Sabtu, 31 Januari 2015

Penggunaan jilbab bagi Polisi Wanita (Polwan) tampaknya tak akan terwujud. Seiring dengan dicopotnya Jenderal Polisi Sutarman dari posisinya sebagai Kapolri, kini muncul larangan Polwan berjilbab yang dikeluarkan Mabes Polri.

Polwan muslimah yang melaksanakan kewajiban berjilbab sesuai syariat Islam kini dihadapkan pada pilihan. Yakni mau menerima hukuman atas pilihannya menggunakan jilbab atau mencopot hijabnya dengan mengikuti telegram yang datang dari Mabes Polri.

Pekanbaru Pos (Grup JPNN.com) menemukan suratlarangan berjilbab yang ditujukan kepada Kapolda Riau. Surat larangan itu tertanggal 19 Januari 2015.

“Adanya penggunaan jilbab bagi Polwan tidak dibenarkan karena belum ada regulasinya,” demikian bunyi surat tersebut seperti dirilis oleh JPNN, Selasa 20 Januari 2015.

Wacana pemakaian jilbab pada polisi wanita bukan hal baru. Sutarman saat menjabat Kapolri berjanji Agustus atau September 2015 ini Perkap itu akan rampung. Setelah itu, pengadaan jilbab bagi polwan akan dilaksanakan.

“Nanti tahun 2015 sudah selesai,” ungkap Sutarman di Mabes Polri, Jumat (9/1/2015) lalu.

Mantan Kapolda Metro Jaya itu menambahkan, saat ini perkap jilbab polwan sudah sampai perencanaan dan pengadaan anggaran. Anggaran yang disiapkan Rp 1,2 triliun.

Menurut Sutarman, pemakaian jilbab merupakan hak asasi manusia yang tidak boleh dilarang.

Namun di era Plt Kapolri Komjen Badrodin Haiti, belum juga dituntaskan aturan ini, tapi malah membuat surat edaran yang ditujukan Polda untuk menertibkan para Polwan berjilbab yang dinilai berseragam tidak sesuai dengan ketentuan korps Bhayangkara tersebut.

Mengenai temuan surat edaran larangan berjilbab bagi Polwan ini, belum ada penjelasan resmi. JPNN masih berusaha untuk mendapatkan konfirmasi dari Mabes Polri.

Sementara itu, menanggapi permasalahan ini, Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq Syihab menyampaikan pernyataan: "Di Negara Jiran, Malaysia dan Brunei, Polisi dan Tentara serta Pegawai Negeri dari kalangan Wanita Muslimah, semuanya diperkenankan berjilbab. Bahkan di Inggris, atlit wanita muslimah dibolehkan berjilbab. Dan FIFA pun sudah menerima pesepak bola wanita muslimah berjilbab dengan training menutup seluruh badan.

Jadi, ada urusan apa di Indonesiasebagai Negara Muslim terbesar, kok Polwan dan TNI Wanita Muslimah belum juga diizinkan berjilbab ???!!!  Larangan Jilbab adalah Pelanggaran HAM dan Penistaan Agama yang harus kita lawan bersama."


Sumber: Kabarnet/News FPI

Kapolri Dicopot, Keluar Surat Larangan Polwan Berjilbab

Penggunaan jilbab bagi Polisi Wanita (Polwan) tampaknya tak akan terwujud. Seiring dengan dicopotnya Jenderal Polisi Sutarman dari posisinya...

Jumat, 30 Januari 2015


Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

Manusia boleh berencana, tapi tetap saja Allah SWT yang Maha Menentukan. Firman-Nya SWT dalam QS.85.Al-Buruuj ayat 16 :

فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيدُ

"Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya."

Keluarga Berencana (KB) adalah perencanaan yang dibuat oleh pasangan suami isteri dalam berketurunan.

Dalam dunia medis, program KB diatur dengan aneka cara dan sarana, mulai dari cara yang paling tradisional yaitu 'azal (penumpahan sperma di luar rahim), atau penggunaan kondom, atau pencermatan kalender untuk menentukan masa subur dan tidak subur, atau pemakain spiral, atau pil, atau suntik, dan alat kontrasepsi lainnya, hingga cara paling ekstrim yaitu melalui Vasektomi dan Tubektomi, sehingga pasangan suami isteri tidak bisa lagi berketurunan.

HUKUM KB

Keluarga Berencana (KB) jika dijadikan sebagai PEDOMAN HIDUP bagi seorang muslim hukumnya adalah HARAM, apalagi jika terbukti bahwa KB tersebut dijadikan "senjata" oleh Musuh Islam untuk menekan laju pertumbuhan umat Islam di suatu negeri atau wilayah.

Namun, jika KB dijadikan sebagai SOLUSI dari suatu problem rumah tangga seorang muslim, maka selama ditopang dengan ALASAN SYAR'I yang benar, hukumnya menjadi BOLEH, bahkan dalam kondisi tertentu bisa menjadi WAJIB.

ALASAN KB

Bagi pasangan suami isteri yang tidak punya alasan syar'i apa pun untuk ikut program KB, maka hukumnya HARAM, sekurangnya MAKRUH. 

Apalagi kalau mereka hidup berkecukupan dan mampu mendidik anak-anaknya di lingkungan yang baik, lalu ikut program KB hanya karena sekedar ingin menikmati Dunia tanpa gangguan tangisan atau rengekan anak, tentu lebih tidak boleh lagi.

Namun, bagi pasangan suami isteri yang melarat dan terlantar serta tinggal di lingkungan kumuh yang sarat dengan aneka ma'siat, menjadi boleh mengikuti program KB untuk keselamatan Aqidah dan Syariah serta Akhlaq generasi penerusnya.

Apalagi bagi seorang wanita yang dinyatakan oleh Dokter Muslim terpercaya bahwa ia tidak boleh hamil lagi, karena bisa membahayakan jiwanya atau jiwa janinnya, akibat suatu penyakit yang dideritanya, maka mengikuti program KB menjadi kewajiban untuk keselamatan jiwa.

SYARAT KB

Pada kondisi KB itu DIBOLEHKAN bagi pasangan suami isteri, karena suatu alasan yang syar'i, ada sejumlah syarat yang tidak boleh dilanggar, antara lain :

1. Sudah dikonsultasikan kepada Ulama Ahli Fiqih yang terpercaya untuk memastikan bahwa alasan ikut program KB nya memang dibenarkan secara Syari'at Islam.

2. Sudah dikonsultasikan dengan Dokter Muslim yang Ahli dan Terpercaya untuk memastikan program KB yang akan diikuti tidak berbahaya.

3. Kesepakatan pasangan suami isteri atas dasar saling ridho.

4. Program KB yang diikuti bersifat sementara, tidak permanen.

5. Sarana KB atau Alat Kontrasepsi yang digunakan tidak membahayakan.

PEMAKSAAN KB

Anjuran Pemerintah kepada masyarakat untuk ikut program KB sah-sah saja, asal tidak dijadikan sebagai PEDOMAN HIDUP. Dan asalkan Pemerintah jujur menjelaskan dampak positif mau pun negatif dari program KB tersebut, agar masyarakat paham dan mengerti, sehingga tidak terjebak dan menyesal di kemudian hari.

Fakta Medis menunjukkan bahwasanya masih banyak alat kontrasepsi atau cara dan sarana KB yang tidak aman, alias berbahaya, bagi pasangan suami isteri. Ini harus dipaparkan secara jujur dan terbuka kepada masyarakat, khususnya calon pengguna program KB.

Ada pun Pemaksaan KB kepada masyarakat adalah pelanggaran HAM dan penistaan terhadap ajaran Islam. 

Contoh pemaksaan program KB antara lain :

1. Bagi pasangan pengantin diharuskan untuk disuntik KB, jika tidak mau maka tidak akan dinikahkan atau tidak diberikan Buku Nikahnya. 

2. Bagi warga yang tidak ikut program KB akan didenda atau dipersulit dalam urusan administrasi pemerintahan.

3. Bagi pegawai negeri atau swasta jika tidak ikut KB maka sulit naik pangkat atau gajinya. Dan lain sebagainya.

KESIMPULAN

Prinsip Berketurunan dalam Islam adalah BANYAK BERMUTU, sehingga pasangan suami isteri tidak boleh mengikuti program KB, kecuali jika ada Alasan Syar'i yang membenarkan.


Alhamdulillaah ...

KELUARGA BERENCANA

Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... Manusia boleh berencana, tapi tetap saja Allah SWT yang Maha M...

Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

Satu lagi Propaganda Murahan tapi beracun yang digelindingkan Kaum Liberal, yang terkait soal berketurunan, yaitu :

"Lebih baik punya anak satu tapi jadi Kyai, daripada punya anak banyak tapi jadi bajingan semua."

Kalimat ini bertujuan untuk melemahkan semangat umat Islam dalam memperbanyak keturunan. Padahal, Islam justru menganjurkan untuk memperbanyak keturunan.

Ironisnya, Indonesiasebagai negeri berpenduduk Muslim terbanyak dan terbesar di Dunia, justru menjadikan kalimat beracun ini sebagai jargon dalam mengkampanyekan Keluarga Berencana (KB).

BANYAK BERMUTU

Dalam ajaran Islam ditetapkan Dua Pilar Berketurunan, yaitu :

1. Memperbanyak Kwantitas

Rasulullah SAW serukan perbanyak KWANTITAS Keturunan melalui berbagai Hadits-Hadits Shahihnya.

Di antaranya, Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk menikah agar banyak keturunan :

النكاح من سنتي ، فمن لم يعمل بسنتي فليس مني ، وتزوجوا فإني مكاثر بكم الأمم  

"Nikah adalah bagian Sunnahku, karenanya barangsiapa yang tidak beramal dengan Sunnahku maka bukan bagian dariku. Dan menikahlah kalian, karena sesungguhnya aku  akan membanggakan banyaknya kalian di hadapan umat-umat lain." Sunan Ibnu Maajah  hadits ke-1.843.

Dan Rasulullah SAW juga menganjurkan umatnya untuk menikahi wanita yang subur  :

تزوجوا الودود الولود فإني مكاثر بكم الأمم

"Nikahilah perempuan yang subur, maka sesungguhnya aku akan membanggakan banyaknya kalian di hadapan umat-umat lain." Sunan Abu Daud hadits ke-2.050 dan Sunan An-Nasaai hadits ke-5.342.

Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya hadits ke 12.714 dan 13.676.

2. Meninggikan Kwalitas

Allah SWT memperingatkan tentang KWALITAS Keturunan dalam QS.4.An-Nisaa ayat 9 :

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

"Dan hendaklah takut kepada Allah, orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar."

Dalam ayat ini ada peringatan keras dari Allah SWT agar setiap muslim jangan pernah meninggalkan keturunan mereka dalam keadaan LEMAH dalam bidang apa pun : baik dalam bidang agama seperti Aqidah, Syariah dan Akhlaq, mau pun dalam bidang lainnya seperti Keilmuan, Tekhnologi, Ekonomi, dan lain sebagainya.

Jadi, jelas sekali bahwa Prinsip Berketurunan dalam Islam adalah Banyak Bermutu, bukan Sedikit Bermutu, dan bukan pula Banyak Tak Bermutu.

LEDAKAN PENDUDUK

Ledakan Penduduk dengan aneka problem sosial yang dilahirkannya adalah alasan utama yang selalu dijadikan "dalih" untuk menolak prinsip anak banyak yang diajarkan Islam.

Ada dua problem sosial yang selalu dikemukakan untuk "menakut-nakuti" masyarakat agar tidak beranak banyak, yaitu :

1. PROBLEM PANGAN

Kata mereka, jika manusia banyak, maka persediaan pangan tidak akan mencukupi, sehingga bisa terjadi kelaparan dimana-mana.

Ironisnya, mereka yang berteriak khawatir kekurangan pangan, justru mereka yang berlomba-lomba menggusur lahan-lahan pertanian produktif menjadi perkantoran, real estate, apartemen, mall, dan lain sebagainya.

Bagi orang yang beriman, cerdas dan pekerja keras, banyaknya manusia tidak menjadi alasan untuk khawatir kelaparan, selama manusia tersebut berkwalitas. 

Bahkan banyaknya manusia justru menjadi pendorong pengembangan sumber daya manusia, sekaligus menjadi pangsa pasar Ekonomi Dunia yang sangat potensial.

Fakta membuktikan, saat jumlah manusia sedikit, Allah SWT hanya berikan sedikit ilmu kepada manusia, sehingga hanya bisa panen tanaman pokok sekali setahun.

Lalu, tatkala jumlah manusia bertambah dua kali lipat, maka Allah SWT tambah lagi sedikit ilmu kepada manusia, sehingga bisa panen tanaman pokok dua kali setahun.

Kemudian, tatkala manusia bertambah lagi setiap tahunnya, maka Allah SWT terus menerus memberi tambahan ilmu kepada manusia berupa aneka kemajuan dalam Tekhnologi Pertanian, sehingga bisa tercukupi kebutuhan pangannya.

Ada pun Kemajuan Tekhnologi Pertanian yang telah dicapai manusia, antara lain :

a. Peningkatan Hasil berlipat-lipat dari luas lahan yang sama melalui program Pertanian Intensif, misalnya hasil 4 ton padi per hektar menjadi 20 ton per hektar.

b. Peningkatan Ukuran dari kecil menjadi besar melalui program Tekhnologi Enzym, misalnya dari bentuk Bawang atau Tomat yang kecil-kecil menjadi Bawang atau Tomat yang besar-besar.

c. Peningkatan Kandungan dari sedikit menjadi banyak melalui Tekhnologi Mutakhir, misalnya sebuah kapsul kecil sebanding dengan vitamin yang dikandung Apel atau Jeruk sekeranjang.

2. PROBLEM PAPAN

Kata mereka, jika manusia banyak, maka akan ada bencana persediaan perumahan, karena lahan untuk perumahan sangat terbatas.

Ironisnya, mereka yang berteriak khawatir kekurangan lahan untuk perumahan, justru mereka yang dimana-mana berlomba-lomba menggusur ratusan hektar lahan perumahan rakyat hanya untuk "lapangan golf" demi sekedar untuk "hiburan" orang kaya.

Bagi orang yang beriman, cerdas dan pekerja keras, banyaknya manusia tidak menjadi alasan untuk khawatir kekurangan lahan perumahan, karena Bumi Allah SWT teramat luas, dan Tekhologi Perumahan pun semakin hari semakin berkembang dengan
izin Allah SWT.

Fakta membuktikan, saat jumlah manusia sedikit, Allah SWT hanya berikan sedikit ilmu kepada manusia, sehingga untuk satu kawasan kelurahan membutuhkan lahan puluhan hektar, karena konsep perumahan horisontal.

Namun, saat manusia bertambah berlipat-lipat, maka Allah SWT mengaruniakan tambahan ilmu yang juga berlipat-lipat kepada manusia, sehingga kini manusia berhasil mengembangkan konsep perumahan vertikal.

Lihat saja, kini konsep perumahan rakyat tidak lagi melebar secara horisontal, tapi menjulang tinggi ke atas secara vertikal, sehingga hanya beberapa apartemen saja sudah bisa menampung penduduk satu kelurahan.

KESIMPULAN

Jadi, dimana ada peningkatan jumlah manusia, maka Allah SWT menambah ilmu juga kepada menusia untuk mengatasi problem pangan mau pun papannya. 

Yang penting manusia itu berkwalitas dan cerdas serta pekerja keras. Sebagaimana pepatah mengatakan :

                       من جدَّ وجد

"Siapa bersungguh-sungguh, niscaya akan dapat."

Dengan demikian, aneka problem sosial yang sering dijadikan "dalih" untuk menolak anak banyak, menjadi tidak lagi argumentatif di hadapan Prinsip Berketurunan dalam Islam : Banyak Bermutu.

Akhirnya, Propaganda Murahan yang berbunyi :

"Lebih baik punya anak satu tapi jadi Kyai, daripada punya anak banyak tapi jadi bajingan semua."

Kita lawan dengan Kampanye Elegan yang Islami, yaitu :

"Lebih baik punya anak banyak jadi Kyai semua, daripada punya anak satu jadi bajingan."

Insya Allah, akan bersambung ke artikel selanjutnya tentang KELUARGA BERENCANA

Allaahu Akbar ... !!!

PRINSIP BERKETURUNAN

Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... Satu lagi Propaganda Murahan tapi beracun yang digelindingkan ...

Kamis, 29 Januari 2015



Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

Keputusan Menteri Perdagangan RI Rachmat Gobel menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 yang melarang Toko Pengecer dan Minimarket se-Indonesia menjual minuman beralkohol hingga 0 % , patut diapresiasi dan didukung sepenuhnya oleh masyarakat. 

Dengan Permendag tersebut maka seluruh Toko Pengecer dan Minimarket di seluruh Indonesia sama sekali tidak boleh lagi menjual minuman yang mengandung alkohol berapa persen pun kadarnya.

Walau pun perdagangan Miras di bawah 5 % masih diperbolehkan di Supermarket dan Hypermarket dengan syarat ditempatkan secara khusus dan hanya boleh diambilkan oleh petugas. Setidaknya dengan Permendag tersebut, maka ruang gerak penjualan Miras sudah jauh dipersempit, sehingga ke depan peluang pelarangannya secara total makin terbuka lebar.

Permendag tersebut memberi tenggang waktu kepada seluruh Toko Pengecer dan Minimarket se-Indonesia hingga tanggal 16 April 2015.

Memang sudah semestinya, Pemerintah memberi perlindungan kepada seluruh lapisan Masyarakat dari bahaya Miras. Dan ke depan, Pemerintah harus lebih serius untuk memberi perlindungan kepada rakyat secara maksimal, sehingga pelarangan Miras tidak boleh lagi setengah hati, tapi harus total dan menyeluruh. 

Karenanya, kepada segenap anggota masyarakat diserukan ikut mengontrol dan mengawasi secara ketat pelaksanaan Permendag tersebut, serta ikut berperan aktif untuk mendorong pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk bersama-sama menegakkan dan melaksanakannya.

Soal Miras telah dikupas tuntas dalam Web dan Fanpage kita ini pada tanggal 25 Desember 2014, silakan lihat kembali melalui Link berikut : http://www.habibrizieq.com/2014/12/miras.html

Alhamdulillaahi Robbil 'Aalamiiin ...

Toko Pengecer & Minimarket Se Indonesia Dilarang Total Menjual Miras

Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... Keputusan Menteri Perdagangan RI Rachmat Gobel menerbitkan Per...

Rabu, 28 Januari 2015



Bismillaah wal Hamdulillaah  ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

Kaum Liberal menyebarkan PROPAGANDA murahan tapi BERACUN, yaitu berupa Racun Pemikiran yang sangat mematikan akal dan nalar, serta bisa merontokkan Aqidah, Syariah dan Akhlaq MASYARAKAT AWAM di kalangan muslimin.

Berikut aneka PROPAGANDA LIBERAL dan jawabannya.

1. PROPAGANDA SHALAT :

"Buat apa SHALAT kalau Riya' tidak Ikhlas, karena tidak diterima oleh Allah SWT. Lebih baik bersihkan hati dulu, nanti kalau sudah Ikhlas tidak Riya', maka baru Shalat agar diterima oleh Allah SWT."

TARGET :

Kalimat ini bertujuan untuk pembenaran meninggalkan Shalat dengan "dalih" pembersihan hati dulu.

JAWAB :

Wajib Shalat walau masih Riya' belum Ikhlas, karena Shalat adalah KEWAJIBAN AGAMA. Setiap muslim, ikhlas atau pun riya', rela atau pun terpaksa, tetap WAJIB mendirikan Shalat. 

Dan Shalat adalah BENTENG dari segala perbuatan KEJI dan MUNKAR, termasuk Riya', sebagaimana firman Allah SWT dalam QS.29.Al-'Ankabuut ayat 45 :

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

"Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan munkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Justru : Shalat adalah OBAT HATI yang bisa menyembuhkan dan menghilangkan penyakit hati seperti Riya dan 'Ujub. Bagaimana penyakit hati bisa sembuh tanpa mendirikan Shalat ?!

2. PROPAGANDA JILBAB :

"Lebih baik tidak pakai JILBAB, tapi hatinya baik, daripada pakai Jilbab tapi hatinya busuk."

TARGET :

Kalimat ini bertujuan untuk membenarkan pelepasan Jilbab dengan "dalih" yang penting hatinya baik.

JAWAB :

Jilbab adalah KEWAJIBAN AGAMA, baik si pemakai berhati baik mau pun buruk, maka Jilbab tetap WAJIB dikenakan oleh para Wanita Muslimah sesuai dengan ketentuan Syariat, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS.33.Al-Ahzaab ayat 59 :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Justru : Jilbab juga termasuk OBAT HATI yang akan ikut merangsang penyembuhan penyakit hati, sekaligus identitas muslimah yang jadi benteng dari segala gangguan.

Karenanya, lebih baik pakai jilbab dan berhati baik, daripada berhati baik tanpa jilbab, apalagi berhati busuk tanpa jilbab.

3. PROPAGANDA KEPEMIMPINAN :

"Lebih baik PEMIMPIN KAFIR asal jujur, adil, baik, cerdas dan pekerja keras, daripada PEMIMPIN MUSLIM yang khianat, jahat, bejat, bodoh dan pemalas."

TARGET :

Kalimat ini bertujuan untuk membolehkan orang Kafir memimpin umat Islam di wilayah mayoritas muslim.

JAWAB :

Berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah serta Al-Ijma' bahwasanya Orang Kafir HARAM memimpin umat Islam di negeri Islam atau di wilayah mayoritas muslim. 

Silakan lihat kembali : Dalil Qur'ani tentang Haramnya Orang Kafir Memimpin Muslim yang pernah dimuat Web dan Fan Page kita pada tanggal 23 September 2014. [https://www.facebook.com/photo.php?fbid=301430920057891]

Karenanya, lebih baik Pemimpin Muslim yang jujur, adil, baik, cerdas dan pekerja keras, daripada Pemimpin Kafir yang jujur, adil, baik, cerdas dan pekerja keras, apalagi Pemimpin Kafir yang khianat, jahat, bejat, bodoh dan pemalas.

4. PROPAGANDA POLITIK :

"Islam itu suci dan Ulama itu mulia, sedang POLITIK kotor. Karenanya, jangan bawa Islam dan Ulama ke dalam politik."

TARGET :

Kalimat ini bertujuan untuk menjauhkan Islam dan Ulama dari politik agar para Politisi Durjana bebas dan leluasa mengatur Negara dan Bangsa sesuai "Syahwat Syaithooniyyah" nya.

JAWAB :

Islam itu suci dan Ulama itu mulia, sedang politik itu PENTING untuk mengurus negara dan bangsa. Karenanya, hanya Islam suci dan Ulama mulia yang boleh masuk ke dalam politik agar tidak dikotori oleh para Politisi Durjana.

Karenanya, Islam menjadikan BAB KHILAFAH menjadi salah satu Bab penting dalam Fiqih Islam. Dan Rasulullah SAW bersama Khulafa Rasyidin rodhiyallaahu 'anhum, telah mempraktekkan POLITIK ISLAM yang benar lagi bersih untuk menjadi suri tauladan bagi segenap umat Islam.

5. PROPAGANDA TATHBIQ SYARIAH :

"SYARIAT ISLAM adalah aturan hukum yang bagus, saat diterapkan di zaman Generasi Terbaik "Shahabat", maka hasilnya bagus. Sedang zaman sekarang generasi umat Islam sangat lemah dan tidak bagus, sehingga tak mampu jalankan Syariah yang begitu paripurna. Karenanya, umat Islam saat ini jangan sibuk dengan perjuangan TATHBIQ SYARIAH dulu, tapi harus fokus kepada perbaikan diri sendiri dulu."

TARGET :

Kalimat ini bertujuan agar umat Islam tidak lagi menperjuangkan Tathbiq Syariah dengan "dalih" memperbaiki diri dulu. 

JAWAB :

Syariat Islam adalah aturan hukum yang bagus, dan selalu dijalankan oleh para Shahabat, sehingga menjadi Generasi Terbaik.

Nah, generasi zaman sekarang yang lemah dan kurang bagus, justru karena tidak jalankan Syariat Islam dengan baik.

Karenanya, generasi sekarang wajib mencontoh para Shahabat dalam menjalankan Syariah yang begitu paripurna, sehingga bisa menjadi generasi yang bagus juga.

INGAT : Dahulu para Shahabat sebelum masuk Islam merupakan Generasi Jahiliyah yang buruk, lalu masuk Islam dan menjalankan Syariah Islam, sehingga menjadi Generasi Terbaik sebagaimana dipuji oleh Allah SWT dalam QS.3.Aali 'Imraan ayat  110 :

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ 

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah."

Kesimpulannya, siapa yang ingin menjadi Generasi Terbaik, maka wajib perjuangkan Tathbiq Syariah, karena Syariah lah yang mampu merubah pribadi dan masyarakat menjadi Generasi Terbaik.

Hasbunallaahu WaNi'mal Wakiil ...

Ni'mal Maulaa WaNi'man Nashiir ...

PROPAGANDA

Bismillaah wal Hamdulillaah  ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... Kaum Liberal menyebarkan PROPAGANDA murahan tapi BERACUN, yai...

Selasa, 27 Januari 2015



Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

Taqwa ialah menjalankan segala perintah Allah SWT dan meninggalkan segala larangan-Nya untuk mengagungkan-Nya dengan semata-mata hanya mengharapkan Ridho-Nya.

PERINTAH DAN WASIAT ALLAH SWT

Taqwa adalah Perintah Allah SWT, sebagaimana firman-Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ 

"Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar Taqwa kepada-Nya." QS.3.Aali 'Imraan : 102.

Taqwa juga merupakan Wasiat Allah SWT :

 وَلَقَدْ وَصَّيْنَا ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ 

"Dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepada kamu; bertaqwalah kepada Allah." 
QS.4.An-Nisaa - 131.

PERAN DAN FUNGSI TAQWA

Dinukilkan oleh Sayyid Ahmad Al-Hasyimi rhm dalam kitab Mukhtaarul Ahaadiits, bahwa Imam Abu Ya'la rhm meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Sa'id Al-Khudri RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda :

عليك بتقوى الله فإنها جماع كل خير

"Wajib atasmu bertaqwa kepada Allah, karena sesungguhnya Taqwa itu Himpunan segala kebaikan."

Dan Imam As-Suyuthi rhm menukilkan dalam kitab Al-Jaami' Ash-Shogiir dari riwayat Imam Ath-Thabrani rhm dalam kitab Al-Mu'jam Al-Kabiir, sebuah wasiat Nabi SAW kepada Abu Dzarr Al-Ghiffaari RA :

أصيك بتقوى الله فإنه رأس الأمر كله

"Aku wasiatkan kepadamu dengan Taqwa kepada Allah, maka sesunggunhnya Taqwa itu kepala segala urusan."

MANFAAT TAQWA

Al-Imam Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad Ba 'Alawi rhm dalam kitabnya "An-Nashoo-ih Ad-Diiniyyah wal Washooyaa Al-iimaaniyyah" dalam bab pertama menguraikan tentang MANFAAT TAQWA dengan uraian yang singkat padat dan ringkas jelas serta penuh hikmah, antara lain :

1. Penjagaan Ilahi

وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

"Bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa." QS.2.Al-Baqarah : 194.

2. Ilmu Ladunii dari sisi Allah SWT

وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

"Dan bertaqwalah kepada Allah, niscaya Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." QS.2.Al-Baqarah : 282.

3. Pembeda Haq dan Bathil
4. Penghapus Kesalahan
5. Pengampun Dosa

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

"Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu PEMBEDA (antara Haq san Bathil). Dan kami HAPUSKAN kesalahan-kesalahanmu, serta AMPUNI (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar." QS.8.Al-Anfaal : 29.

6. Keselamatan dari Azab
7. Penghilang Duka

وَيُنَجِّي اللَّهُ الَّذِينَ اتَّقَوْا بِمَفَازَتِهِمْ لَا يَمَسُّهُمُ السُّوءُ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

"Dan Allah SELAMATKAN orang-orang yang bertaqwa karena kemenangan mereka, mereka tiada disentuh oleh AZAB, dan tidak pula BERDUKA CITA." QS.39. Az-Zumar : 61.

8. Solusi dari problem
9. Rejeki tanpa diduga

... وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا ، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ...

" ... Dan barangsiapa  bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya SOLUSI (jalan keluar). Dan memberinya REJEKI dari arah yang tiada disangka-sangkanya ... " QS.65.Ath.Thalaaq : 2 - 3.

10. Kunci Kemudahan

 وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا

"Dan barang -siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah jadikan baginya KEMUDAHAN dalam urusannya." QS.65.Ath-Thalaaq : 4.

11. Ganjaran Besar

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا

"Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan MELIPAT GANDAKAN PAHALA baginya." QS.65.Ath.Thalaaq : 5.

12. Pintu Keberkahan

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ 

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka BERKAH dari langit dan bumi." QS.7.Al-A'raaf : 96.

13. Keselamatan dari Neraka

 ثُمَّ نُنَجِّي الَّذِينَ اتَّقَوا وَّنَذَرُ الظَّالِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا

"Kemudian Kami SELAMATKAN orang-orang yang bertaqwa dan membiarkan orang-orang yang zalim di dalam NERAKA dalam keadaan berlutut." QS.19.Maryam : 72.

14. Janji Surga

إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ عِندَ رَبِّهِمْ جَنَّاتِ النَّعِيمِ

"Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertaqwa (disediakan) SURGA-SURGA yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya." QS.68.Al-Qalam : 34.

15. Kemuliaan Dunia Akhirat

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ 

"Sesungguhnya orang yang TERMULIA di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling Taqwa di antara kamu." QS.48.Al-Hujuraat : 13.

DOA 

Ya Allah ... Jadikanlah kami sebagai pecinta-Mu dan pecinta Rasul-Mu ...

Ya Allah ... Jadikanlah kami sebagai orang-orang yang bertaqwa ... yang selalu melaksanakan segala perintah-Mu ... dan senantiasa meninggalkan segala larangan-Mu ... hanya untuk mengagungkan-Mu ... demi untuk meraih Ridho-Mu ... 

Aamiiin.


TAQWA

Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... Taqwa ialah menjalankan segala perintah Allah SWT dan meningga...

Minggu, 25 Januari 2015


Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

Sebuah Pusat Penelitian dan Pengkajian Strategi tentang Islam dan Timur Tengah di Santa Monica - California di Amerika Serikat, yang bernama Rand Corporation (RC), telah melakukan penelitian tentang Gerakan Islam di seluruh Dunia selama puluhan tahun.

Hasil penelitian lembaga ini telah diturunkan dalam bentuk sejumlah Laporan Resmi yang antara lain berjudul :

1. Civil Democratic Islam yang dibuat pada tahun 2003.

2. Building Moderate Muslim Networks yang dibuat pada tahun 2007.

Laporan RC menjadi referensi penting bagi National Intelligent Council yang disingkat NIC yaitu sebuah Dewan Intelijen Nasional AS yang membawahi 15 Badan Intelijen dari 15 Negara.

KLASIFIKASI GERAKAN ISLAM

Dalam berbagai laporan hasil kajiannya, RC memetakan Gerakan Islam di Dunia sesuai "Kepentingan Barat". RC membuat Klasifikasi Gerakan Islam lengkap dengan uraian karakter, ciri, status dan cara penanganan tiap kelompok. RC membagi Gerakan Islam di Dunia menjadi empat kelompok, yaitu :

Pertama, Kelompok Fundamentalis yaitu kelompok Islam yang Pro Khilafah dan Pro Tathbiq Syariah serta Anti Demokrasi dan sangat Kritis terhadap pengaruh Barat. Kelompok ini oleh RC diberi status "BAHAYA", sehingga penanganannya harus "DIHABISI", karena kelompok ini "MUSUH BARAT".

Kedua, Kelompok Modernis yaitu kelompok Islam yang Anti Khilafah dan Anti Tathbiq Syariah serta Pro Demokrasi, tapi tetap Kritis terhadap pengaruh Barat. Kelompok ini oleh RC diberi status "AMAN", sehingga penanganannya harus "DIRANGKUL", walau terkadang masih mengkritisi Barat saat "kepentingan" mereka terganggu. Namun kelompok ini tetap dianggap "KAWAN BARAT".

Ketiga, Kelompok Liberalis yaitu kelompok Islam yang Anti Khilafah dan Anti Tathbiq Syariah serta Pro Demokrasi dan menerima sepenuhnya pengaruh Barat. Kelompok ini oleh RC diberi status "AMAT AMAN", sehingga penanganannya harus "DIBESARKAN", karena kelompok ini adalah "ANTEK BARAT",

Keempat, Kelompok Tradisionalis yaitu kelompok Islam yang Pro Khilafah dan Pro Tathbiq Syariah serta juga Pro Demokrasi tapi tetap Kritis terhadap pengaruh Barat. Kelompok ini oleh RC diberi status "WASPADA", sehingga penanganannya harus "DIAWASI", karena Tiga dari Empat ciri kelompok ini sama dengan ciri Fundamentalis, sehingga jika sering bersentuhan dengan Fundamentalis, maka dengan sangat mudah menjadi Fundamentalis. Karenanya, kelompok Tradisionalis harus dijauhkan dari kelompok Fundamentalis, bahkan harus "DIADU-DOMBA".

STRATEGI DAN TAK TIK

Dalam laporan resminya, RC memaparkan secara detail tentang Strategi dan Tak Tik penanganan tiap Kelompok Islam sesuai pemetaan dan klasifikasi yang mereka buat, antara lain :

1. Stigmatisasi & Pencitraan

Kelompok Islam yang dinilai Anti Barat maka harus distigmatisasi sebagai kelompok intoleransi, anarkis, radikalis, ekstrimis dan teroris, dengan mengekspos secara besar-besaran segala bentuk berita sekecil apa pun terkait mereka, yang tidak disukai masyarakat, sekaligus menutup habis-habisan segala berita simpatik sebesar apa pun  tentang mereka, melalui semua media yang dikuasai Barat dan Anteknya.

Sebaliknya, Kelompok Islam yang dinilai Pro Barat maka harus dicitrakan sebagai kelompok toleran, santun, ramah dan lembut, dengan mengekspos secara besar-besaran segala bentuk berita sekecil apa pun terkait mereka, yang sangat disukai masyarakat, sekaligus menutup habis-habisan segala berita buruk sebesar apa pun tentang mereka, melalui semua media yang dikuasai Barat dan Anteknya.

2. Pengkerdilan & Pengagungan

Kelompok Islam yang dinilai Anti Barat maka harus dikerdilkan sehingga terkesan sebagai kelompok terbelakang, kaku, kolot, bodoh, tidak berpendidikan dan tidak kreatif.

Sebaliknya, Kelompok Islam yang dinilai Pro Barat maka harus dibesarkan dan dimajukan, sehingga terkesan sebagai kelompok modern, cerdas, maju, terhormat dan berpendidikan.

3. Pengucilan & Pengaktifan

Kelompok Islam yang dinilai Anti Barat maka harus dikucilkan dengan cara jangan diberi kesempatan sekecil apa pun dalam sistem kekuasaan, baik legislatif atau eksekutif atau pun yudikatif.

Sebaliknya, Kelompok Islam yang dinilai Pro Barat maka harus dimunculkan dengan cara diajak berperan aktif dalam sistem kekuasaan.

4. Pembusukan & Penyegaran

Kelompok Islam yang dinilai Anti Barat maka harus dibusukkan dengan cara susupi dan tunggangi serta adu domba dan pecah belah antar mereka sendiri

Sebaliknya, Kelompok Islam yang dinilai Pro Barat maka harus disegarkan dengan cara memberi segala bantuan materil mau pun spirituil.

5. Pembunuhan & Perlindungan

Kelompok Islam yang dinilai Anti Barat maka harus dihabisi baik melalui pembunuhan karakter mau pun pelenyapan nyawa sekali pun jika diperlukan.

Sebaliknya, Kelompok Islam yang dinilai Pro Barat maka harus dilindungi dan dijaga serta selalu dibela dalam kondisi bagaimana pun.

INTROSPEKSI DIRI

Nah, jika kita ingin tahu posisi kita di mata Barat ada dimana, maka lihat saja karakter dan ciri diri kita berdasarkan standar pemetaan mereka tersebut.

Jika kita Pro Khilafah dan Pro Tathbiq Syariah serta Anti Demokrasi dan Kritis terhadap pengaruh Barat, baik kita lembut atau pun tegas, baik perorangan mau pun organisasi, maka kita masuk katagori Fundamentalis yang sangat berbahaya, sehingga harus dihabisi.

Kalau pun kita menerima Demokrasi, tapi tetap Pro Khilafah dan Tathbiq Syariah serta Kritis terhadap pengaruh Barat, maka kita masuk katagori Tradisionalis yang harus diwaspadai, sehingga mesti selalu diawasi. Dan bagaimana pun caranya harus ditunggangi untuk dijauhkan dari kelompok Fundamentalis, bahkan mesti diadu-domba.

Semoga kita tidak masuk katagori Modernis dalam arti dan definisi Barat yaitu Anti Khilafah dan Tathbiq Syariah, apalagi katagori Liberalis yang nyata-nyata jadi Antek Barat.

Semoga Allah SWT senantiasa melindungi seluruh Gerakan Islam yang Pro Khilafah dan Tathbiq Syariah dari makar musuh-musuhnya, dan selalu menyatukan mereka dalam kasih sayang sesama, serta memberi kemenangan dari Dunia hingga Akhirat.

Hasbunallaahu wa Ni'mal Wakiil ...

Ni'mal Maulaa wa Ni'man Nashiir ...

Adu Domba Gerakan Islam

Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... Sebuah Pusat Penelitian dan Pengkajian Strategi tentang Islam ...

Sabtu, 24 Januari 2015



KAISAR ROMAWI

Sayyiduna Abdullah ibnu Hudzaafah As-Sahmi RA adalah seorang Shahabat Nabi SAW yang pernah bertemu dan bertatap muka langsung dengan Kisra Persiadan Kaisar Romawi.

Pada bagian pertama telah dipaparkan pertemuan Abdullah RA dengan Kisra Persia (Baca: http://goo.gl/bXjBfu). Kini akan dipaparkan pertemuan Abdullah RA dengan Kaisar Romawi.

KAISAR ROMAWI

Pertemuan Abdullah ibnu Hudzaafah As-Sahmi RA dengan Kaisar Romawi terjadi pada tahun 19 H di zaman Khalifah Sayyiduna Umar RA. 

Saat Abdullah RA bergabung dengan Mujahidin yang dikirim Khalifah Umar RA berperang melawan Kekaisaran Romawi, beliau bersama sejumlah Mujahidin lainnya jatuh ke tangan musuh menjadi tawanan perang.

Kaisar Romawi mendapat kabar bahwa di antara tawanan muslim ada seorang Shahabat Muhammad bernama Andullah ibnu Hadzaafah As-Sahmi. Kaisar sudah lama mendengar bahwa para Shahabat Muhammad adalah orang-orang yang terkenal dengan sabar dan tegar serta berani dalam membela agama Islam.

Kini, Kaisar ingin tahu langsung bagaimana karakter seorang Shahabat Muhammad, maka diperintahkanlah agar Abdullah dihadapkan ke depan Kaisar di Ruang Utama Istana untuk disaksikan oleh para menteri dan pejabat serta pengawalnya.

DIBUJUK

Di hadapan Kaisar Romawi, sang tawanan Abdullah RA berdiri dengan gagah sambil menghadap dan menatap Kaisar tanpa ada sedikit pun terlihat rasa takut atau khawatir.

Lalu Kaisar membujuk Abdullah RA agar menjadi Nashrani, dan Kaisar menjanjikan akan membebaskan Abdullah RA serta memuliakan kedudukannya. Abdullah RA dengan tenang tapi tegas menjawab :

" Jauh sekali, tak kan pernah terjadi. Sesungguhnya kematian lebih aku suka seribu kali daripada mengikuti ajakanmu."

Selanjutnya Kaisar menawarkan Abdullah RA untuk menjadi salah satu pembesarnya dan akan dijadikan raja di salah satu wilayah Kekaisaran Romawi. Maka Abdullah RA pun menjawab tanpa ragu :

"Andaikan engkau berikan seluruh milik Romawi dan seluruh milik bangsa Arab, agar aku keluar dari agama Muhammad walau hanya sekejap mata, tak kan pernah aku lakukan."

DIANCAM

Melihat sikap Abdullah RA yang tetap teguh kepada agama Islam, maka Kaisar pun mengancam akan membunuhnya. Mendengar ancaman itu, Abdullah RA menanggapi singkat :

"Silakan kau lakukan apa yang kau mau."

Kaisar pun memerintahkan para pengawalnya untuk mengikat Abdullah RA di kayu salib. Lalu membisikkan Ahli Pemanahnya untuk memanah Abdullah RA, tapi Kaisar diam-diam berpesan agar jangan dikenakan sasaran, cukup di sekitar tangan kaki dan badan, untuk menakut-nakuti Abdullah RA, sambil terus memaksanya agar masuk Nashrani. Namun hasilnya, Abdullah RA tetap tak gentar menghadapi ancaman.

DISIKSA

Selanjutnya, Abdullah RA dijebloskan ke penjara, lalu disiksa atas perintah Kaisar, tapi tetap dalam batasan agar Abdullah RA tetap hidup, karena Kaisar tetap penasaran untuk menashranikannya.

Namun Abdullah RA tetap bertahan dengan Iman dan Islam. Lalu Kaisar memerintahkan agar Abdullah RA tidak diberikan makan mau pun minum hingga kelaparan dan kehausan. Tatkala Abdullah RA sudah sungguh kelaparan dan kehausan, maka atas perintah Kaisar disuguhkan Daging Babi dan Khamar.

Abdullah RA menolak Babi dan Khamar, walau pun saat itu ia dalam keadaan darurat yang membolehkannya untuk memakan dan meminumnya untuk menyelamatkan hidupnya. 

Abdullah RA menolak Babi dan Khamar, karena ia tahu kelicikan Kaisar yang ingin merendahkan ketegaran iman para Shahabat Nabi SAW, sekaligus ingin menghinakan iman kaum muslimin. Karenanya, untuk "Izzul Islaam wal Muslimiin" yaitu "Kemuliaan Islam dan Kaum Muslimin", Abdullah RA lebih rela mati kelaparan dan kehausan daripada Islam dan Kaum Muslimin dihinakan.

PEMBUNUHAN KEJI

Akhirnya, Kaisar memerintahkan Abdullah RA untuk dihadirkan kembali di hadapannya. Kali ini, Kaisar sudah menyiapkan Kuali Besar yang diisi minyak dan dipanaskan dengan api. Lalu Kaisar menghadirkan dua tawanan muslim lainnya, seraya mengancam akan membunuh mereka berdua jika Abdullah RA tidak mau masuk Nashrani. 

Abdullah RA pun tetap bertahan dalam Iman dan Islam, sehingga satu per satu kedua tawanan muslim tersebut dimasukkan dalam Kuali Besar yang berisi minyak panas dan mati syahid di dalamnya.

Karena Abdullah RA tetap teguh dengan Iman dan Islam, dan Kaisar pun sudah tidak punya cara lagi untuk meluluh-lantakkan keteguhan Iman Abdullah RA, akhirnya Kaisar memerintahkan para pengawalnya untuk melemparkan Abdullah RA ke dalam Kuali Besar berisi minyak mendidih yang telah melalap kedua tawanan muslim shahabatnya.

SEJUTA NYAWA

Saat Abdullah RA hendak dicampakkan dalam kuali, tiba-tiba Kaisar melihat Abdullah RA meneteskan air mata, maka Kaisar menghentikan para pengawal, karena Kaisar mengira bahwa sikap Abdullah RA mulai goyah dan ada tanda-tanda takut mati, sehingga Kaisar merasa masih ada peluang untuk menashranikannya.

Kemudian Kaisar kembali menawarkan kebebasan dan kesenangan untuk Abdullah RA jika mau masuk Nashrani. Lagi-lagi Abdullah RA tetap menolak. Kaisar pun marah besar : "Celaka kau, lalu kenapa kau menangis ?!"

Abdullah RA pun menjawab : " Aku meneteskan air mata, karena aku menyesal kenapa nyawaku cuma satu untuk dikorbankan di jalan Allah. Padahal aku berharap memiliki nyawa sebanyak bulu dan rambut yang ada di badanku, sehingga satu per satu nyawa aku korbankan di jalan Allah."

Kaisar Romawi terkejut dan terperangah melihat keteguhan, dan ketegaran serta kedahsyatan Iman Shahabat Muhammad. Kaisar menggelengkan kepala terkagum-kagum dan terheran-heran, sekaligus mengakui bahwa berita tentang keheroikan para Shahabat Muhammad bukan isapan jempol belaka.

Akhirnya, Kaisar menawarkan kebebasan Abdullah RA dengan syarat ia mencium jidat Kaisar. Abdullah RA sempat diam sejenak, tapi akhirnya Andullah menerima tawaran itu, tapi dengan syarat bersamanya dibebaskan semua tawanan muslim. Kaisar setuju, lalu Abdullah RA mencium jidatnya, kemudian Kaisar membebaskan Abdullah RA bersama seluruh tawanan muslim, serta melepas mereka kembali ke Madinah.

KHALIFAH UMAR RA MENANGIS

Sesampainya di Madinah, Khalifah Umar RA dan masyarakat Madinah menyambut Abdullah RA dan kawan-kawan dengan gembira dan bahagia. Mereka semua berkumpul bersama Khalifah Umar RA meminta Abullah RA dkk menceritakan apa yang dialami mereka.

Mendengar cerita Abdullah RA maka Khalifah Umar RA dan masyarakat Madinah menangis haru, lalu Khalifah berkata kepada semua orang yang hadir :

"حق على كل مسلم أن يقبل رأس عبد الله بن حذافة . وأنا أبدأ بذلك "

"Wajib atas tiap muslim untuk mencium jidat Abdullah ibnu Hudzaafah, dan aku yang memulainya."

Khalifah Umar RA pun mencium jidat Abdullah RA, lalu kemudian seluruh umat Islam yag hadir di secara bergantian mencium jidat Abdullah RA penuh rasa haru.

Rodhiyallaahu 'an Abdillaah ibni Hudzaafah As-Sahmi wa 'an Jamii'ish Shohaabah ...

Allaahummaj'alnaa Mimman Yuhibbu Shohaabati Rosuulillaah ... wa Mimman iqtadaa bihim ... Aaamiiiin ...

Kisah Shahabat 5: ABDULLAH IBNU HUDZAAFAH RA (Bagian 2)

KAISAR ROMAWI Sayyiduna Abdullah ibnu Hudzaafah As-Sahmi RA adalah seorang Shahabat Nabi SAW yang pernah bertemu dan bertatap muka langsung ...

Jumat, 23 Januari 2015



Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

KISRA PERSIA

Sayyiduna Abdullah ibnu Hudzaafah As-Sahmi RA adalah seorang Shahabat Nabi Muhammad SAW yang pernah bertemu dan bertatap muka langsung dengan Kisra Persia dan Kaisar Romawi. Di kedua pertemuannya dengan pembesar Dunia kala itu ada kisah tersendiri yang menarik.

RASULULLAH SAW MENYURATI PEMBESAR DUNIA

Di tahun 6 H, Rasulullah SAW mengutus para Shahabatnya membawa suratbeliau SAW kepada para Raja, Kaisar, Kisra serta pembesar-pembesar Dunia lainnya, untuk berda'wah mengajak mereka masuk ke dalam agama Islam.

Salah satu utusan Nabi SAW adalah Abdullah ibnu Hudzaafah As-Sahmi RA yang diutus membawa suratuntuk Kisra penguasa Persia.

BERTEMU KISRA

Saat Abdullah RA sampai di Istana Sang Raja Persiadan meminta izin untuk menghadap, maka ia diizinkan bertemu Kisra yang dikelilingi para menteri dan pejabat serta pengawalnya di ruang utama Istana.

Abdullah RA berdiri tegak dan gagah penuh wibawa di depan Kisra yang duduk di singgasananya. Lalu Kisra memerintahkan pengawalnya untuk mengambil suratNabi SAW dari tangan Abdullah RA, tapi Abdullah RA menolak seraya berkata dengan tegas : "Aku diperintahkan Rasulullah SAW untuk menyerahkan surat ini langsung di tangan anda. Dan aku tidak akan melanggar perintahnya."

Mendengar itu, Sang Kisra mempersilahkan Abdullah RA untuk mendekat dan menyerahkan langsung suratnya. Lalu Kisra pun membuka surat dan meminta penterjemahnya untuk membaca dan menterjemahkan surat tersebut. Sang penterjemah membaca pembuka suratyang berbunyi :

"بسم الله الرحمن الرحيم . من محمد رسول الله إلى كسرى عظيم فارس . سلام على من اتبع الهدى ."

"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad Utusan Allah kepada Kisra Pembesar Persia. Salam sejahtera atas orang yang mengikuti petunjuk."

KISRA MURKA

Baru pembuka yang dibaca dan diterjemahkan, Kisra sudah langsung murka, karena Nabi SAW menyebut namanya terlebih dahulu sebagai utusan Allah SWT, baru menyebut nama Kisra. 

Dengan emosi Kisra merampas Surat tersebut dan tanpa mau tahu isinya lagi, ia langsung merobek-robeknya seraya berkata dengan sombong dan angkuh : "Beraninya dia berbuat ini, sedang dia adalah budakku ?!!!"

Abdullah RA pun diusir oleh Kisra, lalu diseret keluar istana oleh para pengawal. Abdullah RA hanya tawakkal kepada Allah SWT tentang nasib apa yang akan menimpanya. 

LARI DARI PERSIA

Di luar istana, tatkala para pengawal lengah karena sibuk dan panik dengan kemurkaan Kisra, ia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk segera melompat ke kudanya dan menunggangnya serta langsung memacunya bergegas meninggalkan lokasi.

Selang tak berapa lama, Kisra kembali memanggil para pengawal untuk menyeret Abdullah RA ke hadapannya, namun Abdullah RA sudah tidak ada di tempat. 

Parapengawal pun berusaha mengejar Abdullah RA dengan pasukan berkudanya, tapi tetap tidak berhasil mendapatkan Abdullah RA, karena Abdullah RA telah memacu kudanya dengan sangat cepat kembali menuju Madinah.

DOA NABI SAW

Sesampainya di Madinah, Abdullah RA melaporkan semua kejadian kepada Rasulullah SAW. Mendengar Kisra merobek-robek suratNabi SAW, maka beliau hanya mengatakan :

"مزق الله ملكه ."

"Semoga Allah merobek-robek kerajaannya."

UTUSAN KISRA

Kisra Persia masih murka terhadap Nabi SAW, dan penasaran ingin tahu lebih banyak tentangnya. Maka Kisra menyurati Gubernurnya di Yaman, yang bernama Baadzaan, agar mengirim dua orang yang tangguh dan terpercaya untuk mencari Nabi SAW dan secepatnya membawanya menghadap Kisra.

Baadzaan pun mengirim dua orang utusannya atas nama Kisra ke Hijaz untuk mencari kabar tentang Rasulullah SAW. Di Thoif, kedua utusan Baadzaan bertemu dengan pedagang Kafir Quraisy dari Mekkah yang mengabarkan bahwa Rasulullaah SAW tinggal di Madinah.

Kedua utusan Baadzaan segera bergegas ke Madinah. Dan para pedagang Kafir Quraisy membawa berita gembira kepada musyrikin Quraisy di Mekkah bahwasanya Kisra Persia telah murka kepada Muhammad dan mengirim utusan untuk menangkap dan membunuhnya.

KEMATIAN KISRA

Di Madinah, kedua utusan Baadzaan bertemubNabi SAW dan memintanya agar ikut mereka menghadap Kisra, dan mengancam jika Nabi SAW menolak maka Kisra akan sangat murka, sehingga akan membahayakan keselamatan Nabi SAW, bahkan membahayakan seluruh pengikutnya.

Rasulullah SAW hanya tersenyum mendengar ancaman tersebut, lalu beliau mempersilakan kedua utusan untuk istirahat dulu, dan meminta mereka kembali bertemu Nabi SAW di hari berikutnya.

Keesokan harinya, kedua utusan Kisra menemui Nabi SAW dan menanyakan kesiapannya untuk segera berangkat menghadap Kisra. Lalu Rasulullah SAW mengatakan kepada mereka : 

"Setelah hari ini kalian tidak akan lagi bertemu dengan Kisra, karena dia sudah dibunuh oleh anaknya sendiri yang bernama Syirawaih." 

Nabi SAW pun menyebutkan hari dan tanggal pembunuhannya. Kedua Utusan Kisra pun terkejut. Lalu Nabi SAW mempersilahkan mereka kembali ke Baadzaan untuk mengabarkan berita tersebut, sekaligus menyampaikan bahwasanya Islam akan menguasai Persia, sehingga jika Baadzaan masuk Islam, maka ia akan tetap ada dalam jabatan dan kekuasaannya.

KEISLAMAN BAADZAAN

Sesampainya kedua utusan tersebut ke Yaman dan menemui Baadzaan, lalu menceritakan apa yang dilihat dan didengar dari Rasulullah SAW, maka Baadzaan pun berkata : "Jika apa yang dikatakan Muhammad itu benar, maka ia adalah betul-betul seorang Nabi."

Tidak berapa lama, Baadzaan mendapat suratdari Syirawaih putra Kisra, yang mengabarkan bahwa ia telah membunuh ayahnya sendiri, lengkap dengan hari dan tanggal kejadiannya, yang sama percis dengan apa yang dikabarkan Nabi SAW. Dan Syirawaih meminta Baadzaan untuk tetap setia kepadanya selaku penguasa baru Persia.

Melihat kebenaran berita Nabi SAW, maka Baadzaan pun yakin akan Kenabian Muhammad SAW, lalu ia masuk Islam bersama para pengikutnya. Dan Rasulullah SAW tetap menempatkan Baadzaan sebagai penguasa Yaman.

BUKTI KENABIAN 

Bukti Kenabian Rasulullah SAW dalam soal Kisra Persiatidak hanya terbatas soal berita kematiannya. Namun Doa Nabi SAW untuk kehancuran Kekaisaran Persiadan Info Nabi SAW bahwasanya Islam akan menguasai Persia di kemudian hari terwujud dan terbukti.

Di zaman Kekhalifahan Sayyiduna Umar ibnul Khaththab RA, Kekaisaran Persiatumbang di tangan Pasukan Sayyiduna Sa'ad ibnu Abi Waqqaas RA, lalu sejak itu Persia berada di bawah Kekhilafahan Islam.


Subhaanallaahi wal Hamdulillaahi wa Laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar ...

Kisah Shahabat 5: ABDULLAH IBNU HUDZAAFAH RA (Bagian 1)

Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... KISRA PERSIA Sayyiduna Abdullah ibnu Hudzaafah As-Sahmi RA ada...

 

© 2015 - Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile