Senin, 29 Juni 2015



Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

Semenjak pertunjukan Baca Al-Qur'an dengan Langgam "Seni Budaya Pertunjukan Dalang Pewayangan" di Istana Presiden RI dalam acara Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW pada tanggal 15 Mei 2015, maka spontan bergulir dengan cepat “Gerakan Buka Kedok Jemaat Islam Nusantara” disingkat GEBUK JIN.

BELA DIRI

Para Tokoh JIN serta merta membela diri dengan meredefinisi ISLAM NUSANTARA sebagai ajaran Islam yang lembut dan santun serta sejuk, sehingga sesuai dengan Adat Ketimuran Nusantara.

Lalu ISLAM NUSANTARA didefinisikan sebagai Islam yang mengakui perbedaan, menghargai kemajemukan, menghormati keragaman, suka dialog, dan lain sebagainya yang diklaim sebagai bagian adat dan tradisi Nusantara.

Soal Baca Al-Qur'an dengan Langgam "Seni dan Budaya Pertunjukan Dalang Pewayangan", mereka pelintir sebagai Langgam Loghat dan Dialeg Kesukuan, sehingga mereka bisa bersembunyi di balik "Khilafiyah" terkait Cengkok Suara yang tak terhindarkan.

DUSTA JIN

Andaikata benar makna ISLAM NUSANTARA seperti yang mereka sebutkan tadi, maka tentu tidak akan menimbulkan protes keras dari umat Islam.

Namun JIN berdusta dan berbohong, karena faktanya ISLAM NUSANTARA yang mereka propagandakan adalah ajaran RASIS dan FASIS yang ANTI ARAB. Dan sudah jelas juga bahwa mereka ingin mengubah ISLAM sesuai hawa nafsu mereka, sebagaimana telah kita uraikan dengan panjang lebar dalam forum ini pada beberapa waktu yang lalu.

Ditambah lagi, Tokoh-Tokoh JIN yang ada saat ini adalah orang-orang yang selama ini menjadi Tokoh LIBERAL, bahkan Tokoh Sentralnya.

SERANG BALIK

Para Tokoh JIN marah besar lantaran rencana jahat mereka terkait PRIBUMISASI ISLAM terbongkar, maka mereka pun melakukan serangan balik ke semua pihak yang menolak ISLAM NUSANTARA dengan aneka tuduhan dan fitnah, antara lain :

1. Bodoh tidak paham Fiqih.
2. Kaku tidak Luwes Keislamannya
3. Rendah Diri sehingga tunduk kepada Arabisasi.
4. Paranoid sehingga selalu mencurigai pembaharuan sebagai serangan terhadap Islam.
5. Anti Kebangsaan
6. Tidak Cinta Indonesia.
7. Anti Kebhinnekaan
8. Intoleransi
9. Anti Dialog
10. Perusuh

Dan lain sebagainya daripada label dan stempel jelek yang mereka berikan, karena mereka sudah tidak mampu berargumentasi secara ilmiah.

GALAU DAN KACAU

Intinya JIN kini galau karena rencananya berantakan dan hancur sebelum di"launching"kan secara matang dan resmi.

JIN semakin kacau, sehingga tidak lagi mampu berargumentasi secara ilmiah. Dan kini mereka pun senang melakukan "kekerasan" verbal terhadap lawan pendapatnya.

Akhirnya, JIN yang galau dan kacau memperlihatkan sifat aslinya, yaitu SOMBONG, HASUT dan DENDAM.

PERSELINGKUHAN SYIAH - LIBERAL

Sederetan Tokoh Syiah rame-rame mati-matian membela ISLAM NUSANTARA. Lihat saja Copy Twit dan Link berikut :


Tidak jelas alasan Para Tokoh Syiah tersebut membela ISLAM NUSANTARA. Entah murni karena memang Syiah mendukung Liberalisasi Islam, atau sekedar "Balas Budi" karena Liberal selama ini selalu membela Syiah, atau memang ada perselingkuhan pemikiran antara Liberal dan Syiah, atau jangan-jangan semuanya. Wallaahu A'lam.

Namun yang jelas, FPI punya pengalaman sendiri dengan Syiah dan Liberal :

1. Di tahun 2008, tatkala FPI bersama Ormas-Ormas Islam mengganyang AHMADIYAH dan Geng Liberal AKKBB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan), justru banyak Tokoh Syiah bersama Liberal yang membela mereka.

2. Di tahun 2010, tatkala FPI bersama Ormas-Ormas Islam mempertahankan UU Penodaan Agama di Mahkamah Konstitusi, justru para Tokoh Syiah bersama Liberal sedang berusaha membatalkannya melalui Mahkamah Konstitusi.

3. Di tahun 2013, tatkala FPI bersama Ormas-Ormas Islam menolak Pencapresan Jokowi karena khawatir Ahok akan naik jadi Gubernur Jakarta jika Jokowi menang, justru sederetan Tokoh Syiah bersama Liberal rame-rame kampanye buat Jokowi tanpa peduli Kepemimpinan di Jakarta yang akan berpindah ke Ahok.

4. Di tahun 2014, tatkala FPI bersama Ormas-Ormas Islam sedang berjuang melengserkan Si Kafir Ahok, justru tidak sedikit Tokoh Syiah bersama Liberal yang membela Ahok dan memujinya.

5. Kini, di tahun 2015, tatkala FPI bersama Ormas-Ormas Islam sedang menghadang Propaganda Liberal berupa JIN, justru para Tokoh Syiah dengan bangga membela JIN.

Kami berlindung kepada Allah SWT dari makar dan kejahatan JIN yang galau dan kacau. Semoga Allah SWT menghancurkan JIN yang galau dan kacau beserta gerombolannya sehancur-hancurnya.

Aamiiin ...


(Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab)

JIN GALAU

Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... Semenjak pertunjukan Baca Al-Qur'an dengan Langgam "S...

Minggu, 28 Juni 2015



Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

Salah satu Tak-Tik dalam Strategi Devide et Impera, yaitu Politik Adu Domba yang dilakukan Penjajah Belanda di Indonesia, adalah membenturkan Hukum Islam dengan Hukum Adat.

Dengan Tak-Tik tersebut, Belanda berhasil memecah belah perjuangan Rakyat Aceh yang terkenal paling solid dan paling gigih.

Dan dengan Tak-Tik itu pula, Belanda berhasil menyulut Perang Paderi di Padang - Sumatera Barat antara pengikut Imam Bonjol dengan para pelaku ma'siat atas nama adat.

Begitu pula di berbagai Daerah lain di Nusantara, Belanda terus mengobarkan permusuhan antara Ulama dan Pemuka Adat.

Pembenturan Hukum Islam dan Hukum Adat di berbagai negeri merupakan salah satu Tak-Tik unggulan Zionis Internasional melalui Gerakan Freemasonry dan Illuminaty.

Kini, kelahiran ISLAM NUSANTARA merupakan Babak Baru dalam pembenturan Hukum Islam dan Hukum Adat.

Dan Episode kali ini dipastikan lebih berbahaya dan akan sangat sengit, karena Jemaat Islam Nusantara (JIN) menggunakan Dalil-Dalil ajaran Islam untuk pembenaran paham sesat mereka.

Ditambah lagi, JIN telah menyusup ke berbagai Perguruan Tinggi dan Instansi Pemerintah, serta menunggangi sejumlah "Ormas Islam" besar yang memiliki akar kuat di masyarakat.

ISLAM NUSANTARA

Sesuai Data dan Fakta bahwa para pengusung ISLAM NUSANTARA adalah Gerombolan Liberal yang selama ini telah menyelewengkan ajaran Islam, maka bisa disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan Terminologi "Islam Nusantara" ialah :

1. Islam yang ingin di-Indonesia-kan, sehingga semua ajaran Islam yang dianggap beraroma "Arab" seperti Jilbab, Salam hingga cara baca Al-Qur'an harus diganti dengan Budaya Nusantara.

2. Islam yang ingin di-Lunak-kan, sehingga semua ajaran Islam yang dianggap beraroma "Keras" seperti Hisbah dan Jihad mesti dihapuskan.

3. Islam yang ingin di-Kerdil-kan, sehingga agama Islam hanya dijadikan sebagai sekedar sebuah aspek kehidupan, bukan Islam yang meliputi semua Aspek Kehidupan.

4. Islam yang ingin di-Liberal-kan, sehingga Aqidah Islam  harus di-Dekonstruksi dan Syariat Islam mesti di-Anulirisasi, agar sesuai dengan Tuntutan Zaman.

5. Islam yang ingin dijadikan sebagai Pengusung Demokrasi, Hak Asasi Manusia, Kebebasan Mutlak, Persamaan Agama, Kearifan Lokal, Pelestarian Budaya Primitif, Kesetaraan Gender, Revolusi Mental, Modernisasi, Globalisasi dan Deradikalisasi, serta Kebangsaan yang Rasis dan Fasis.

ISLAMKAN NUSANTARA

Para Ulama Habaib dari Hadhromaut - Yaman banyak melakukan perjalanan Da'wah ke berbagai Dunia, sambil berdagang untuk menopang Da'wah mereka.

Di antara mereka ada yang musafir ke Indiadan beranak pinak disana, hingga ada yang menjadi Pedagang Gujarat.

Lalu anak keturunan mereka melanjutkan perjalanan ke Malaka. Dari sana mereka menyebar ke seluruh pelosok Nusantara, yang meliputi Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, dan Patani di Selatan Thailand, hingga Mindanau di Selatan Philipina.

Di Indonesia, ada Walisongo yang merupakan keturunan dari Sayyid Ahmad Jalaluddin putra dari  Sayyid Abdullah Khan yang terkenal di India dengan nama marga 'Azhmat Khan, seorang Ulama Besar dari kalangan Habaib yang bermukim di India.

Abdullah Khan adalah putra dari Sayyid Abdul Malik yang merupakan putra dari Imam 'Alwi bin Muhammad ('Ammul Faqiih). Dengan kata lain bahwa Sayyid Abdul Malik adalah sepupu dari Imam Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin Ali Ba 'Alawi.

Tercatat dalam sejarah bahwa keturunan Imam Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin Ali Ba 'Alawi banyak yang musafir langsung dari Yaman ke Indonesia, sehingga banyak dari mereka yang menjadi Sultan di Indonesia, seperti Sultan Siak, Pontianak dan Kubu, serta lainnya.

Dengan izin Allah SWT di tangan mereka inilah, Indonesiadiislamkan, hingga 90 % penduduk Indonesia beragama Islam.

Para Walisongo datang ke Nusantara membawa misi untuk meng-Islam-kan Nusantara, bukan me-Nusantara-kan Islam. Sedangkan gerombolan JIN yang kini banyak bergentayangan memiliki misi terbalik dari Walisongo, yaitu me-Nusantara-kan Islam.

Kini, tugas para Da'i Indonesia melanjutkan perjuangan Walisongo untuk mengislamkan Indonesia, bahkan Nusantara, secara TOTAL.

ISLAM NUSANTARA NO ! ISLAMKAN NUSANTARA YES !

Dengan demikian, jelas sudah bahwa Misi Walisongo adalah ISLAMKAN NUSANTARA, sedang Misi JIN adalah NUSANTARAKAN ISLAM.

Selain itu, Walisongo membawa Panji ASWAJA, sedang JIN membawa Panji LIBERAL, sehingga perbedaan Visi Misi Walisongo dengan Visi Misi JIN bagaikan Langit dan Bumi.

Karenanya, kita wajib tolak Islam Nusantara yang diusung JIN. Ayo, katakan NO untuk Islam Nusantara ... !!!

Pada saat yang sama, kita wajib mengirim para Da'i ke seluruh  pelosok Nusantara untuk meng-Islam-kan segenap masyarakat di seantero Nusantara. Ayo, katakan YES untuk Islamkan Nusantara ... !!!

Semoga Allah SWT menyempurnakan keislaman seluruh Nusantara, sehingga tidak ada sejengkal pun tanah di Bumi Nusantara, kecuali Islam tegak di atasnya.

Aamiiin Allaahumma Aamiiin ...


(Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab)

Walisongo Islamkan Nusantara - JIN Nusantarakan Islam

Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... Salah satu Tak-Tik dalam Strategi Devide et Impera, yaitu Poli...

Sabtu, 27 Juni 2015




Mahkamah Agung Amerika Serikat pada Jumat (26/6) memutuskan bahwa pasangan sesama jenis di seluruh Amerika kini memiliki hak untuk menikah.

Mahkamah Agung menyatakan pernikahan merupakan hak mendasar setiap pasangan, dan hal itu tak bisa dikecualikan dari pasangan berjenis kelamin sama. Pernikahan sesama jenis dilindungi hukum, sehingga tidak ada yang bisa melarangnya. Putusan itu berlaku di 50 negara bagian di seluruh Amerika Serikat.

Sontak saja, keputusan itu langsung disambut gembira oleh kerumunan orang yang menunggu di luar gedung pengadilan. Ratusan pendukung pernikahan sesama jenis membanjiri plaza dan trotoar di depan pengadilan untuk merayakan keputusan itu. Mereka dengan bangga melambaikan bendera pelangi dan spanduk sambil bertepuk tangan serta menyanyikan lagu kebangsaan.

Tak mau kalah, Barack Obama turut berkomentar. ”Putusan ini merupakan kemenangan bagi Amerika," kata Obama.

“Keputusan ini menegaskan bahwa jutaan orang Amerika yang sudah percaya pada hati mereka. Ketika semua orang Amerika diperlakukan sama, kita semua lebih bebas,” ujar Obama, seperti dikutip Reuters, Sabtu (27/6).

Putusan Mahkamah Agung itu dirayakan dengan penyalaan cahaya warna pelangi di Gedung Putih. Warna pelangi dianggap simbol kebanggan kaum gay dan lesbian.

Mulai saat itu, kaum gay di AS akan mendapatkan hak-hak hukum yang sama dengan pasangan heteroseksual lainnya, dimana pernikahannya akan dilegitimasi lewat dokumen resmi seperti halnya sertifikat kelahiran dan kematian.

Dengan keluarnya jaminan konstitusi tersebut, maka AS menjadi negara ke-21 yang melegalkan pernikahan sesama jenis.

Sebelum adanya putusan ini, pernikahan sejenis sah untuk dilakukan di 37 negara bagian (dari total 50 negara bagian) yang ada di Amerika Serikat.

Dengan legalisasi pernikahan sesama jenis ini, maka Amerika secara otomatis sudah memulai penghancuran dan pemusnahan dirinya sendiri. Bagaimana tidak, sebuah bangsa lazimnya tumbuh dan berkembang dari pernikahan dan kelahiran. Dan hal ini hanya bisa dihasilkan dari pernikahan beda jenis.

Pernikahan sesama jenis, pria dengan pria (Gay) atau wanita dengan wanita (Lesbian) secara normal mustahil bisa menghasilkan keturunan. Jika ada jutaan pasangan yang melakukan pernikahan jenis ini, maka dalam kurun tertentu, Amerika bisa saja musnah dengan sendirinya, karena tidak ada generasi baru lagi yang dilahirkan.

Selain itu kita bisa melihat bagaimana cacatnya sistem demokrasi yang diterapkan di Amerika. Demokrasi adalah sistem yang diciptakan oleh manusia dengan akal budaya sebagai sumbernya. Maka produk yang dihasilkan dari sistem ini tergantung bagaimana keinginan kebanyakan manusia itu sendiri. Termasuk membuat aturan hukum yang bertentangan dengan hukum tuhan.

Legalisasi nikah sesama jenis ini adalah salah satu buktinya. Amerika sebagai negara berpenduduk mayoritas beragama Kristen yang melarang pernikahan sejenis, terbukti dengan sistem demokrasi bisa melegalkan aturan hukum yang bertentangan dengan hukum agama.

(Tim News FPI)

Amerika Legalkan Pernikahan Sesama Jenis

Mahkamah Agung Amerika Serikat pada Jumat (26/6) memutuskan bahwa pasangan sesama jenis di seluruh Amerika kini memiliki hak untuk menikah. ...

Jumat, 26 Juni 2015



Malang nian nasip Muslim hidup yang di negara-negara mayoritas Kafir. Aneka penindasan dan perlakuan tidak mengenakkan harus mereka terima dari tiran mayoritas Kafir yang berkuasa. 

Di Palestina, Muslim jadi bulan-bulanan kebiadaban Yahudi Israel. Di Barat, muslim harus bersabar karena jadi bahan olok-olokan dan penistaan oleh Kristen Radikal. Di Kasmir, Muslim juga ditindas oleh extrimis Hindu. Di Myanmar, nasip Muslim bahkan lebih mengenaskan. Mereka dibantai dan diusir oleh Teroris Budha. Di Irak dan Afganistan, negara mereka porak-porandakan dan dirampok oleh Amerika dan sekutunya. Dan masih banyak yang lainnya.

Ternyata perlakuan keji tersebut juga menimpa Muslim Cina yang hidup di tengah negara komunis Cina. Aneka penindasan dan intimidasi dari Pemerintah Komunis Cina terus mereka terima selama bertahun-tahun. Bahkan kian hari eskalasinya kian meningkat dan kian keji. Termasuk di bulan Ramadhan tahun ini.

Pelajar, Mahasiswa dan PNS yang beragama Islam di kawasan Xinjiang, diperintahkan untuk tidak mengikuti ibadah puasa selama bulan Ramadhan. Pengumuman itu dipasang di situs-situs pemerintahan. Pemerintah Komunis Cina berdalih pelarangan itu untuk melindungi kesehatan murid dan mahasiswa. Sebuah alasan yang mengada-ada.

Larangan berpuasa pernah juga diterbitkan pada tahun-tahun sebelumnya. Namun tahun ini isu tersebut menjadi sensitif karena pengamanan ekstra ketat Beijing terhadap provinsi Xinjiang menyusul kerusuhan dan serangan terhadap warga sipil. Beijing menuding kelompok esktremis muslim mendalangi aksi tersebut.

Sementara di kota Bole, pensiunan guru dari sebuah sekolah menengah dipanggil untuk berjaga-jaga di sekitar masjid. Tujuannya mencegah murid dan mahasiswa Muslim memasuki rumah ibadah tersebut.

PAKSA MUSLIM JUAL ALKOHOL

Pemerintah Komunis Cina juga memerintahkan pemilik toko dan restoran Muslim di desa Aktash, Xinjiang, untuk menjual alkohol dan rokok. Jika tidak mematuhi maka usaha mereka terancam ditutup dan pemiliknya akan dituntut.

Di Desa Aktash, selatan Xinjiang, seorang pejabat resmi Partai Komunis mengatakan bahwa banyak pemilik toko lokal telah berhenti menjual alkohol dan rokok sejak 2012. Sebab warga lokal juga telah memutuskan menjauhkan diri dari minuman beralkohol dan rokok.

Pemerintah Komunis Cina menuduh etnis Uighur yang tak merokok sebagai bentuk ekstremisme agama. Maka mereka lantas mengeluarkan perintah untuk melawan sentimen beragama yang dikhawatirkan mempengaruhi stabilitas. Lagi-lagi alasan ini dinilai terlalu mengada-ada dan berlebihan.

Selama ini Cina kerap mengeluarkan aturan keras pada pemeluk Islam seperti antara lain, pegawai pemerintahan dan anak-anak dilarang menghadiri masjid atau ikut berpuasa di bulan Ramadhan. Di beberapa tempat perempuan juga dilarang menggunakan cadar dan laki-laki dilarang memanjangkan jenggot.

PAKSA RESTORAN BUKA DI BULAN RAMADHAN

Selain memaksa menjual alkohol dan melarang berpuasa, ternyata Pemerintah Komunis Cina juga memaksa Muslim Cina pemilik restoran untuk tetap buka seperti biasa selama bulan Ramadhan. 

Menurut situs pemerintah, restoran halal di Jinghe County dekat perbatasan Kazakhstan diwajibkan oleh pejabat keamanan pangan untuk tetap buka seperti biasa selama  di bulan Ramadhan.

Dalam situs itu disebutkan bahwa restoran halal yang buka di bulan Ramadhan justru akan dihargai oleh pengawas keamanan pangan.

Setiap bulan Ramadhan, pemerintah Cina telah berulang kali melakukan intimidasi dan kezaliman terhadap Muslim Uighur Xinjiang.

Muslim Uighur adalah komunitas minoritas Cina yang berbahasa Turki di wilayah Xinjiang barat laut. Meski bersifat otonom dengan 8 juta jiwa, Muslim Uighur kerap menerima tindak kekerasan dari pemerintah.

PECAH KERUSUHAN, 28 ORANG MENINGGAL

Pada Rabu (24/6/2015) Pemerintah Komunis Cina melakukan penyerangan terhadap Muslim Uighur. Polisi berdalih serangan itu dilakukan untuk membalas dendam atas klaim serangan bom yang terjadi di pos pemeriksaan pemeriksaan. Dalam serangan tersebut sedikitnya 28 orang tewas.

Muslim Uighur memprotes atas larangan untuk berpuasa Ramadhan. Seperti diketahui pemerintah Cina melarang anggota partai, PNS, siswa, dan guru untuk berpuasa. Larangan tersebut diberlakukan sejak tahun lalu. Protes atas larangan tersebut kemudian memicu terjadinya insiden yang kemudian membuat banyak korban berjatuhan.

Cina yang mayoritas adalah ateis berupaya untuk mengendalikan berbagai agama. “Kita harus mengelola urusan agama sesuai dengan keinginan kami. Agama harus tunduk pada kepentingan kami,” kata Presiden Xi Jinping, lansir TheGuardian.

(Tim News FPI/dbs)

Cina Kafir Menzalimi Cina Muslim

Malang nian nasip Muslim hidup yang di negara-negara mayoritas Kafir. Aneka penindasan dan perlakuan tidak mengenakkan harus mereka terima d...

Senin, 22 Juni 2015



Saya heran sama orang yang anti Arab. Alasannya apa?

Kalau alasannya, "Kita harus cinta dan menjaga budaya asli Indonesia," berarti kita juga harus anti Amerika, anti Korea, anti India, anti Australia, anti China, dan sebagainya.

Kalau alasannya, "Arab menjajah Indonesia dengan tameng penyebarluasan agama," maka sungguh lucu! Karena justru orang-orang Eropa yang TERBUKTI menjajah Indonesia sambil membawa agama Kristen. Sedangkan Islam masuk ke Indonesia lewat perdagangan dan secara damai, bukan lewat penjajahan.

* * *

Kau bilang, "Ini Indonesia, bukan Arab. Tak perlu pakai istilah akh, antum, syukran, jazakallah, abi, umi, dst."

Padahal saat merayu pacarmu, kamu berkata, "I Love you. I miss you." Saat patah hati, kamu berkata, "Gue gagal move on, nih."

Hm.. itu bahasa Indonesia atau bukan, ya?

Kau terlihat sangat anti Arab dengan alasan "Kita harus cinta pada budaya Indonesia." Padahal di saat yang sama kamu membela ajang Miss World, yang jelas-jelas bukan budaya Indonesia.

Orang yang suka lagu nasyid berbahasa Arab kamu cela-cela dengan alasan, "Itu bukan dari Indonesia." Padahal kamu justru memuja-muja para boyband dari Korea, tergila-gila pada film India, dan cinta buta terhadap film dan musik dari Amerika.

Kamu mungkin lupa: Nama-nama hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu itu berasal dari bahasa Arab. Istilah musyawarah dan adab juga dari bahasa Arab.

Banyak sekali istilah bahasa Arab yang kini diserap ke dalam bahasa Indonesia, dan ternyata sering kamu pakai, dan kamu menyukainya!

Bahkan kalau kamu belajar sejarah Bahasa Indonesia, kamu akan KAGET DAN SHOCK, karena ternyata bahasa Arab memiliki pengaruh yang SANGAT KUAT terhadap bahasa Indonesia.

Kamu mungkin belum tahu, bahwa struktur bahasa Indonesia dan Arab itu PERSIS SAMA. Saking samanya, kita bisa dengan mudah melakukan penerjemahan kata demi kata. Hal seperti ini tidak bisa dilakukan terhadap bahasa lain.

Coba kamu terjemahkan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dengan sistem terjemahan perkata. Bisa? Dijamin tak bisa. Karena pasti hasil terjemahannya akan sangat ngaco.

Tapi bahasa Arab BISA. Itula salah satu bukti bahwa bahasa Indonesia dan Arab punya hubungan yang sangat erat.

Kalau kamu mencela Islam sebagai agama dari Arab, bukan dari Indonesia, hei... apa kamu lupa bahwa Kristen, Hindu dan Budha pun bukan dari Indonesia. Agama asli Indonesia adalah ANIMISME. Lupa, ya?

Jadi kenapa harus anti Arab?

Jangan-jangan kamu sebenarnya anti Islam, bukan anti Arab.

Sumber: fb Jonru

Renungan Jonru: "Kamu Anti Arab Apa Anti Islam?"

Saya heran sama orang yang anti Arab. Alasannya apa? Kalau alasannya, "Kita harus cinta dan menjaga budaya asli Indonesia," berart...

Senin, 15 Juni 2015

Sejak terbitnya Fatwa MUI pada tahun 2005 tentang kesesatan SEPILIS (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme), maka kalangan Sepilis sibuk mencari nama baru yang manipulatif sehingga mudah menipu, menjebak dan membodohi masyarakat awam.

Akhirnya, mereka gonta-ganti nama, sebentar Islam Moderat, sebentar Islam Inklusif, sebentar lagi Islam Multikulturalisme, namun tetap tidak laku, karena masih ada aroma bahasa asing (Inggris), sehingga tetap dicurigai oleh masyarakat.

Kini, mereka menggunakan nama yang bisa lebih akrab dengan masyarakat Indonesia, dengan aroma Kebangsaan dan Nasionalisme Indonesia, yaitu ISLAM NUSANTARA, 

Namun isinya tetap beraroma SEPILIS, karena jargonnya tetap sama, yaitu : Human Right, Freedom and Local Wisdom (HAM, Kebebasan dan Kearifan Lokal).

Hanya saja kali ini, JIN lebih mengedepankan Misi Budaya. Atas nama Budaya Nusantara, JIN pelan tapi pasti ingin menggerus ajaran Islam. Saat ini, PROPAGANDA JIN, antara lain :

1. ISLAM PENDATANG 

Bagi JIN bahwa Islam di Indonesia adalah "pendatang" dari Arab yang "numpang", bukan agama "asli" bangsa Indonesia. 

TANGGAPAN : Islam adalah agama asli yang turun dari Langit untuk seluruh penduduk Bumi, karena Islam datang dari Allah SWT Sang Pemilik Alam Semesta, sehingga Islam dimana saja di atas Bumi Allah SWT akan selalu menjadi agama "Asli" yang "Pribumi", dan tidak akan pernah jadi "Pendatang".

Jadi, Islam bukan dari Arab, tapi dari Langit yang diturunkan pertama kali di tengah orang Arab, kemudian disebarkan ke seluruh Dunia. 

2. PRIBUMISASI ISLAM

Islam sebagai pendatang dari Arab harus tunduk dan patuh kepada Indonesia selaku Pribumi, sehingga Islam harus siap "Dipribumisasikan" agar tunduk kepada Budaya setempat

Karenanya, tidak boleh lagi ada istilah "Islamisasi Indonesia", tapi yang mesti dilaksanakan adalah "Indonesia-isasi Islam". Jadi, jangan pernah katakan "Indonesia Negara Islam", tapi katakanlah "Islam ada di Indonesia".

TANGGAPAN : Jika pola pikir ini benar, maka Islam di China mesti di-Cina-isasi, dan Islam di India mesti di-India-isasi, serta Islam di Amerika juga mesti di-Amerika-isasi, dan seterusnya, sehingga Islam di Dunia jadi bermacam-macam dan berjenis-jenis sesuai negerinya.

Jika mundur lagi ke belakang, mestinya saat Islam ada di tengah masyarakat Jahiliyyah, maka Islam harus di-Jahiliyyah-isasi.

Jelas, pola pikir di atas ngawur dan tidak ilmiah, bahkan sesat menyesatkan.

3. TOLAK ARABISASI

Islam yang ada di Indonesia selama ini adalah "Islam Arab", sehingga Budaya Nusantara terancam dan tergerus oleh Arabisasi. 

Karenanya, di Indonesia semua Budaya Arab yang menyusup dalam Islam harus diganti dengan Budaya Nusantara, sehingga ke depan terwujud "Islam Nusantara" yang khas bagi Bangsa Indonesia.

Intinya, JIN menolak semua Budaya Islam yang beraroma Arab, karena dalam pandangan mereka semua itu adalah "Arabisasi Islam", sehingga perlu ada Gerakan "Indonesia-isasi Islam" di Nusantara. 

TANGGAPAN : Rasulullah SAW diutus di tengah Bangsa Arab untuk meng-Islam-kan Arab, bukan meng-Arab-kan Islam. Bahkan untuk meng-Islam-kan seluruh Bangsa-Bangsa di Dunia, bukan untuk meng-Arab-kan mereka. 

Jadi, tidak ada Arabisasi dalam Islam, yang ada adalah Islamisasi segenap umat manusia.

4. AMBIL ISLAM BUANG ARAB

Islam sebagai pendatang dari Arab tidak boleh mengatur apalagi menjajah Indonesia, tapi Islam harus tunduk dan patuh kepada Indonesia selaku Pribumi.

Karenanya, Bangsa Indonesia boleh ambil Budaya Islam, tapi wajib tolak Budaya Arab, agar supaya Budaya Nusantara tidak terjajah dan tidak pula tergerus oleh Budaya Arab.

TANGGAPAN : Ini adalah Propaganda Busuk JIN yang ingin menolak Budaya Islam dengan "dalih" Budaya Arab. Pada akhirnya nanti, semua ajaran Islam yang ditolak dan tidak disukai JIN, akan dikatakan sebagai "Budaya Arab".

Dan propaganda ini sangat berbahaya, karena menumbuh-suburkan sikap RASIS dan FASIS, serta melahirkan sikap ANTI ARAB, yang pada akhirnya mengkristal jadi ANTI ISLAM.

5. AMBIL ISLAM BUANG JILBAB

Menurut JIN bahwa Jilbab adalah Budaya Arab karena merupakan pakaian Wanita Arab, sehingga harus diganti dengan pakaian adat Nusantara.

TANGGAPAN : JIN buta sejarah, karena di zaman Jahiliyyah, masyarakat Arab tidak kenal Jilbab, dan Wanita Arab tidak berjilbab. Bahkan Wanita Arab saat itu terkenal dengan pakaian yang umbar aurat dan pamer kecantikan, serta Tradisi Tari Perut yang buka puser dan paha. 

Lalu datang Islam mewajibkan Wanita Muslimah untuk berjilbab menutup Aurat, sehingga Wanita Muslimah jadi berbeda dengan Wanita Musyrikah. Dengan demikian, Jilbab adalah Busana Islam bukan Busana Arab, dan Jilbab adalah Kewajiban Agama bukan Tradisi dan Budaya.

6. AMBIL ISLAM BUANG SALAM

Ucapan "Assalaamu 'Alaikum" adalah Budaya Arab, sehingga harus diganti dengan "Salam Sejahtera" agar bernuansa Nusantara dan lebih menunjukkan jatidiri Bangsa Indonesia.

TANGGAPAN : Lagi-lagi JIN buta sejarah, karena di zaman Jahiliyyah, salam masyarakat Arab adalah "Wa Shobaahaah", bukan "Assalaamu 'Alaikum".

Lalu datang Islam yang mengajarkan umatnya salam syar'i antar kaum muslimin, yaitu "Assalaamu 'alaikum wa rohmatullaahi wa barokaatuh". Jadi, "Assalaamu 'Alaikum" adalah "Tahiyyatul Islam" bukan "Tahiyyatul 'Arab."

7. AMBIL TILAWAH QUR'AN BUANG LANGGAM ARABNYA

Termasuk Baca Al-Qur'an tidak perlu lagi dengan Langgam Arab, tapi sudah saatnya diganti dengan Langgam Nusantara seperti Langgam Jawa dan Sunda atau lainnya, agar supaya lebih Indonesia.

TANGGAPAN : Membaca Al-Qur'an dengan Langgam Arab bukan kemauan orang Arab, akan tetapi perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW. 

Dan karena Al-Qur'an diturunkan dalam Bahasa Arab, tentu membacanya harus dengan Langgam Arab, agar sesuai dengan intonasi makna dan arti. Dan itu pun tidak tiap Langgam Arab boleh untuk Tilawah Al-Qur'an.

Langgam Gambus dan Langgam Qoshidah berasal dari Arab, tapi tidak boleh digunakan untuk Tilawah Al-Qur'an, karena keduanya adalah Langgam Seni dan Budaya serta Musik dan Hiburan.

Apalagi Langgam Tari Perut yang merupakan Langgam Seni dan Budaya Arab untuk pertunjukan ma'siat, lebih tidak boleh digunakan untuk Tilawah Al-Qur'an.

Karenanya, membaca Al-Qur'an dengan Langgam selain Arab tidak diperkenankan, karena memang tidak sesuai dengan pakem Bahasa Arab, sehingga tidak akan sesuai dengan intonasi makna dan arti. 

Apalagi dengan Langgam Seni dan Budaya selain Arab yang digunakan untuk hiburan dan pertunjukan, seperti Langgam Dalang Pewayangan, Langgam Sinden Jaipongan, Langgam
Gambang Kromong, dan sebagainya, tentu lebih tidak boleh lagi.

Allah SWT telah menganugerahkan Bangsa Indonesia kefasihan dalam Lisan Arab, sehingga dari Sabang sampai Merauke, orang dewasa maupun anak-anak, sangat fasih dalam mengucapkan lafzhul Jalalah "Allah" dan aneka Dzikir seperti "Subhanallah wal Hamdulillaah wa Laa ilaaha illallaah wallaahu Akbar." Dan mereka pun sangat fasih juga dalam membaca Al-Qur'an.

Bahkan Bangsa Indonesia sangat Ahli dalam Ilmu Tajwid dan amat piawai dalam Tilawatil Al-Qur'an dengan Langgam Arab, sehingga di hampir setiap Musabaqoh Tilawatil Qur'an Internasional, para Qori Indonesia banyak sukses dan berhasil keluar jadi Juara Dunia Tilawah.

Karenanya, pembacaan Al-Qur'an dengan Langgam Dalang Pewayangan adalah "Kemunduran", dimana Bangsa Indonesia yang sudah sangat maju dalam Tilawatil Qur'an, hingga mengungguli Bangsa Arab sekali pun, lalu dibawa mundur jauh ke Alam Mitos Pewayangan di zaman Semar dan Petruk.

8. AMBIL AL-QUR'AN BUANG BAHASA ARABNYA

Baca Al-Qur'an tidak mesti dengan Bahasa Arab, tapi cukup dengan terjemah Indonesianya saja, agar umat Islam Indonesia bisa langsung menyimak dan memahami makna dan arti ayat-ayat yang dibaca. 

TANGGAPAN : Inilah tujuan sebenarnya dari Propaganda JIN yaitu menjauhkan Al-Qur'an dari umat Islam, karena mereka paham betul bahwa Ruh dan Jiwa Islam adalah Al-Qur'an.

Bagi JIN, siapa ingin hancurkan dan lenyapkan Islam, hancurkan dan lenyapkanlah Al-Qur'annya.

Jadi jelas sudah, bahwa yang diserang JIN sebenarnya bukan Arab, tapi Islam.

Karenanya, selain yang sudah disebutkan di atas, JIN juga melakukan aneka ragam propaganda ANTI ARABISASI untuk merealisasikan tujuan busuknya, antara lain :

a. Menolak istilah-istilah yang diambil dari Bahasa Arab, hingga sebutan Abi dan Ummi pun mereka kritisi, sehingga harus diganti dengan istilah-istilah Indonesia, tapi lucunya mereka alergi dengan istilah Arab namun sangat suka dan amat fasih menggunakan istilah-istilah Barat.

b. Menolak penamaan anak dengan nama-nama Islam yang diambil dari
Bahasa Arab, sehingga anak Indonesia harus diberi nama Indonesia. Tapi lucunya mereka senang dan bangga dengan penamaan anak Indonesia dengan nama-nama Barat dengan dalih lebih modern, walau pun bukan nama Indonesia.

c. Bahkan mulai ada rumor penolakan terhadap pengkafanan mayyit dengan Kain Putih karena beraroma Tradisi Arab, sehingga perlu diganti dengan Kain Batik agar kental aroma Indonesia. Bahkan mereka mulai tertarik dengan pakaian Jas dan Dasi Barat buat mayyit sebagaimana pengurusan Jenazah Non Islam, dengan dalih jauh lebih keren dan rapih ketimbang "pocong", walau bukan Budaya Indonesia.

FITNAH JIN

Jika ada yang menolak gerakan JIN, maka serta merta dituduh dan difitnah : Tidak Nasionalis dan Tidak Pancasilais, serta Anti Kebangsaan dan Anti Nusantara, juga Intoleransi dan Fundamentalis, bahkan Ekstrimis dan Teroris.

Padahal, Islam tidak mengenal RASIS dan FASIS. Siapa pun manusianya, apa pun suku bangsanya, selama mereka beriman kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW maka mereka bersaudara.

Dan umat Islam sangat menghargai Seni dan Budaya Bangsa-Bangsa di Dunia, selama tidak melanggar Syariat Islam.

Karenanya, umat Islam di Indonesia sangat terbuka menggunakan Langgam aneka daerah dalam Da'wah melalui seni Qashidah dan Sholawat serta Syair Islam, sebagaimana pernah dilakukan para Wali Songo ketika menyebar-luaskan Islam ke seluruh Nusantara. Namun tidak untuk Tilawatil Qur'an.

Lihat saja, aneka Syair Sholawat dan Dzikir serta Doa di berbagai daerah se-Nusantara, antara lain ;

1. Sholawat PADANG BULAN dan LIR ILIR yang masyhur di masyarakat Jawa, dan sering dibawakan oleh Habib Syeikh bin Abdul Qodir Assegaf dari Solo. Lihat linknya di You Tube :

PADANG BULAN - https://youtu.be/604Ji65mWB8

LIR ILIR - https://youtu.be/wXaN-SqbHpc

2. Dzikir ADUH GUSTI yang populer di masyarakat Sunda :

Ilaahii Lastu Lil Firdausi Ahlan Wa Laa Aqwaa 'Alaa Naaril Jahiimi

Fahablii Taubatan Waghfir Dzunuubii Fa Innaka Ghoofirudz Dzanbil 'Azhiimi ...

Aduh Gusti, abdi sanes ahli Surga Namun hante kiat Nahan panas Neraka

Mugi Gusti, kersa maparinan tobat
Ngahampura dosa Abdi anu lepat

KESIMPULAN

JIN (Jemaat Islam Nusantara) merupakan paham yang sesat dan menyesatkan, serta bukan dari ajaran Islam, sehingga wajib ditolak dan dilawan serta diluruskan.

JIN adalah Gerombolan RASIS dan FASIS yang ANTI ARAB, bahkan ANTI ISLAM. Jika mereka bisa mendapatkan jalan untuk menolak KEARABAN bahasa Al-Qur'an atau KEARABAN suku bangsa Nabi Muhammad SAW dan Keluarga serta para Shahabatnya, niscaya akan mereka lakukan, saking bencinya terhadap Arab, dan dengkinya terhadap Islam.

Na'uudzu Billaahi Min Dzaalik ..

HABIB MUHAMMAD RIZIEQ BIN HUSEIN SYIHAB

JIN : JEMAAT ISLAM NUSANTARA

Sejak terbitnya Fatwa MUI pada tahun 2005 tentang kesesatan SEPILIS (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme), maka kalangan Sepilis sibuk m...

Minggu, 14 Juni 2015



Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

NOS (Novus Ordo Seclorum) atau NOA (New Order of The Ages) atau NWO (New World Order) adalah istilah yang sama untuk TDB (Tatanan Dunia Baru) yang merupakan AGENDA ZIONIS YAHUDI melalui Gerakan Freemasonry dan Illuminaty.

Salah satu point penting dalam Protokol Zion adalah penyebar-luasan ATHEISME dengan bungkus LIBERALISME untuk menjauhkan semua umat manusia selain Yahudi dari agamanya masing-masing.

PROPAGANDA ZIONIS

ZIONIS melalui kaki tangan Liberalnya di seluruh Dunia sangat pro aktif mempropagandakan :

1. Demokrasi

Karenanya, umat Islam wajib menolak Sistem Demokrasi, baik Kapitalis mau pun Sosialis, dan harus pro aktif secara terus menerus mengkampanyekan Sistem Khilafah atas dasar Musyawarah.

2. Hak Asasi Manusia

Karenanya, umat Islam harus mampu membedakan antara HAM versi Islam dan HAM versi Barat, sehingga tetap menjunjung tinggi KAM (Kewajiban Asasi Manusia) yaitu beribadah kepada Allah SWT,

3. Kebebasan Mutlak

Karenanya, umat Islam harus selalu taat kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW, sehingga hanya berpegang kepada kebebasan yang dibatasi oleh aturan agama, agar supaya tidak terjebak dalam perilaku bebas yang kebablasan.

4. Persamaan Agama

Karenanya, umat Islam harus terus dimantapkan keyakinannya bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar dan yang diridhoi Allah SWT, tanpa harus menghina dan mencaci maki agama lain, sehingga tidak terjebak dalam paham Pluralisme yang menyatakan semua agama sama dan benar.

5. Kearifan Lokal

Karenanya, umat Islam harus menghargai Kearifan Lokal selama tidak melanggar Syariat Isllam, dan wajib meluruskannya manakala bertentangan dengan Syariat Islam, sehingga Kearifan Lokal tetap harus tunduk kepada aturan Allah SWT, tidak sebaliknya.

6. Pelestarian Budaya

Karenanya, umat Islam harus ikut serta dalam Pelestarian Budaya positif dengan tetap membangun Peradaban Islami, dan wajib waspada daripada pembiaran keprimitifan dan keterbelakangan atas nama Pelestarian Budaya

7. Kesetaraan Gender

Karenanya, umat Islam harus dipahamkan bahwa perbedaan Pria dan Wanita adalah suatu keniscayaan Sunnatullah, untuk pembagian tugas sesuai dengan Biologis dan Pshychologis masing-masing, agar tercipta Keserasian Gender, bukan Kesetaraan Gender.

8. Revolusi Mental

Karenanya, umat Islam mesti dibekali tentang pentingnya Revolusi Akhlaq  yang bertujuan untuk menundukkan jiwa kepada aturan Allah SWT, bukan Revolusi Mental yang ingin membebaskan jiwa dari aturan agama yang dianggap sebagai penjajah mental.

9. Kebangsaan

Karenanya, umat Islam harus mensyukuri kebangsaan yang dimilikinya sebagai karunia Allah SWT, untuk membangun persaudaraan Islam yang Lintas Suku dan Bangsa, agar terhindar dari Propaganda Kebangsaan yang Rasis dan Fasis serta mengkotak-kotak umat manusia dalam Nasionalisme Jahiliyyah.

10. Modernisasi

Karenanya, umat Islam tidak menolak Modernisasi sarana dan pra sarana kehidupan di era kemajuan Tekhnologi saat ini, tapi tetap wajib menolak Modernisasi Agama yang ingin merubah ajaran Islam agar mengikuti tuntutan hawa nafsu manusia modern, karena dianggap sudah kuno dan kadaluwarsa serta tidak relevan
lagi.

11. Globalisasi

Karenanya, umat Islam harus selalu memantapkan langkah untuk merebut Globalisasi dalam naungan Khilafah Islamiyyah, agar tidak terperangkap dalam jebakan Globalisasi Zionis Yahudi yang ingin membentuk SATU PEMERINTAHAN DUNIA di bawah kekuasaan Zionis Yahudi melalui gerakan Freemasonry dan Illuminaty.

12. Deradikalisasi

Karenanya, umat Islam harus menyadari bahwa program Deradikalisasi di Dunia saat ini hanya ditujukan kepada umat Islam, agar mereka meninggalkan ajaran Jihad karena dianggap sebagai sumber Radikalisme. Padahal, Jihad adalah Kewajiban Agama Islam untuk menjaga Islam dari serangan musuh-musuhnya, bukan untuk menggangu siapa pun.

Disana masih ada aneka agenda lainnya, yang kesemuanya ditujukan untuk penaklukan seluruh umat manusia, khususnya umat Islam, sehingga patuh dan tunduk secara total kepada Kekuasaan Zionis Internasional.

ZIONIS INDONESIA

Sebagaimana telah disinggung dalam beberapa artikel yang lalu bahwa Gerakan Yahudi di Indonesia sudah berlangsung sejak zaman Hindia Belanda melalui Freemasonry dan Illuminati.

Di antara sayap Freemason yang terkenal di Indonesia dan banyak digandrungi pejabat dan selebritis Indonesia karena tergiur dengan aneka fasilitas internasional, adalah ROTARY CLUB dan LION CLUB.

Semua jaringan LIBERAL di Indonesia dipastikan sebagai bagian dari gerakan Zionis Internasional.

JIN

JIN (Jemaat Islam Nusantara) merupakan Metamorfosis dari seluruh gerakan Liberal di Indonesia.

Karenanya, JIN bisa dipastikan juga termasuk salah satu sayap Zionis yang dipelihara dan dibesarkan di Indonesia.

Bagaimana hakikat JIN ?

Insya Allah, akan lebih dirincikan pada artikel selanjutnya.

NOS dan JIN

Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... NOS (Novus Ordo Seclorum) atau NOA (New Order of The Ages) ata...

Selasa, 09 Juni 2015


Bismillaahi wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaahil ‘Aliyyil ‘Azhiim ...

Tulisan ini merupakan salah satu Laporan Hasil Kajian Ekonomi Islam dalam SILATURRAHIM NASIONAL FPI di Pesantren Alam dan Agrokultural MARKAZ SYARIAH di Mega Mendung – Bogor – Jawa Barat pada tanggal 21 – 23 April 2015.

Tulisan ini tidak ditujukan untuk menanam kebencian kepada kelompok tertentu, melainkan hanya untuk membangkitkan kesadaran umat Islam dalam mengelola dana milik mereka sendiri secara baik dan benar, sehingga tidak dimanfaatkan orang-orang Kafir yang menjadi antek Zionis.
ZIONIS DAN RIBA

Kalangan Zionis Yahudi mengharamkan ”Transaksi Riba” antar sesama Yahudi, namun mewajibkannya terhadap selain Yahudi. Zionislah yang pertama menciptakan ”Sistem Perbankan Ribawi” untuk tujuan penaklukan semua bangsa-bangsa secara ekonomi dan keuangan.
Zionis jugalah yang menciptakan IMF dan World Bank sebagai sentral transaksi keuangan Dunia, sekaligus yang mengontrol dan mengendalikan seluruh Bank Riba di atas muka Bumi, sehingga seluruh keuntungan Bank Riba dari berbagai negara akan terus mengalir ke perbendaharaan Zionis Internasional.

Dalam artikel ini akan dipaparkan secara singkat bagaimana ”Permainan Zionis” dalam Sistem Perbankan Ribawi yang diciptakannya.
MENABUNG

Menabung di ”Celengan”tidak bertambah kalau tidak ditambah, dan tidak berkurang kalau tidak diambil, serta tidak bisa dipakai orang lain tanpa seizin penabung. Sedang menabung di ”Bank Riba” sebaliknya, bisa bertambah walau tidak ditambah, dan bisa berkurang walau tidak diambil, serta bisa dipakai siapa saja tanpa seizin penabung. Pertanyaannya, yang manakah yang patut disebut ”Menabung”?

Menabung di Celengan itulah menabung yang sebenarnya, sedang menabung di Bank Riba bukan 
menabung dalam arti yang sebenarnya, melainkan merupakan ”Investasi Riba” yang menghasilkan keuntungan dengan nama “Bunga”.

BERBOHONG

Karenanya, muncul pertanyaan : Kenapa Bank Riba berbohong ?  Kok Investasi disebut Menabung  dan Riba disebut Bunga ?! Jika Bank Riba jujur, maka ajakannya mesti berbunyi : Ayo berinvestasi dengan Riba ! 

Motif Kebohongan Bank Riba antara lain :
  1. Agar masyarakat Islam tidak sadar bahwa mereka telah dijerumuskan dalam praktek “Ekonomi-Riba” (Rente).
  2. Agar “Ekonom Riba” dapat menggunakan dana masyarakat Islam untuk membesarkan kelompoknya.
  3. Agar seluruh umat Islam setiap hari mendukung kegiatan dan kemewahan para “Ekonom Riba”.

IKLAN MAHAL

Selain itu, ada keganjilan : Kenapa mengajak masyarakat menabung, kok sampai mau bayar Reklame dan beli program acara di Radio dan TV  hingga milyaran rupiah ? Bahkan diberi aneka iming-iming, mulai dari bunga yang tinggi hingga pembagian hadiah langsung yang mahal dan mewah.
Itu karena uang dana masyarakat Islam yang terkumpul ”diribakan” oleh Bank Riba secara berlipat-lipat, sehingga Bank Riba mengais keuntungan”secara besar-besaran. Semakin banyak dana yang terkumpul, maka semakin besar pula Riba yang diraih, sehingga dibutuhkan promosi besar-besaran dengan aneka iming-iming untuk menarik nasabah sebanyak-banyaknya.

BEBAS PAKAI

Keganjilan lainnya : Kenapa pula ”Tabungan” orang, kok uangnya dipakai dan dipinjam-pinjamkan ke pihak lain secara ”bebas” oleh Bank Riba ?

Nasabah Bank Riba selaku Kreditur yang menyimpan uang di Bank Riba tidak diberi hak sama sekai  untuk menunjuk Debitur yang boleh menggunakan dana simpanannya. Bahkan Bank Riba bisa dengan sesuka hati menyalurkan dana simpanan masyarakat ke pihak mana pun tanpa izin penabung lagi, karena sudah ditetapkan bahwa setiap nasabah telah menyerahkan pengelolaan dana sepenuhnya kepada Bank Riba.

DANA BANK

Laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Agustus 2014 yang diumumkan secara online melalui  www.ojk.go.idmenunjukkan bahwa dana masyarakat yang ada di Bank Umum sebesar 2.900 Trilyun rupiah. Dan fakta juga menunjukkan bahwa mayoritas pemilik dana tersebut adalah umat Islam dan mayoritas penikmat dana tersebut adalah Bank Riba. Dan mayoritas saham Bank Riba di Indonesia ada di tangan ”Kafir Asing” dan ”Kafir Aseng” yang merupakan kaki tangan Zionis Yahudi Internasional.

KERJA BANK

Umat Islam beramai-ramai menabung uangnya di berbagai Bank Riba milik para Kafir Asing dan Kafir Aseng. Lalu oleh para Kafir Asing dan Kafir Aseng, dana umat Islam yang terkumpul dipinjamkan ke pihak lain dengan asumsi bunga 12 %, dimana yang 10 % untuk penabung dan yang 2 % untuk Bank Riba.

Bunga 10 % untuk penabung sebagai daya tarik untuk menyedot nasabah dan dana simpanan sebanyak-banyaknya. Sedangkan bunga 2 % dialokasikan 1,5 % untuk operasional Bank Riba, mulai dari penyediaan infrastruktur dan gaji pegawai hingga biaya promosi dan aneka hadiah. Ada pun yang 0,5 % khusus untuk Si Kafir Asing dan Si Kafir Aseng selaku pemilik Bank Riba.

Ingat, si penabung dapat bunga 10 % hanya dari nilai tabungannya saja, sedang Si Kafir Asing dan Si Kafir Aseng dapat 0,5 % dari komulatif jumlah total seluruh tabungan para penabung. Sebagai illustrasi, misalnya ada sejuta penabung dan tiap penabung menabung 10 (sepuluh) juta rupiah, sehingga total jumlah tabungan 10 (sepuluh) trilyun rupiah, maka setiap penabung hanya dapat bunga 1 (satu) juta rupiah, sedang Si Kafir Asing dan Si Kafir Aseng dapat bunga 200 milyar rupiah dengan rincian 150 milyar rupiah untuk operasional Bank Riba, dan sisanya sebesar 50 milyar rupiah khusus untuk pribadinya.

Jika ada 10 (sepuluh) juta penabung dan tiap penabung menabung 100 (seratus) juta rupiah, sehingga total jumlah tabungan 1000 (seribu) trilyun rupiah, maka setiap penabung hanya dapat bunga 10 (sepuluh) juta rupiah, sedang Si Kafir Asing dan Si Kafir Aseng dapat bunga 2 (dua) trilyun rupiah dengan rincian 1,5 trilyun rupiah untuk operasional Bank Riba, dan sisanya sebesar 0,5 trilyun yaitu 500 (lima ratus) milyar rupiah khusus untuk pribadinya. Begitulah seterusnya.

Jadi jelas, bagaimana dana umat Islam digunakan untuk memperkaya para Kafir Asingdan Kafir Aseng.

KREDIT BANK

Kemanakah Bank Riba akan memberikan kredit berbunganya ? Tentu kepada para pengusaha. Lalu siapakah para pengusaha yang akan mendapat prioritas kredit ? Tentu yang dikehendaki oleh Si Kafir Asing dan Si Kafir Aseng selaku pemilik Bank Riba. Lalu siapa yang akan dipilih oleh Si Kafir Asing dan Si Kafir Aseng untuk menerima kredit dari Bank Ribanya ?

Misalnyadi Indonesia, jika ada tiga calon penerima kredit dari Bank Riba milik Si Kafir Aseng umpamanya, katakanlah Si Kafir Acong dan Si Kafir Johanes serta Si Muslim Abdullah. Siapakah yang akan dipilih Si Aseng ?  Maka dengan mudah bisa ditebak bahwa Si Aseng akan memprioritaskan Si Acong karena faktor hubungan emosional yang sangat kuat, lalu berikutnya Si Johanes karena ada faktor hubungan emosional  lainnya, sedang Si Abdullah akan dinomor-tigakan, itu pun hanya sekedar untuk menutup sikap rasis dan fasis serta menghindarkan tuduhan diskriminatif.

Dengan demikian, bisa jadi Si Acong akan menerima 70 % dari dana kredit Bank Riba yang tersedia, sedang Si Johanes akan menerima 20 %. Ada pun Si Abdullah hanya akan menerima 10 % saja atau mungkin di bawah itu.

Jadi jelas, bagaimana dana umat Islam digunakan untuk memodali dan memajukan usaha Si Kafir Acong.

CASH AND CREDIT

Bank Riba milik Si Kafir Aseng memberikan kredit kepada tiga orang Kafir Acong, katakanlah Acong 1 dan Acong 2 serta Acong 3. Lalu masing-masing mendirikan Pabrik Motor, katakanlah motor merek A, B dan C. Kemudian terjadi persaingan di antara mereka dalam penjualan motor secara cash”, maka Si Kafir Aseng pun turun tangan untuk mencegah kredit macet lantaran ada yang kalah dalam persaingan.

Kini, Bank Riba milik Si Kafir Aseng memberikan kredit kepada tiga orang Kafir Acing, katakanlah Acing 1 dan Acing 2 serta Acing 3, untuk usaha Dealer Motor yang memasarkan ketiga merek motor A, B dan C, dari pabrik Acong 1, Acong 2 dan Acong 3, serta menjualnya secara ”kredit”. Dengan demikian para Acong tidak perlu lagi bersaing dalam pemasaran produknya, sehingga Bank Riba Si Kafir Aseng aman dari kredit macet akibat persaingan.

Disini, para Kafir Acing pemilik Dealer Motor mempersulit umat Islam yang mau membeli motor secara cash, dan mempermudah yang mau membeli secara credit, agar untung mereka makin berlipat-lipat. Secara halus mereka peras uang masyarakat Islam untuk memperkaya diri mereka.
Jadi jelas, bagaimana dana umat Islam digunakan untuk memajukan Pabrik Motor para Kafir Acong dan menguntungkan Dealer Motor para Kafir Acing, sekaligus mendanai mereka untuk memeras umat Islam dalam memperkaya diri.

MEDIA

Selanjutnya, Bank Riba milik Si Kafir Aseng membantu para Kafir Acong dan Kafir Acing untuk memajukan usaha mereka dengan memberikan kredit lagi kepada tiga orang Kafir Along, katakanlah Along 1 dan Along 2 serta Along 3. Lalu masing-masing Along mendirikan StasiunTelevisi, katakanlah TV X, Y dan Z, untuk mempromosikan produk pabrik para Kafir Acong dan melancarkan pemasaran di dealer para Kafir Acing secara terus menerus, agar mudah menjerat umat Islam dimana pun mereka berada, dari kota hingga ke kampung.

Begitulah cara para Kafir Aseng dan kelompoknya mengeksploitasi dana umat Islam untuk memajukan berbagai usaha mereka, bukan hanya soal pabrik motor dan dealer serta media promosinya, bahkan di hampir semua sektor, termasuk fashion, food and entertainment, hal yang sama juga terjadi.

Pantas para Kafir Aseng dan kelompoknya kaya raya, hingga ibu kota Jakarta saat ini hampir 70 % lahannya hanya dikuasai oleh sembilan Tokoh Kafir Aseng. Dana umat Islam yang ada dalam 2.900 trilyun di Bank Umum dengan leluasa dikelola dan diatur oleh mereka, sehingga dengan dana tersebut mereka dengan leluasa pula mengatur berbagai kebijakan politik dan ekonomi. 

Jadi jelas, yang memajukan dan memperkaya para Kafir Aseng dan para Kafir Acongserta para Kafir Acing mau pun para Kafir Along, adalah dana umat Islam yang dieksplorasi dan dieksploitasi oleh Kafir Aseng dan kelompoknya.

BISNIS MA’SIAT

Ternyata dana umat Islam di Bank Riba para Kafir Aseng tidak hanya digunakan untuk membiayai para Kafir Acong, Acing dan Along dalam bisnis otomotif atau media mau pun properti dan industri atau yang sejenisnya. Bahkan disalurkan juga ke para Kafir Aling, katakanlah Aling 1 dan Aling 2 serta Aling 3 untuk ”Bisnis Ma’siat” seperti pendirian Pabrik Miras, Panti Pijat, Diskotik, Night Club, Bar, dan aneka industri ma’siat lainnya.

Astaghfirullaah .. , ternyata dana umat Islam yang ditabung di Bank Riba para Kafir Aseng juga digunakan untuk menumbuh-suburkan aneka bisnis ma’siat di Indonesia.

SOLUSI

Sampai kapan umat Islam akan membiarkan dana mereka digunakan untuk memperkaya para Kafir Asing dan Kafir Aseng yang menjadi kaki tangan Zionis, yang juga sekaligus digunakan juga untuk merusak dan menghancurkan umat Islam itu sendiri ?!

Saat ini juga, tidak boleh ditunda lagi, segenap umat Islam di mana saja berada, di Indonesia mau pun negara lainnya, harus segera mengambil langkah-langkah strategis untuk menjaga dan menyelamatkan dana mereka agar tidak disalah-gunakan lagi oleh musuh-musuh Islam, antara lain :
  1.  Menarik semua simpanan umat Islam dari semua Bank Riba.
  2. Menutup semua rekening umat Islam di Bank Riba.
  3. Umat Islam harus berani memutar uangnya untuk usaha atau investasi, bukan diendapkan dalam simpanan, baik dengan memodali diri sendiri atau memodali secara bersama-sama dengan saudara muslim lainnya, atau pun memodali muslim lain dalam suatu usaha dengan sistem bagi hasil.
  4.  Jika harus menyimpan uang atau berinvestasi di Bank, maka simpan dan investasilah di Bank Syariah yang non ribawi.
  5.  Jika terpaksa harus ada rekening di Bank Riba, maka hanya boleh digunakan untuk sekedar lalu lintas darurat keuangan, tidak lebih.
Selanjutnya, PERINGATAN KERAS buat Bank Syariah :
1.      Jangan sekali-sekali menjual Label Syariah, padahal sistem perbankannya Tidak Syariah.
2.    Jangan sekali-sekali menyalurkan dana umat Islam yang terkumpul di Bank Syariah untuk membiayai para pengusaha dari kalangan Kafir Asing dan Kafir Aseng.

Wallaahul Musta’aan …

Bank Zionis

Bismillaahi wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaahil ‘Aliyyil ‘Azhiim ... Tulisan ini merupakan salah satu Laporan ...

 

© 2015 - Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile