Selasa, 25 Februari 2014

Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 sudah di pelupuk mata. Maka sebaiknya umat Islam lebih focus pada pemenangan Pemilu agar bisa meraih kekuasaan.

Demikian anjuran Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab. Habib Rizieq menganjurkan umat Islam merapatkan barisan dan berperan dalam Pemilu 2014. Jika umat tidak segera mengambil alih, maka pihak lainnya yang justru tidak ingin syariat Islam ditegakkan, yang berkuasa.

“Saya bukan orang partai. Saya tidak pernah mencalonkan diri jadi Presiden atau jadi Caleg sekalipun. Tidak! Tapi, saya mendukung saudara-saudara saya yang berjuang melalui sistem masuk ke DPR. Rebut ini kekuasaan! Umat Islam wajib untuk berkuasa di Republik ini,”katanya berapi-api. Ucapannya langsung disambut pekik “Allahuakbar!!” ratusan simpatisan FPI Ahad siang (23/02/2014),di ruang ibadah utama masjid Masjid Agung Al Azhar, Jakarta dalam acara  Pengajian Politik Islam (PPI).

Tidak hanya itu,  mantan Ketua Umum FPI itu terus menggelorakan semangat jamaah dan berharap persatuan umat Islam dalam Pemilu menjadi jalan bagi kebangkitan Islam.

“Ini Pemilu sudah dekat, ini negeri harus kita direbut. Kekuasaan harus ada ditangan umat Islam. Maka itu saudara, jangan sia-siakan kesempatan! Besok, di dalam Pemilu, baik pemilihan calon legislative (Caleg) maupun calon presiden (Capres) yang akan datang, umat Islam hanya boleh pilih -Caleg- yang siap menangkan syariat Islam, saudara. Takbiir! Siap menangkan Islam? Siap menangkan Syariat?” ucapnya dengan lantang.

Peraih gelar sarjana jurusan Studi Agama Islam (Fikih dan Ushul), King Saud University (S1), Riyadh, Arab Saudi itu meminta para calon legislatif  (Caleg) membuat perjanjian hitam di atas putih yang menyatakan komitmennya memperjuangkan peraturan dan Undang-Undang sesuai syariat Islam.

Kalau perlu, ujar Habib Rizieq,  janji para Caleg tertulis di baliho, spanduk dan kartu nama mereka.

“Buat kartu nama, taruh fotonya, partainya, jangan lupa alamat dan nomor telepon, supaya kalau berkhianat bisa kita datengin buat kita seret, gantung di Monas. Setuju! Setuju!”

Sebagaimana biasa, gayanya yang lantang dan suaranya yang keras terdengar sampai ke jalan raya di luar masjid.

Lebih jauh ia juga menyinggung demokrasi yang oleh sebagian kalangan masih dianggap subhat.

“Saya tidak mau berdebat. kalau ada yang mengatakan ini kan demokrasi  hukumnya haram. Sudahlah, terlalu panjang kalau kita berdebat. Ini pertempuran sudah di depan mata. Kita jangan ribut, tapi rebut dulu. Habis rebut, baru ribut. Ini kekuasaan belum kita rebut tapi sudah ribut. Kacau tidak? Akhirnya, besok direbut orang lain. Betul?” ucapnya lantang dan kembali disambut pekik takbir para jamaah.*

Rep: Rias Andriati
Editor: Cholis Akbar

Sumber: hidayatullah.com

Rebut Dulu Kekuasan, Baru Ribut!

Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 sudah di pelupuk mata. Maka sebaiknya umat Islam lebih focus pada pemenangan Pemilu agar bisa meraih kekuasaan....

Minggu, 23 Februari 2014

Pasca letusan dahsyat Gunung Kelud pada hari Kamis 13 Februari 2014, masih ribuan warga yang hidup sangat sengsara di tempat pengungsian yang serba kesulitan. Beberapa tim bantuan masih terus berupaya mengurangi derita para korban. Salah satunya adalah relawan FPI yang masih bertahan hingga kini di sejumlah lokasi bencana. Puluhan ribu warga telah dievakuasi akibat musibah ini dan masyarakat masih membutuhkan bantuan untuk mengatasi berbagai kebutuhan sehari-hari.

Front Pembela Islam (FPI) sebagai salah satu ormas Islam yang giat melakukan aktivitas kemanusiaan, sejak awal terjadi letusan Gunung Kelud sudah mendapat instruksi langsung dari Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Muhammad Rizieq Syihab. “Kepada DPD FPI Jatim wajib segera membuka Posko Kemanusiaan FPI untuk Gunung Kelud dilokasi terdekat dengan tempat bencana, dan secepatnya kirim relawan untuk distribusi bantuan dan evakuasi korban, serta buat Tenda pengungsi, Dapur Umum, Klinik Darurat, Sumur dan MCK”. Demikian instruksi Habib Rizieq, Jum’at 14 Februari 2014.

Dengan cepat Posko Relawan Kemanusian FPI untuk Gunung Kelud menyebar di sejumlah titik lokasi bencana. Berbagai bantuan mayarakat pun banyak yang disalurkan melalui Posko Relawan FPI, antara lain, Mie Instan, Air Mineral, Sembako, Susu Bayi, Sabun, Shampoo, Beras, dan obat-obatan. Tentu kehadiran relawan FPI sangat membantu bagi para korban bencana.

Selain kebutuhan pokok tersebut, menurut koordinator lapangan, Ustadz Abdullah Ali MD, saat ini yang tidak kalah penting yang dibutuhkan adalah air termasuk sejumlah toren tempat penampungan air. “Warga setempat masih banyak yang mengeluhkan soal air, mereka sudah mendapat bantuan sembako. Tapi kalau ga ada air yang percuma saja”, kata Abdullah, kepada redaksi fpi.or.id, Selasa 18 Februari 2014.

Abdullah menuturkan, masih banyak lokasi yang tidak terjangkau. Mereka para korban masih berharap bantuan. “Adakah yang meminta jutaan? adakah yang meminta ratusan ribu? sesungguhnya 1000 rupiah bermakna bagi saudara anda yang dalam musibah”, lanjut Ustadz Abdullah.

Demikian sekilas laporan Kegiatan Sosial FPI JATIM di Lokasi bencana Gunung Kelud. Semoga Bantuan bisa bertambah karena banyak lokasi di area 10 km belum tersentuh bantuan.

DPC FPI Singosari Malang Menerima Penyaluran Bantuan Bagi Korban Bencana Gunung Kelud, Baik Berupa Barang Siap Pakai Maupun Berupa Uang. Bantuan dapat diserahkan ke Markas Cabang DPC FPI SINGOSARI JL.Suropati RW 01 Kelurahan Losari Kecamatan Singosari -Malang.

Berikut adalah foto-foto dokumentasi relawan FPI:
















Sebuah Dokumentasi video:
















FPI "Beraksi" di Lokasi Bencana Gunung Kelud

Pasca letusan dahsyat Gunung Kelud pada hari Kamis 13 Februari 2014, masih ribuan warga yang hidup sangat sengsara di tempat pengungsian yan...

Senin, 03 Februari 2014

Jakarta (SI Online) - Acara-acara televisi saat ini kebanyakan isinya merusak akhlaq dan merusak moral. Tv-tv nasional setiap hari acaranya mengajak masyarakat untuk joged dan lawakan. Demikian keprihatinan yang disampaikan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq saat pengajian bulanan di Markaz Syariah, Petamburan, Jakarta, pada Ahad (2/2/2104).

"Setiap waktu masyarakat diajak joged dari pagi ke pagi, diajak ngelawak kaya topeng monyet. Belum pornografi, paha, puser, ketek, tiap hari ditampilkan di tv, dan tiap hari ditampilkan juga bencong. Mau dibikin apa ini negeri?" ujar Habib Rizieq.

Habib Rizieq juga prihatin dengan banyaknya blok-blok TV satelit yang meminta masyarakat bayar tapi siarannya merusak khususnya bagi anak-anak dirumah. 

"Udah gitu kita ada yang disuruh langganan. Begitu kita bayar, kita disajikan dirumah kita tayangan-tayangan untuk merusak anak-anak kita. Ini prihatin, kita disuruh bayar untuk merusak anak-anak kita sendiri," ungkap Habib Rizieq.

Berkenaan dengan kondisi tersebut, rencananya FPI yang dibantu oleh para ahli multimedia akan membuat FPI TV. Habib Rizieq pun optimis TV Islam akan bisa dibuat jika umat Islam bersatu.

"Sebenarnya mudah jika umat Islam mau bersatu untuk punya TV. Alaykum bil jamaah faina yadallah maal jamaah, wajib atas kaum muslimin berjamaah karena pertolongan Allah akan datang pada kaum yang berjamaah," terang Habib Rizieq.


"Kita bisa lakukan jika mau bersatu, mari kita niatkan ikhlas berdakwah untuk menyelamatkan umat. Insyaallah kedepan TV Islam akan jaya di negeri mayoritas Islam ini," tegasnya.

Sumber: Suara Islam Online

Habib Rizieq : Insyaallah FPI Akan Buat TV Islam

Jakarta (SI Online) - Acara-acara televisi saat ini kebanyakan isinya merusak akhlaq dan merusak moral. Tv-tv nasional setiap hari acaranya...

 

© 2015 - Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile