslim yang terkadang masih lalai dari kewajiban, maka musibah itu adalah PERINGATAN. Adapun musibah yang menimpa suatu negeri kafir atau negeri yang bergelimang dengan ma'siat dan kezaliman, maka bisa dipastikan bahwa musibah itu adalah AZAB. Na'udzu billaahi min dzaalik.

MUSIBAH ITU UMUM

Terlepas dari Hakikat Musibah yang bisa berupa Ujian dan Peringatan mau pun Azab, maka yang jelas musibah jika datang bersifat umum. Artinya, jika musibah datang maka semua pihak akan terkena, baik yang soleh mau pun tidak, bahkan bayi tidak berdosa pun ikut terkena menjadi korban. Itulah karenanya Allah SWT telah beri peringatan dalam QS.8.Al-Anfaal : 25 melalui firman-Nya yang terjemahannya : "Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaannya."

Dan dalam kitab Misykaatul Mashoobiih juz 3 bab 22 pasal 2 Hadits ke-5.147 bersumber dari 'Umairoh Al-Kindiy ra bahwa Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya Allah SWT tidak mengazab umumnya manusia hanya karena perbuatan khusus sebagian mereka, sehingga mereka melihat kemunkaran di tengah mereka dan mereka mampu untuk menentangnya, namun mereka tidak menentangnya. Jika sudah demikian yang mereka perbuat maka Allah mengazab yang umum dan khusus dari mereka."

Lalu dalam Musnad Imam Ahmad dan Jami' Imam At-Tirmidzi serta Sunan Ibnu Majah diriwayatkan sebuah hadits bahwa Abu Bakar Ash-Shiddiq ra pernah berkata : "Wahai manusia, sesungguhnya engkau sekalian membaca ayat ini dan engkau menta'wilkannya bertentangan dengan ta'wil yang sebenarnya - lalu ia membaca QS.5.Al-Maa-idah : 195 ("Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu. Tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk") - Sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya manusia jika mereka melihat orang yang berbuat  zalim dan tidak mencegahnya, maka sudah dekat Allah meratakan mereka semua dengan siksa dari-Nya."

KESOLEHAN PRIBADI TIDAK CEGAH MUSIBAH

Sebuah hadits muttafaqun 'alaihi yang diriwayatkan Bukhari rhm dan Muslim rhm yang bersumber dari Ummul Mu'minin, Zainab binti Jahsy ra, menceritakan tentang berita akan datangnya bahaya bagi umat manusia, lalu Zainab ra bertanya kepada Nabi SAW : " Wahai Rasulullah, mungkinkah kami binasa padahal di tengah-tengah kami masih ada orang-orang yang soleh ?" Rasulullah SAW pun menjawab : " Ya, apabila kebejatan sudah merajalela."

Dalam kitab Misykaatul Mashoobiih juz 3 bab 22 pasal 3 Hadits ke-5.152 bersumber dari Jabir bin Abdullah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda : "Allah 'Azza wa Jalla mewahyukan kepada Jibril as : "Goncangkanlah kota ini dan kota itu bersama penghuninya !" Jibril as pun berkata : "Wahai Tuhanku, sesungguhnya di tengah-tengah mereka ada hamba-Mu si fulan yang tidak pernah ma'siat kepada-Mu sesaat pun juga." Rasulullah SAW melanjutkan : "Allah berfirman : "Sesungguhnya wajahnya (si hamba yang soleh itu) tidak pernah berubah terhadap-Ku (tidak marah melihat kema'siatan) sesaat pun juga."

Dua hadits di atas dengan secara gamblang dan jelas menerangkan bahwa kesalehan pribadi tidak akan mampu mencegah datangnya musibah, jika kesalehan pribadi tersebut tidak mampu mencegah kemunkaran dan kema'siatan sehingga merajalela.

HISBAH CEGAH MUSIBAH

Hisbah adalah Amar Ma'ruf Nahi Munkar, yaitu menyerukan kema'rufan dan mencegah kemunkaran. Hisbah merupakan Pintu Gerbang Keberuntungan dan Ciri umat yang terbaik serta Sendi Pembangunan Akhlaq Sholihah (QS.3.Aali 'Imraan : 104, 110 dan 114). Hisbah juga merupakan Tugas Mulia Para Nabi (QS.7.Al-A'raaf : 157), Penyebab Turunnya Rahmat (QS.9.At-Taubah : 71), Sifat Mu'min (QS.22.Al-Hajj : 41), dan Kewajiban dari Allah SWT (QS.31.Luqmaan : 17).

Dalam hadits banyak disebutkan tentang peran Hisbah sebagai jalan keselamatan dari musibah, antara lain : Pertama, dalam Jami' Imam At-Tirmidzi rhm, kitab Al-Fitan, Bab Amar Ma'ruf Nahi Munkar, hadits ke-9, bersumber dari Hudzaifah ibnul Yaman ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda : "Demi yang jiwaku ada di tangan (kekuasaan) -Nya, hendaklah engkau sungguh-sungguh menyerukan kema'rufan dan mencegah kemunkaran, atau niscaya Allah akan benar-benar mengirim atasmu sekalian siksa dari-Nya. Kemudian engkau berdoa kepada-Nya dan Dia tidak mengabulkannya."

Kedua, dalam kitab Al-Fathur Robbani yang merupakan susunan sistematis dari Musnad Imam Ahmad juz 19 hal 177 ada sebuah Hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh Siti Aisyah ra, bahwa Nabi SAW bersabda : " Wahai manusia, sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla berfirman : " Serulanlah kema'rufan dan cegahlah kemunkaran, sebelum engkau semua berdoa kepada-Ku namun Aku tidak mengabulkannya, dan sebelum engkau semua meminta kepada-Ku namun Aku tidak memberikannya, serta sebelum engkau semua mohon pertolongan-Ku namun Aku tidak menolong engkau sekalian."

JAKARTA, MA'SIAT DAN MUSIBAH

Cap Jakarta sebagai Serambi Ma'siat Indonesia tampaknya bukan sekedar tuduhan tanpa bukti. Aneka macam kemunkaran di Jakarta dengan mudah didapatkan, karena disuguhkan secara frontal, demonstratif dan tanpa punya rasa malu. Tentu saja, bukan maksud tulisan ini untuk memojokkan Pemda DKI Jakarta, tapi untuk menyadarkan mereka dan kita semua agar ke depan tidak mengulangi kesalahan serupa.

Di malam tahun baru 2013 M, Jakarta menyuguhkan FESTIVAL MA'SIAT di sepanjang Jalan Protokol Sudirman - Thamrin hingga Istana dan Monas sebagai jantung ibu kota. Belasan panggung hiburan yang sarat dengan kemunkaran ditampilkan atas nama "pesta rakyat". Pesta kembang api yang bernilai milyaran rupiah dipertontonkan sahut menyahut selama berjam-jam mulai dari tengah malam hingga pagi dini hari. Hujan yang mengguyur Jakarta tidak dipedulikan, pejabat dan rakyat yang mengaku beragama "Islam" basah-basahan hanya untuk memeriahkan Tahun Baru Masehi yang merupakan satu rangkaian dengan peringatan Natal.

Ironis ! Untuk sebuah peringatan Maulid Nabi SAW yang menutup jalan raya biasa, terkadang hanya menutup sebuah jalan MHT, sering dipersulit dan selalu dikecam berbagai pihak dengan dalih mengganggu lalu lintas warga. Bahkan mulai ada usulan konyol "Fatwa MUI DKI" untuk melarang itu semua. Tapi, menutup jalan raya protokol utama, jantung ibu kota Jakarta, untuk pesta ma'siat, didukung dan dibesar-besarkan, bahkan dibiayai Pemda DKI Jakarta di bawah pimpinan Jokowi - Ahok. Dan semua media ikut mempromosikan serta mempublikasikan Festival Ma'siat tersebut secara nasional. Luar Biasa !!!

Kini, setelah "langit" diserang kembang api Jokowi - Ahok, maka langit pun menyerang balik dengan curah hujan yang merendam, bahkan hampir menenggelamkan seluruh ibu kota. Bayangkan jika "Langit" menyerang balik dengan kembang api serupa. Bersyukurlah, serangan balik "Langit" hanya berupa hujan yang mengakibatkan banjir. Musibah banjir telah mengakibatkan sejumlah nyawa melayang, harta benda banyak musnah, kerugian ada di seluruh penjuru Jakarta. Jokowi - Ahok telah membeli musibah dengan ma'siat,   itulah prestasi 100 hari pertama kinerja mereka.

Orang tak beriman akan menampik keterkaitan musibah banjir Jakarta dengan kema'siatan yang ada di Jakartaitu sendiri, apalagi jika dikaitkan dengan kema'siatan Jokowi - Ahok sebagai pemimpinnya. Mereka menganggap hal tersebut mengada-ada atau sudah dipolitisasi. Namun bagi orang yang beriman, Ahok yang non muslim menjadi pemimpin umat Islam Jakarta sudah merupakan ma'siat besar, sekaligus sudah menjadi musibah tersendiri. Ke depan entah musibah apa lagi yang akan diundang. Wallaahu A'lam.

ALLAH SWT TIDAK ZHALIM

Kenapa dan bagaimana serta apa pun jenis musibah yang menimpa siapa pun, maka yang jelas Allah SWT tidak zalim. Allah SWT Maha Adil dan Maha Arif lagi Maha Bijaksana. Dalam QS.9. At-Taubah : 70 dan QS.29.Al-'Ankabuut : 40 serta QS.30.Ar-Ruum : 30, Allah SWT menyatakan yang terjemahannya : "Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri.


Semoga Allah SWT senantiasa memaafkan segala kesalahan kita dan mengampuni segala dosa kita. Semoga musibah yang kita terima selama ini merupakan ujian, sekurangnya merupakan peringatan, dan bukan azab yang didahulukan. Semoga ke depan kita semua dijadikan Allah SWT sebagai hamba-hambanya yang beriman dan bertaqwa. Aamiiin.

MUSIBAH

Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... Kata "musibah" berasal dari bahasa Arab yang berarti...
Subhannallah walhamdulillahi walaailahaillah Allahu akbar.. Alhamdulillah hari ini Ahad 8 Februari 2015 untuk ketiga kalinya para laskar pembela Islam yang sedang uzlah (istirahat) di balik jeruji besi Polda Metro Jaya kembali membimbing syahadat kepada seorang tahanan Narkoba.

Demikian isi dari status facebook salah seorang anggota Front Pembela Islam (FPI) Ratono Efendi mengabarkan tentang masuk Islamnya seorang tahanan di Mapolda Metro Jaya.

"Saudara kita yang baru saja memeluk agama Islam bernama Fuk Yulianto umur 35 tahun tahanan narkoba kebangsaan China yang semula beragama Katolik. Pembacaan syahadat dibimbing langsung oleh panglima daerah FPI DKI Jakarta Habib Syahab Bin Hasan Anggawi serta disaksikan oleh seluruh laskar FPI dan tahanan narkoba yang lainnya," tulis Ratono.

Ia menambahkan, sebelumnya laskar FPI juga telah berhasil meng-Islamkan sejumlah tahanan pecandu narkoba yang beragama Kristen dengan jalan dakwah dan hikmah sesuai ajaran Rasulullah Saw.

"Penjara bukanlah penghalang bagi Laskar FPI untuk berdakwah menyebarkan syariat Islam," katanya.

Alhamdulillah, Laskar FPI Kembali Islamkan Tahanan di Polda

Subhannallah walhamdulillahi walaailahaillah Allahu akbar.. Alhamdulillah hari ini Ahad 8 Februari 2015 untuk ketiga kalinya para laskar pem...

Senin, 09 Februari 2015



السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله الذي حثنا على تربية الأولاد بالوداد
والصلاة والسلام على نبينا محمد المؤيد الممجد
وعلى آله وصحبه ومن تبعهم إلى يوم التناد

Rekaman CCTV tentang seorang anak kecil mungil yang tenggelam di sebuah kolam, sangat memilukan dan amat menyedihkan. Siapa pun yang punya rasa sayang kepada anak-anak, jika menyaksikannya niscaya akan meneteskan air mata. 

http://youtu.be/eC_P2WqFWwY

Ayo ... kita ambil pelajaran tentang anak :

1. Anak adalah amanat Allah SWT.
2. Doakan selalu anak dengan kebaikan.
3. Ajarkan Islam kepada anak sejak dini.
4. Berikan anak nafkah yang Halal.
5. Berikan anak makanan yang Thoyyib.
6. Berikan anak pakaian yang layak.
7. Jaga kesehatan anak dengan baik.
8. Lindungi anak dari segala bahaya.
9. Jangan lepaskan anak sendirian.
10. Jangan sekali-kali kerasi anak.
11. Jangan sekali-kali membenci anak.
12. Jangan sekali-kali memusuhi anak.
13. Jangan sekali-kali menghina anak.
14. Jangan sekali-kali mengusir anak.
15. Jangan sekali-kali memaksa anak.
16. Jangan sekali-kali sakiti anak.
17. Ajarkan anak dengan kesuri-tauladanan.
18. Jangan angker terhadap anak.
19. Pujilah anak saat berbuat baik.
20. Nasihati anak saat berbuat buruk.
21. Ajak anak tamasya dan bercengkerama.
22. Perhatikan bakat dan kemauannya, lalu arahkan ke yang terbaik.
23. Perhatikan pergaulan anak.
24. Perhatikan perubahan sikap anak.
25. Bantulah anak selesaikan problem.
26. Dorong anak agar berprestasi.
27. Ajarkan anak musyawarah keluarga.
28. Ajarkan anak keadilan dan kejujuran.
29.  Ajarkan anak kesopanan dan kesantunan.
30. Ajarkan anak ketegasan dan keberanian.
31. Ceritakan kepada anak tentang Kisah Para Nabi dan Rasul, serta Kisah Para Wali dan Ulama, juga Kisah Sholihin dan Mujahidin yang sesuai dengan usianya.
32. Jika harus menghukum anak, berikan sanksi hukum yang mendidik.
33. Jika harus memukul anak, pukullah dengan pukulan kasih sayang yang tidak melukai atau menyakitkan atau membahayakan, dan jangan sekali-kali memukulnya di bawah usia sepuluh tahun, serta jangan pula memukul di bagian wajahnya atau bagian vital lainnya.

والله المستعان

Sayangi Anak

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته الحمد لله الذي حثنا على تربية الأولاد بالوداد والصلاة والسلام على نبينا محمد المؤيد الممجد وعلى آله وصحبه وم...


Assalaamu 'alaikum Wa Rohmatullaahi wa Barokaatuhu.

Alhamdulillaah, berkat doa ikhwan semua, saat ini kondisi saya dalam perawatan RS sudah jauh lebih baik. 

Sebenarnya saya tidak sakit, hanya sangat kelelahan akibat Safari Da'wah yang terus menerus sejak bulan Syawwal hingga Maulid ini, sehingga Gula Darah, Cholesterol, Asam Urat, Lekosit, dan Kalium serta Tensi Darah menjadi tidak karuan mengganggu  stabilitas metabolisme tubuh.

Karenanya, saya dirawat di RS oleh para Dokter yang baik dan berdedikasi serta memiliki ghirah Islam yang tinggi, hanya untuk istirahat total dan perbaikan metabolisme tubuh serta pemulihan tenaga.

Dan berkahnya, dalam ruang perawatan dengan infus dan pemeriksaan yang kontiniu, saya masih bisa menulis artikel  Kisah Shahabat ke-8 tentang Abdullah ibnu Mas'ud RA. Alhamdulillaah.

Terima Kasih atas doa dan dukungannya. Selamat menyimak Kisah Shahabat Nabi SAW !

Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

PENGGEMBALA TERNAK

Abdullah ibnu Mas'ud RA biasa dipanggil dengan panggilan "Ibnu Ummi 'Abdin". Lahir di Mekkah dan sejak kecil bekerja sebagai penggembala ternak milik Abul Walid 'Uqbah ibnu Abi Mu'aith seorang Pembesar Kafir Quraisy.

Abdullah RA tidak banyak mendengar berita tentang Rasulullah SAW, karena dua hal : Pertama, karena usianya yang masih anak-anak. Kedua, karena setiap hari ia sibuk dengan pekerjaannya, pagi ia pergi dengan kawanan hewan ternaknya ke pinggiran kota Mekkah, dan tidak kembali kecuali menjelang malam.

MENJAGA AMANAT

Suatu hari ketika usianya mau menginjak remaja, tatkala ia sedang asyik menggembalakan ternaknya, datanglah dua musafir menghampiri dan menyapanya : "Wahai pemuda, bolehkah kami meminum susu salah satu kambingmu, untuk menghilangkan rasa haus kami dan mengobati lelah kami ?"

Abdullah RA langsung menjawab dengan polos : "Maaf, saya tidak bisa memenuhi permintaanmu, karena kambing-kambing ini bukan milik saya.".

Kedua orang tersebut tampak tersenyum, sama sekali tidak menunjukkan rasa kecewa atau kesal, bahkan kagum dengan sikap Abdullah RA yang setia menjaga amanat tuannya.

MUSAFIR AJAIB

Lalu, salah seorang dari musafir tersebut meminjam salah satu kambing kecil yang tidak bersusu, Abdullah RA pun mengizinkannya. Kambing kecil tersebut dibelai dan diusap oleh tangan si musafir, saat disentuh puting susunya yang belum tumbuh sambil membaca beberapa kalimat, tiba-tiba puting kecil itu mengeluarkan dan memancurkan banyak air susu. Abdullah RA pun terkejut dan terheran-heran.

Musafir yang seorang lagi segera mengambil bejana dari batu untuk menampung susu, kemudian kedua orang musafir tersebut bersama Abdullah RA meminumnya. Usai meminum susu, Si Musafir Ajaib mengusap kembali kambing tadi sambil membaca sesuatu, lalu puting susunya berhenti tidak mengeluarkan susu lagi.

Abdullah RA pun meminta kepada Si Musafir Ajaib untuk mengajarkannya kalimat-kalimat yang tadi diucapkan dan menyebabkan keajaiban. Si Musafir Ajaib hanya mengatakan :

                  "إنك غلام معلَٓم "

"Sesungguhnya engkau adalah pemuda yang akan mendapat ilmu."

SAHABAT RAHASIA NABI SAW

Abdullah RA penasaran tentang Si Musafir Ajaib dan Shahabatnya. Ia pun terus mencari tahu. Akhirnya, ia tahu bahwa Si Musafir Ajaib adalah Rasulullah SAW, sedang Shahabat yang menemaninya adalah Sayyiduna Abu Bakar RA.

Abdullah RA yang telah menyaksikan dan merasakan langsung Mu'jizat Nabi SAW, sedikit pun tidak lagi meragukan kebenaran ajarannya. Ia pun tanpa ragu masuk Islam, dan hidup di samping Nabi SAW untuk melayaninya.

Jika Anas ibnu Malik RA terkenal sebagai pelayan Nabi SAW di Madinah, maka Abdullah ibnu Mas'ud RA terkenal sebagai pelayan Nabi SAW di Mekkah. Dan Abdullah RA termasuk dari Golongan yang memeluk
Islam pertama.

Abdullah RA bisa menemui Nabi SAW kapan saja, bahkan beliau diizinkan untuk keluar masuk ke kamar Nabi SAW. Kemana Nabi SAW pergi, Abdullah RA selalu menyertai. Dia lah yang selalu melayani Nabi SAW di dalam mau pun di luar rumah. Dia lah yang menyiapkan air dan menutup rapat serta menjaga Nabi SAW saat mandi. Dan dia lah yang memakaikan dan melepaskan terompah dan jubah serta 'imamah Nabi SAW. Dia pula yang membawa tongkat dan sorban serta barang Nabi SAW lainnya saat berpergian. 

Karenanya, Abdullah RA banyak mengetahui dan menyimpan rahasia Nabi SAW yang tidak diketahui Shahabat lainnya. Dan Nabi SAW sangat mempercayai kejujurannya dalam menjaga amanat dan rahasia.

Itulah sebabnya, Abdullah ibnu Mas'ud RA dijuluki sebagai "Shahabat Rahasia Rasulullah SAW".

IMAM QIROO'AAT

Abdullah RA juga termasuk penghafal Al-Qur'an, bahkan keindahan bacaannya mendapat pujian dari Rasulullah SAW. Abdullah RA mengetahui tentang kapan dan dimana serta kenapa suatu ayat diturunkan. Dan ia pun mendalami makna dan artinya serta mengamalkan isi kandungannya.

Suatu malam, Rasulullah SAW berbincang di rumah Sayyiduna Abu Bakar RA bersama Shohibul
Bait yang ditemani Sayyiduna Umar ibnul Khaththab RA, hingga tengah malam. Lalu saat pulang, kedua Shahabat tersebut ikut mengantar Nabi SAW. Ketika melewati masjid, mereka melihat ada seseorang dalam
kegelapan sedang berdiri Shalat membaca Al-Qur'an dengan indah. 

Rasulullah SAW mengajak kedua Shahabatnya berhenti untuk mendengarkan bacaan Al-Qur'annya. Lalu Nabi SAW yang tidak asing dengan suara tersebut berkata kepada keduanya seraya memuji si pembaca Al-Qur'an :

" من سره أن يقرأ القرآن رطبا كما نزل ، فليقرأه على قراءة ابن أم عبد "

"Barangsiapa yang senang membaca Al-Qur'an dengan indah sebagaimana diturunkan, maka bacalah seperti bacaan Ibnu Ummi 'Abdin."

Abu Bakar RA dan Umar RA pun baru menyadari kalau si pembaca Al-Qur'an tersebut adalah Abdullah ibnu Mas'ud RA. Kemudian, setelah selesi Shalat, Abdullah RA bermunajat membaca doa, dan Rasulullah SAW dari kejauhan mengatakan :

       " سل تًعطًه ... سل تًعطًه ... "

"Mintalah niscaya diberikannya ... Mintalah niscaya diberikannya ... "

Keesokan harinya, Umar RA bergegas menemui Abdullah RA untuk menyampaikan kabar gembira tentang pujian dan doa Nabi SAW baginya. Namun saat bertemu Abdullah RA, ternyata Abu Bakar RA telah mendahuluinya.

Akhirnya Umar RA berkata : "Demi Allah, tidaklah aku berusaha mendahului Abu Bakar dalam suatu kebaikan, kecuali Abu Bakar selalu mendahuluiku."

ULAMA SHAHABAT

Kedekatannya dengan Rasulullah SAW, membuat Abdullah RA banyak mewarisi ilmu dan akhlaq Nabi SAW. Bahkan beliau RA tampil sebagai salah seorang Shahabat Nabi SAW yang menjadi ULAMA berilmu luas dan berakhlaq mulia serta jadi panutan, berkat pendidikan langsung dari Rasulullah SAW,

Keulamaan Abdullah RA diakui para Shahabat yang lain. Pernah suatu ketika di zaman Khalifah Umar ibnul Khaththab RA ada seorang warga Kufah di Iraq bertemu Khalifah Umar RA di 'Arafah saat Wuquf Haji. Khalifah RA pun bertanya tentang asal daerahnya. Lalu orang tersebut menjawab dengan bangga : "Aku datang dari negeri yang memiliki seorang ulama yang menguasai seluruh Qira'at Al-Qur'an."

Khalifah Umar RA pun marah mendengar jawaban tersebut : "Celaka kau ... , siapa orangnya ?!"  Orang tadi menjawab lantang : "Abdullah ibnu Mas'ud !!!" Mendengar jawaban itu, Umar RA spontan lega dan kemarahannya pun langsung reda seraya berkata : " Celaka kau ... , aku kira siapa ?!  Demi Allah, aku tak tahu seorang pun yang lebih berhak dengan sebutan itu kecuali dia." 

Lalu Umar RA pun menceritakan pengalamannya tentang pujian dan doa Nabi SAW bagi Abdullah RA terkait keahliannya soal Al-Qur'an sebagamana tersebut di atas.

Pernah pada suatu ketika yang lain, dalam suatu perjalanan rombongan Kafilah Khalifah Umar RA bertemu dengan rombongan Kafilah lain dalam kegelapan malam. Lalu Umar RA memerintahkan pengawalnya mengajukan beberapa pertanyaan tentang asal dan tujuan kafilah tersebut. Kemudian Umar RA mendengar jawaban dari salah seorang dalam Kafilah tersebut untuk setiap pertanyaan dengan ayat Al-Qur'an. Maka Umar RA mengatakan kepada rombongannya bahwa di dalam Kafilah lain tersebut pasti ada seorang Ulama.

Lalu Umar RA memerintahkan pengawalnya mengajukan beberapa pertanyaan tentang Al-Qur'an. Semua soal pun dijawab tangkas oleh orang tersebut dengan ayat-ayat Al-Qur'an pula.

Akhirnya, Umar RA berkata : "Orang yang bisa menjawab dengan demikian bagus tentang Al-Qur'an hanya Abdullah ibnu Mas'ud." Rombongan Kafilah itu pun serentak menjawab bahwa di tengah mereka memang ada Abdullah ibnu Mas'ud RA.

PENGUNJUK RASA PERTAMA

Suatu hari di Masa Awal Islam para Shahabat Nabi SAW di Mekkah berkumpul dan berdialog sesama mereka, tentang keinginan mereka bahwasanya mesti ada seseorang selain Nabi SAW yang berani membacakan Al-Qur'an secara terbuka di depan para Tokoh Quraisy. Lalu Abdullah RA secara spontan menawarkan dirinya.

Semula para Shahabat menolak tawaran Abdullah RA karena mengingat tiga hal : Pertama, Abdullah RA tidak punya kerabat dan suku yang kuat untuk melindunginya. Kedua, umat Islam saat itu masih sedikit dan kebanyakan dari kaum mustadh'afiin (lemah). Ketiga, Abdullah RA berperawakan kecil dan kurus sehingga dikhawatirkan tidak mampu menanggung resikonya. 

Namun Abdullah RA tetap berkeras melakukannya sambil berkata :

" دعوني فإن الله سيمنعني ويحميني "

" Biarkan saya, maka sesungguhnya Allah akan melindungi dan menjagaku."

Keesokan harinya di waktu Dhuha, Abdullah RA berangkat ke Al-Baitul Haram dan berdiri di antara Maqom Ibrahim AS dan Pintu Ka'bah. Saat itu para Tokoh Kafir Quraisy sedang duduk di depan pintu Ka'bah. Lantas mulailah Abdullah RA membaca Surat Ar-Rahmaan. 

Para Tokoh Quraisy tertegun mendengarkan dan memperhatikan bacaan Abdullah RA. Namun tak berapa lama mereka baru menyadari bahwa yang dibaca adalah ayat Al-Qur'an yang dibawa Nabi Muhammad SAW, mereka pun murka lalu serentak berdiri menghajar dan memukuli Abdullah RA, sehingga wajahnya lebam-lebam dan berdarah, sementara badannya serba biru akibat tendangan dan pukulan.

Menakjubkannya, Abdullah RA tidak peduli dengan hajaran dan hantaman Kafir Quraisy. Di tengah tendangan dan pukulan tersebut, ia tetap terus membaca Surat Ar-Rahmaan. Dengan segala kemampuan ia berusaha menyelesaikan pembacaan Surat Ar -Rahmaan. Usai membaca Surat Ar-Rahmaan, Abdullah berusaha lepas dari penganiayaan tersebut. Ia pun berhasil lolos dengan badan biru dan wajah lebam serta darah bercucuran.

Para Shahabat sangat prihatin dan sedih melihat kondisi Abdullah RA,  namun Abdullah RA berkata kepada mereka :

" والله ما كان أعداء الله أهون في عيني منهم الآن ، وإن شئتم لأغادينهم بمثلها غدا "

"Demi Allah, kini di mataku tidak ada musuh Allah yang lebih hina dari mereka. Jika kalian menghendaki maka niscaya besok pagi aku akan lakukan hal seperi itu lagi."

Namun para Shahabat menolak, karena mereka menilai bahwa Abdullah ibnu Mas'ud RA telah cukup berhasil memperdengarkan ayat Al-Qur'an kepada para Tokoh Kafir Quraisy secara terbuka. 

Ya, Abdullah RA telah sukses menggelar AKSI UNJUK RASA di hadapan musuh Allah SWT walau pun seorang diri dengan resiko yang berat, dihajar dan dihantam, bahkan hampir dibunuh. Abdullah RA berhasil mendemonstrasikan rasa cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya SAW serta Kitab Suci-Nya Al-Qur'an di tengah para penguasa dan pembesar Mekkah yang ketika itu dikuasai kaum musyrikin.

Dengan demikian, Abdullah RA tercatat dalam Sejarah Islam sebagai Pengunjuk Rasa Pertama yang turun ke jalan membela Islam secara terang-terangan dan demonstratif di hadapan Penguasa Kafir dan Zholim tanpa mengenal rasa takut. 

JIHAD ABDULLAH RA

Abdullah RA berbadan kecil dan kurus serta tampak lemah tak bertenaga, sehingga terkesan di mata orang yang melihatnya bahwa jika ada angin bertiup saja maka badan Abdullah RA akan bergoyang tak tahan.

Karenanya, saat di Madinah, keinginan Abdullah RA untuk ikut serta berjihad, sering ditentang oleh sebagian Shahabat. Abdullah RA sering muram dan sedih karenanya. Mengetahui itu, Nabi SAW mengingatkan Shahabat agar tidak menghalangi keinginan mulia Abdullah RA, bahkan beliau menginfokan berita yang cukup mengejutkan bahwasanya Abdullah RA nanti yang akan membunuh Abu Jahal dan mengabarkan kematiannya kepada Nabi SAW.

Saat Perang Badar, Abdullah RA ikut serta dengan penuh semangat walau pun harus menguras tenaga untuk mengangkat pedang dan tombaknya. Usai pertempuran, Rasulullah SAW memerintahkan Abdullah RA untuk memeriksa mayat-mayat musuh yang tewas, khususnya Abu Jahal. 

Abdullah RA pun menelusuri mayat tiap musuh, hingga mendapatkan jasad Abu Jahal. Ternyata Abu Jahal belum mati, bahkan berusaha untuk bangun dengan menghunuskan pedang sambil memandang Abdullah RA dengan penuh amarah dan kebencian. 

Abdullah RA terkejut dan sempat mundur beberapa langkah sambil mengangkat tombaknya yang cukup berat untuk ukuran tubuhnya. Tapi ketika terlihat Abu Jahal jatuh duduk tanpa tenaga, Abdullah RA pun mendekat dan menarik jenggotnya sambil menyebutnya sebagai "Syeikh Sesat", lalu dengan tombaknya Abdullah RA menghabisi Abu Jahal.

Saat Abdullah RA melaporkan kepada Nabi SAW tentang Abu Jahal, beliau SAW bersyukur kepada Allah SWT dan menyebut Abu Jahal sebagai "Fir'aun Umat ini".

Para Shahabat pun bertahmid dan bertasbih serta bertakbir atas kebenaran INFO NUBUWWAH bahwa Abu Jahal akan dibunuh oleh Abdullah ibnu Mas'ud RA dan ia pula yang akan mengabarkan Nabi SAW akan berita gembira tersebut.

Perlu dicatat, bahwa ketika Tujuh Tokoh Kafir Quraisy, yaitu : Abu Jahal, 'Utbah b Robi'ah, Syaibah b Robi'ah, Umayyah b Kholaf, Ubay b Kholaf, Al-Walid b 'Utbah, dan 'Uqbah b Abi Mu'aith, menghina dan mengganggu Rasulullah SAW saat beliau sujud Shalat di depan Ka'bah, dengan melumuri kepala dan punggung beliau dengan kotoran Onta yang sudah disembelih beberapa hari sebelumnya, maka Nabi berdoa kepada Allah SWT untuk membalasnya kepada mereka.

Nah, saat usai Perang Badar, Abdullah ibnu Mas'ud RA menyatakan : "Demi Allah, aku menyaksikan ketujuhnya mati dalam Perang Badar dan dilemparkan jasadnya ke dalam kuburan massal berupa Lobang Besar di Medan Badar."

Cerita Abu Jahal diriwayatkan dalam tidak kurang dari 65 (enam puluh lima) riwayat dalam Muwaththo' Imam Malik rhm dan Musnad Imam Ahmad rhm serta Kutubus Sittah yang enam yaitu Bukhari, Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasaa-i dan Ibnu Maajah, rohimahumullaah. Belum lagi di kitab-kitab Tarikh dan Hadits lainnya.

AJAL MENJEMPUT

Saat Abdullah ibnu Mas'ud RA sakit menjelang ajal, Khalifah Utsman ibnu 'Affan RA membesuknya dan bertanya : "Wahai Ibnu Ummi 'Abdin, apa yang keluhanmu."  Abdullah RA pun menjawab singkat : "Dosa-dosaku." Utsman RA bertanya lagi : "Lalu apa yang kau harapkan ?" Abdullah RA menjawab lagi : "Rahmat Tuhanku."

Lalu Utsman RA bertanya lagi dengan lembut : "Aku telah menetapkan bagianmu dari Baitul Mal, tapi telah bertahun-tahun engkau menolaknya. Kenapa ?"  Abdullah RA pun menjawab dengan kerendahan hati : " Aku tidak membutuhkannya."

Utsman RA pun bertanya kembali sambil menegur Abdullah RA dengan santun : " Tapi bukankah akan sangat berguna untuk putri-putrimu nanti ?"

Abdullah RA menjawab dengan tenang dan yakin : "Adakah kau khawatir kemiskinan terhadap putri-putriku ?! Sesungguhnya aku telah mengajarkan dan memerintahkan mereka untuk merutinkan pembacaan Surat Al-Waaqi'ah setiap malam, karena aku mendengar Rasulullah SAW bersabda : 

من قرأ الواقعة كل ليلة لم تصبه فاقة أبدا

" Barangsiapa membaca Al-Waaqi'ah setiap malam, maka tidak akan tertimpa kemiskinan / hajat yang sulit selamanya."

Akhirnya, Abdullah ibnu Mas'ud RA menghembuskan nafasnya yang terakhir dengan lisan dan hati yang terus-menerus berdzikir kepada Allah SWT.

Rodhiyallaahu 'an Ibni Mas'uud wa 'an Jamii'ish Shohaabah ...

Kisah Shahabat 8: ABDULLAH IBNU MAS'UUD RA

Assalaamu 'alaikum Wa Rohmatullaahi wa Barokaatuhu. Alhamdulillaah, berkat doa ikhwan semua, saat ini kondisi saya dalam perawatan RS su...

Jumat, 06 Februari 2015


Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

Al-Barro' ibnu Malik Al-Anshori RA adalah saudara Anas ibnu Malik Al-Anshori RA Sang Pelayan Nabi SAW yang telah dipaparkan kisahnya pada artikel yang lalu.

Al-Barro' RA berperawakan sangat kurus, sehingga badannya tampak bagai kulit membalut tulang. Namun demikian, ia seorang yang sangat kuat dan pemberani.

KUAT DAN PEMBERANI

Kekuatan Al-Barro' RA terbukti dengan ia berhasil membunuh 100 (seratus) orang kafir melalui "Mubaarozah" yaitu duel satu lawan satu di berbagai pembukaan pertempuran, sebagaimana tradisi perang di zamannya. Ditambah lagi sudah tidak terhitung orang kafir yang dibunuhnya dalam setiap pertempuran.

Ada pun keberaniannya, tak seorang Shahabat pun yang mengingkarinya. Bahkan saking beraninya Al-Barro' RA hingga Khalifah Umar ibnul Khaththab RA menyurati para Gubernurnya dan berpesan :

" لا تولوا البراء جيشا من جيوش المسلمين مخافة أن يهلك جنده بإقدامه ".

"Jangan kalian tugaskan Al-Barro' untuk memimpin pasukan Tentara Islam, karena khawatir ia akan membinasakan pasukannya sendiri akibat kenekatannya."

MEMBURU NABI PALSU

Sebelum Rasulullah SAW wafat, muncul Nabi Palsu Musailamah Al-Kadzdzaab dari Yamamah di Najd. Dan Nabi SAW mengancam akan memeranginya, namun beliau SAW wafat sebelum sempat mengirim Tentara Islam ke Yamamah di Najd.

Kemudian Khalifah Abu bakar RA melanjutkan rencana Nabi SAW dengan mengirim pasukan pertama dipimpin oleh 'Ikrimah RA ke Yamamah di Najd untuk memerangi Musailamah Al-Kadzdzaab. Namun pasukan pertama ini berhasil dipukul mundur oleh musuh.

Lalu, Khalifah Abu Bakar RA mengirim pasukan kedua dipimpin oleh Khalid ibnul Walid RA yang di dalamnya terdapat Al-Barro' ibnu Malik Al-Anshori RA.

PERANG YAMAMAH

Pada serangan pertama, Pasukan Khalid ibnul Walid RA sempat kewalahan menghadapi pasukan musuh. Bahkan musuh sempat berhasil menyerang kemah Panglima Khalid RA dan hampir membunuh isterinya yang ikut mendampinginya.

Akhirnya, Panglima Khalid RA merubah strategi dengan membagi pasukan sesuai kelompoknya masing-masing, antara lain : Pasukan Muhajirin dan Pasukan Anshor serta Pasukan kelompok lainnya.

Panji Muhajirin dipegang oleh Salim Maula Abi Hudzaifah RA seorang Penghafal Al-Qur'an yang dengan gagah berani menerjang musuh hingga syahid dengan putus kedua tangannya.

Dari kalangan Muhajirin ada Zaid ibnul Khaththab RA saudara Sayyiduna Umar ibnul Khaththab RA yang juga habis-habisan bertempur hingga mati syahid.

Panji Anshor dipegang oleh Tsabit ibnu Qais RA yang menanam kedua kakinya di dalam tanah agar tak bisa lari dari musuh. Lalu menghantam siapa saja musuh yang mendekat sambil menegakkan panji agar tak jatuh, hingga ia mati syahid di tempatnya.

MEMBANGKITKAN SEMANGAT 

Dari kalangan Anshor ada Al-Barro' ibnu Malik RA yang berperang dengan gagah berani. Tatkala ia melihat banyak kalangan Muhajirin dan Anshor serta lainnya yang gugur, lalu ia khawatir akan menurunkan semangat jihad pasukan muslimin, maka ia berteriak sambil menghunuskan pedangnya :

" يا معشر الأنصار ،  لا يفكرن أحد منكم بالرجوع إلى المدينة .  فلا مدينة لكم بعد اليوم ... وإنما هو الله وحده ... ثم الجنة ... "

"Hai segenap Anshor, jangan ada seorang pun dari kalian yang berfikir untuk kembali ke Madinah. Tidak ada Madinah bagi kalian setelah hari ini ... yang ada hanya Allah Yang Maha Esa ... kemudian Surga ... "

Teriakan Al-Barro RA berhasil membangkitkan semangat tempur pasukan muslimin, sehingga mereka dengan gagah berani terus menerjang habis-habisan dan mati-matian untuk memporak-porandakan pasukan musuh.

Pasukan Musailamah Al-Kadzdzab terdesak dan terpukul mundur. Akhirnya mereka lari masuk dalam Benteng mereka, dan menutup gerbang untuk berlindung dari kejaran Tentara Islam. 

TAMAN KEMATIAN

Dari dalam Benteng, pasukan Nabi Palsu menghujani Tentara Islam dengan anak panah sebanyak-banyaknya, sehingga pasukan Khalid RA menjauh dari Benteng agar tidak menjadi sasaran panah musuh.

Namun Al-Barro RA sebaliknya, dia tidak mau menjauh dari Benteng. Bahkan ia dengan tubuhnya yang kurus lagi ringan naik berdiri di atas perisai, dan meminta beberapa Tentara Islam dengan tombak-tombak mereka mengangkat perisai tersebut dan melemparnya ke dalam Benteng tidak jauh dari gerbang.

Sesampainya di dalam Benteng, Al-Barro RA dikeroyok musuh, ia berjuang dengan susah payah mencapai pintu gerbang, puluhan anak panah menerjangnya, dan puluhan tombak menusuk badannya, serta puluhan pedang merobek tubuhnya. Namun ia masih mampu menumbangkan sepuluh orang musuh dan membunuhnya.

Dalam keadaan penuh luka, bahkan hampir sekarat, Al-Barro' RA berhasil mencapai pintu, dan dengan tenaga terakhirnya ia berhasil membuka gerbang, lalu ia jatuh tergeletak tak bergerak.

Setelah gerbang terbuka, Tentara Islam menyerbu ke dalam Benteng Musuh yang di dalamnya berupa Perkebunan Kurma. Akhirnya, Nabi Palsu Musailamah Al-Kadzdzab dengan ribuan pengikutnya mati terbunuh dalam perkebunan yang dijadikan sebagai benteng pertahanan mereka. 

Karena banyaknya korban tewas dalam kebun tersebut, maka dinamakanlah "Hadiiqoh Al-Maut" yang artinya "Taman Kematian".

SELAMAT DAN SYAHID

Dengan izin Allah SWT, ternyata dalam peristiwa "Taman Kematian" Al-Barro' RA selamat, walau di badannya ada lebih dari delapan puluh luka tusukan dan sayatan. Berbulan-bulan Khalid ibnul Walid RA dan kawan-kawannya menjaga serta merawat luka Al-Barro' RA hingga sembuh. 

Setelah sembuh, Al-Barro' RA kembali ikut berjihad bersama kaum muslimin hingga zaman Khalifah Umar ibnul Khaththab RA. Al-Barro' RA pun ikut dalam "Perang Tustar" yang merupakan salah satu episode penting dalam Perang Penaklukan Persia.

Dalam Perang Tustar inilah, Al-Barro' RA tetap bertempur dalam keadaan tangan terluka parah, terbakar dan melepuh, akibat menyelamatkan saudaranya Anas ibnu Malik RA dari Kaitan Baja panas membara, sebagaimana sudah dipaparkan dalam Kisah Shahabat sebelumnya.

Akhirnya, Al-Barro' RA gugur sebagai syahid dalam Perang Tustar tersebut setelah berhasil menumbangkan banyak musuhnya.

Rodhiyallaahu 'anil Barroo' wa 'an Ummihi wa Akhiihi ....

Kisah Shahabat 7: AL-BARROO IBNU MAALIK AL-ANSHOORIY RA

Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... Al-Barro' ibnu Malik Al-Anshori RA adalah saudara Anas ibn...

Kamis, 05 Februari 2015



Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

Anas ibnu Malik RA dilahirkan di Yatsrib yaitu nama lama kota Madinah. Sejak kecil Anas RA dipelihara dan diislamkan oleh ibundanya "Al-Ghumaishoo" atau disebut juga "Ar-Rumaishoo" RA, sebelum Rasulullah SAW hijrah ke  Madinah.

Saat Nabi SAW bersama Shahabatnya Sayyiduna Abu Bakar RA hijrah dari Mekkah dan masuk Kota Madinah, Anas RA yang masih anak-anak bersama anak-anak Madinah lainnya ikut berlari-lari gembira di tengah kerumunan penduduk Madinah, baik Anshor mau pun Muhajirin, yang menyambut kedatangan Nabi SAW dengan haru biru dalam rasa mahabbah dan rindu.

HADIAH UNTUK NABI SAW

Kedatangan Rasulullah SAW ke Madinah sangat menyenangkan hati kaum Anshor. Mereka pun secara bergantian datang menemui Nabi SAW dengan memberikan aneka ragam hadiah sebagai "Romzul Mahabbah" yaitu "Tanda Cinta".

Setelah semua kaum Anshor mendapat giliran bertemu Nabi SAW, maka terakhir datanglah Al-Ghumaishoo RA menemui Nabi SAW, sambil menuntun anaknya Anas RA yang berusia sepuluh tahun 

Al-Ghumaishoo RA berkata kepada Nabi SAW : "Wahai Rasulullah, seluruh kaum Anshor telah datang menemuimu dengan aneka ragam hadiah, sedang aku tak punya apa pun untuk kuberikan padamu selain anakku ini. Maka ambil dan terimalah dia untuk melayanimu."

Dengan wajah cerah Rasulullah SAW pun tersenyum hangat menerima Anas RA sebagai pelayannya. Nabi SAW mengusap kepala Anas dan mendoakannya serta menempatkannya di sampingnya. Dan Anas RA pun melayaninya dengan setia hingga wafatnya Nabi SAW.

KASIH SAYANG NABI SAW

Anas RA menceritakan bahwa selama sepuluh tahun beliau melayani Rasulullah SAW, tak pernah sekali pun Nabi SAW berkata kasar, membentak atau menghardiknya, apalagi memukul atau menyakitinya, walau pun terkadang Anas RA lalai dalam tugasnya.

Salah satu kejadian yang diceritakan Anas RA adalah tatkala suatu hari Rasulullah SAW menugaskannya untuk suatu keperluan, maka berangkatlah Anas RA untuk menunaikan tugas tersebut. 

Namun di tengah jalan Anas RA melihat teman-teman sebayanya sedang bermain, maka ia tertarik ikut bermain. Lalu saat sedang asyik bermain, tiba-tiba Rasulullah SAW ada di belakangnya dan memegangnya, sambil tersenyum Nabi SAW bertanya : "Wahai Unais, sudahkan kau laksanakan tugas yang aku berikan ?" 

Anas RA menjawab : "Sekarang aku pergi dan laksanakan tugas itu Wahai Rasulullah." Anas RA pun segera berlari menunaikan tugas, sementara Nabi SAW hanya tersenyum melihatnya dari kejauhan.

Rasulullah SAW memanggil Anas RA dengan sebutan "Unais" untuk menunjukkan cinta dan kasih sayangnya serta kedekatan dirinya.

DOA NABI SAW UNTUK ANAS RA

Salah satu Doa Nabi SAW untuk Anas RA adalah :

"اللهم ارزقه مالا وولدا ،  وبارك له ."

"Ya Allah, karuniakanlah ia harta dan anak, serta berkahilah baginya."

Allah SWT mengabulkan doa Nabi-Nya, sehingga Anas RA menjadi ANSHOR yang terkaya hartanya dan terbanyak anak dan cucunya, serta terpanjang umurnya dan paling banyak riwayat haditsnya.

Anas RA dikarunikan anak dan cucu lebih dari seratus, dan dipanjangkan umur hingga 103 tahun. Dan beliau adalah perawi hadits terbanyak setelah Abu Hurairah RA dan Abdullah ibnu Umar RA.

JIHAD ANAS RA

Anas RA tidak saja melayani Nabi SAW di rumah dan majelisnya, tapi juga di semua kegiatannya, termasuk di Medan Perang sekali pun.

Semenjak Anas RA menginjak dewasa, beliau selalu setia mendampingi Nabi SAW dalam setiap misi jihadnya. Beliau adalah pelayan Nabi SAW dalam suka dan duka, serta dalam tenang dan perang.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, Anas RA tetap ikut dalam berbagai  medan jihad, salah satunya adalah Perang Penaklukan Kota Tustar di Khuzistan sebagai bagian penting dari rentetan Perang Penaklukan Kekaisaran Persia di zaman Khalifah Umar ibnul Khaththab RA.

UJIAN JIHAD ANAS RA

Dalam Perang Penaklukan Tustar, Anas RA mengalami nasib tragis. Kala itu Tentara Persia berlindung di dalam Benteng yang tinggi dan kokoh, sementara Tentara Islam mengepungnya dari luar Benteng.

Dari atas Benteng, Tentara Persia menggunakan senjata Rantai Panjang yang di ujungnya dipasang Baja Berkait  yang tajam dan telah dipanaskan hingga merah membara. Lalu mereka lemparkan ke tengah pasukan muslimin dan menariknya ke atas.

Beberapa Tentara Islam terkena kaitan baja tersebut dan ditarik oleh musuh ke atas Benteng hingga terluka parah, bahkan ada yang mati karenanya. Salah satu yang terkena Baja Berkait yang panas dan merah membara itu adalah Anas RA.

Di saat-saat genting, tatkala badan Anas RA terkena Baja Berkait dan ditarik oleh musuh dari atas Benteng, maka saudara Anas RA yang bernama Al-Barro' ibnu Malik RA mengejar dan menangkap badannya dengan sigap. 

Al-Barro' RA sambil menahan tarikan rantai panjang musuh yang menarik jasad saudaranya ke atas Benteng, ia berusaha mati-matian mencabut Baja Berkait dari badan saudaranya tersebut. Dia tidak peduli dengan rantai dan baja yang panas membara, hingga tangannya hangus melepuh.

Dengan izin Allah SWT, akhirnya,  Al-Barro' RA berhasil melepas kaitan baja dari tubuh Anas RA, dan menjauhkan Anas RA dari jangkauan musuh. Anas RA pun selamat dari maut walau badannya terluka parah.

Sedang Al-Barro' RA setelah menyelamatkan Anas RA, dan mengamankannya di barisan belakang, langsung maju kembali melanjutkan pertempuran melawan musuh, walau dalam keadaan tangan terluka parah.

Bagaimana nasib Al-Barro' RA selanjutnya ?  Insya Allah akan dipaparkan dalam Kisah Shahabat berikutnya.

AKHIR HAYAT

Di akhir usianya, Anas RA sering berkata kepada keluarga dan muridnya :

" إني لأرجو أن ألقى رسول الله صلى الله عليه وسلم في يوم القيامة فأقول له : يا رسول الله هذا خويدمك أنيس "

"Sesungguhnya aku sangat berharap agar bertemu Rasulullah SAW di Hari Qiyamat, lalu aku katakan kepadanya : Wahai Rasulullah, ini pelayan kecilmu Unais."

Saat menjelang ajal, Anas RA meminta keluarganya terus mentalqinkan Kalimat Tauhid, ia terus mengikutinya hingga wafat dalam ucapan :

 " لا إله إلا الله محمد رسول الله "

Saat pemakaman Anas RA, keluarganya meletakkan Tongkat Kecil pemberian Nabi SAW disampingnya sesuai Wasiat Anas RA semasa hidupnya.


Rodhiyallaahu 'an Anas wa 'an Ummihi wa Akhiihi ....

Kisah Shahabat 6: ANAS IBNU MAALIK AL-ANSHOORIY RA

Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... Anas ibnu Malik RA dilahirkan di Yatsrib yaitu nama lama kota ...
GAZA - Front Pembela Islam (FPI) kembali menyumbangkan dana sebesar Rp 55 juta untuk warga Gaza. Hingga saat ini sumbangan umat Islam yang telah disalurkan oleh FPI sudah mencapai miliaran rupiah.

Sejak bulan Desember 2014 hingga Februari 2015, sumbangan yang diserahkan oleh FPI kepada warga Gaza mencapai miliaran rupia, bahkan diusahakan dapat mencapai 3 miliar. Hal itu sesuai yang direncanakan oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Muhammad Rizieq Syihab.

“Alhamdulillah, tahap pertama beberapa waktu lalu sudah kita sumbangkan sebesar Rp 500 juta dan sekarang kita sumbangkan lagi tahap kedua sebesar Rp 500 juta. Insya Allah bulan depan kita akan berikan lagi Rp 500 juta. Targetnya adalah Rp. 2 Miliar. Dan setelah itu masih akan ada dana lagi untuk keperluan operasional” Kata Habib Rizieq, 5 Januari 2015.

Menurut Habib Rizieq, khusus untuk Bank Darah, pada tahap permulaan saat ini dibutuhkan dana antara dua hingga 3 miliar rupiah. Karenanya, penggalangan dana umat untuk Bank Darah di Gaza tersebut akan terus berlangsung hingga tuntas.

Terkait sumbangan umat Islam terkini, Rp 55 juta untuk Gaza yang diserahkan oleh FPI melalui relawan Indonesia di Gaza, Ustadz Abdillah Onim, telah diterima warga Gaza dengan baik. Berikut laporan yang diterima KabarNet, Selasa 3 Februari 2015:

Laporan Ustadz Abdillah Onim dari Gaza

Dari       : Abdillah Onim
Tanggal :02/02/2015 18:52 (GMT+07:00)
Ke          : Ummat Nabi Muhammad
Cc         : Shabri Lubis
Subjek  : Laporan distribusi bantuan oleh FPI di Gaza, kwitansi dan list nama warga Gaza penerima bantuan

Bismillah
Assalamu alaikum wr. wb.

Semoga antum semua senantiasa dalam lindungan dan karunia Allah SWT, amin.

Dana FPI yang dititipkan ke kami senilai Rp.55.000.000,- dengan amanah bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza Palestina, alhamdulillah sudah kami salurkan ke warga Gaza, proses distribusi di-masing2 wilayah seperti wilayah Selatan, Gaza tengah dan Gaza timur.

Dana tersebut kami alokasikan dalam bentuk, Bahan makanan, selimut hangat, uang tunai dan seragam musim dingin bagi anak.

Dengan rincian :
  1. Memberikan uang tunai kepada 40 Kepala kelaurga, masing-masing KK mendapat 150 Sheqel atau kurang lebih seniali dengan 50 USD.
  2. Memberikan selimut hangat kepada 40 KK, masing-masing KK mendapat 1 buah selimut hangat.
  3. Bahan makanan/sembako kepada 40 KK, masing-masing KK mendapat 1 paket bahan makanan berisi 17 jenis makanan.
  4. Seragam musim dingin, dibagikan kepada 15 anak, masing-masing anak mendapat 1 set seragam musim dingin.
Distribusi bantuan di tiga wilayah, yaitu Rafah Gaza Selatan, Johro Dik Gaza Timur dan Deir Balah Gaza Tengah.

Warga Gazqa Palestina sangat bersyukur dengan menerima bantuan dari Muslim Indonesia melalui FPI dan mengucapkan terima kasih kepada FPI karena selama ini sangat berperan dalam urusan Palestina dan rutin memberikan bantuan kepada kami rakyat Gaza Palestina, mereka mendoakan semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan dan menerima amal kebaikan dari teman-teman FPI dan muslim di Indonesia, amin ya rob.

Semoga ada bantuan menyusul, karena saat ini warga Gaza sedang dilanda krisis yang sangat mencekik, khususnya ada ribuah mahasiswa yang tidak mampu bayar uang kuliah akibatnya terancam putus kuliah, semoga ada dana lagi agar kita bagikan kepada para mahasiswa senilai 50 USD per mahasiswa, amin.

Salam ana buat Habib Rizieq
Akhukum fillah
Abdillah Onim/Abo Ismael.
============

Berdasarkan informasi yang berhasil dirangkum KabarNet, sebelumnya Front Pembela Islam (FPI), pada 15 Agustus 2014 lalu, menyerahkan bantuan berupa uang Rp 305 juta. Pada Ahad 7 Desember 2014 silam, FPI memberikan bantuan dananya melalui MER-C sebesar Rp 500 juta yang diterima oleh Presidium MER-C, DR. Jozerizal Jurnalis dan ketua pembangunan RS Indonesia di Gaza, Farid Thalib saat acara Pengajian Rutin Bulanan FPI di Petamburan Jakarta.

Selain itu dalam acara Maulid Akbar Nabi Muhammad Saw di DPP FPI, Jakarta, Jum’at 2 Januari 2014, FPI menginformasikan kembali, telah memberikan bantuan kepada Gaza, Rp 500 juta sebagai tambahan untuk pembangunan RS Indonesia di Gaza.

Perlu diketahui, bantuan kemanusiaan FPI Palestina terbagi dalam tiga saluran: Pertama, untuk pembuatan Bank Darah. Kedua, untuk Yatim dan Dhuafa, dan yang ketiga untuk dana jihad. Adapun Rumah Sakit Indonesia adalah rumah sakit yang dibangun murni dari dana umat Islam Indonesia, tanpa sepeserpun bantuan dari pihak pemerintah.

Bagi yang ingin berpartisipasi sebagai bentuk solidaritas atas penderitaan penduduk Gaza, dapat menyalurkan bantuan melalui rekening FPI di Bank Syariah Mandiri (BSM), No Rek. Palestina – 7001440785. Berapa pun nilai bantuan yang diberikan, sungguh sangat berarti bagi Rakyat Gaza. 


Berikut adalah foto foto kegiatan Relawan FPI di Gaza : 





















Sumber: Kabernet.net

FPI Salurkan Dana Miliaran Rupiah Untuk Warga Gaza

GAZA - Front Pembela Islam (FPI) kembali menyumbangkan dana sebesar Rp 55 juta untuk warga Gaza. Hingga saat ini sumbangan umat Islam yang t...

 

© 2015 - Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile