Tampilkan postingan dengan label Wawancara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wawancara. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 September 2016


Megawati :
"Kita tidak ingin mencari pemimpin di suatu daerah untuk menimbulkan SARA, kita ini negara dengan kemajemukan yang luar biasa, Bhinneka Tunggal Ika,"

(Pernyataan Ketum PDIP di Kantor PDIP Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat pada Rabu 21 September 2016.)

Habib Rizieq :
"Justru pencalonan Non Muslim di wilayah Mayoritas Muslim adalah Pencetus SARA, sekaligus merupakan pemerkosaan terhadap Asas Proporsionalitas Kebhinnekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara."

(Pernyataan Imam Besar FPI di Markaz Besar FPI Petamburan Jakarta Pusat pada Rabu 21 September 2016.)

Sara & Kebhinekaan

Megawati : "Kita tidak ingin mencari pemimpin di suatu daerah untuk menimbulkan SARA, kita ini negara dengan kemajemukan yang luar bias...

Minggu, 10 April 2016



Wawancara eksklusif Habib Rizieq dengan Rasil TV di Markaz Syariah Megamendung tentang perjuangan Gerakan Masyarakat Jakarta memberantas MEGA SKANDAL KORUPSI yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Berdasarkan Laporan BPK bahwa Ahok merugikan negara 1,8 Trilyun. Dan Ahok terima GRATIFIKASI 4,5 Milyar untuk kampanye pribadinya via Teman Ahok. Lalu Ahok juga terlibat dalam Reklamasi Teluk Jakarta yang merupakan proyek "tralala-trilili" yaitu proyek trilyunan yang mustahil tanpa UPETI.

Oleh karena itu, Habib Rizieq meminta untuk KPK tegakkan keadilan! Tangkap semua koruptor baik yang muslim maupun yang non muslim, baik yang pribumi ataupun yang non pribumi dan KPK tidak boleh diintervensi oleh pihak-pihak manapun termasuk Presiden RI dan Menkopolhukam sekalipun. 

[Video] Wawancara Eksklusif Habib Rizieq, "Mengawal KPK Untuk Jakarta Bersih dari Korupsi"

Wawancara eksklusif Habib Rizieq dengan Rasil TV di Markaz Syariah Megamendung tentang perjuangan Gerakan Masyarakat Jakarta memberantas ME...

Sabtu, 13 Februari 2016


Euphoria Valentine’s Day yang digembar-gemborkan oleh tradisi barat dengan kedok hari kasih sayang ternyata telah menyebar luas dipenjuru dunia tidak terkecuali di Indonesia yang sangat suka dengan hal berbau barat, seolah bila tidak ikut budaya barat maka dianggap tidak modern dan mengikuti zaman. Banyak generasi muda ikut sibuk terhanyut dengan budaya ini. Apakah dengan ikut merayakan valentine, lalu kita menjadi orang barat? Padahal dalam tradisi ini, kita tidak ada kepentingan sama sekali, bahkan terkesan bodoh mengikuti suatu budaya yang tidak jelas asal-usulnya.

Harusnya kita lebih memahami, Valentine’s Day bukanlah hari pembuktian cinta, atau hari kasih sayang karena justru pada hari ini lah kebanyakan manusia yang mengatakan mereka melakukan aktivitas seperti free seks, zina, dan lainnya atas nama cinta, sedang menodai arti cinta itu sendiri. Bagaimana mungkin cinta diartikan hanya sebuah pemuasan nafsu belaka? Pemenuhan kebutuhan biologis saja? Dan bagaimana mungkin atas nama cinta semuanya boleh dan legal untuk dilakukan.

Berikut ini jawaban Habib Rizieq Syihab atas pertanyaan seorang mahasiswi UIN terkait Valentine’s Day:

1. Apa pandangan Habib tentang valentine?

Valentine tradisi kafir yang tidak baik dan tidak boleh ditiru atau diikuti oleh umat Islam, karena Valentine bukan sekedar hari kasih sayang, bahkan hari sex bebas atas nama kasih sayang. Fakta dalam praktek perayaannya seperti itu. Camkan !

Bicara tentang kasih sayang, lucu sekali dirayakan setahun sekali ??!! Itu tradisi orang yang miskin kasih sayang, sehingga stress mencari kasih sayang.

Ada pun dalam Islam, tiada hari tanpa kasih sayang, karena Islam adalah agama kasih sayang. Umat Islam tidak pernah kekurangan kasih sayang, karena mereka memiliki Allah SWT sebagai Tuhan Yang Maha Penyayang, dan Nabi SAW yang diutus untuk menebar kasih sayang, serta agama yang berintikan kasih sayang, dan juga memiliki saudara sesama muslim yang wajib saling memberi kasih sayang setiap saat. Jadi, umat Islam itu tidak miskin kasih sayang.

2. Jika benar valentine adalah syiar agama nasrani, bagaimana seharusnya kita bersikap?

Setahu saya Valentine itu bukan Syiar Nashrani, tapi produk Freemasonry. Nashrani tidak mengajarkan free sex, tapi Freemasonry yang mengkampanyekan free sex. Freemasonry merusak semua umat beragama. Freemasonry adalah Dedengkotnya LIBERAL. Dengan demikian jelas bahwa merayakan Valentine bagi umat Islam hukumnya HARAM.

3. Sebagai generasi muda yang memiliki keingintahuan dan mencoba berbagai macam tradisi valentine, seperti memberi bunga atau coklat untuk orang yang dikasihi?

Sebagai generasi muda Islam, wajib selektif dalam berinteraksi dengan budaya atau tradisi apa pun. Jika bertentangan dengan Islam wajib ditolak, bukan dicoba !

4. Isu selanjutnya adalah valentine dapat mengikis jiwa nasionalis generasi muda karena dianggap sebagai budaya barat yang merugikan, bagaimana tanggapan Habib tentang hal tersebut? bukan kah kita bangsa yang dapat menerima perbedaan mengingat kita sendiri adalah bangsa yang terbentuk dari berbagai macam suku bangsa?


Valentine itu bukan hanya dapat mengikis jiwa kebangsaan, tapi juga mengikis aqidah dan merusak akhlaq. Valentine sebagai hari free sex atas nama kasih sayang adalah merupakan penyimpangan, bukan perbedaan, karena mana ada agama yang menghalalkan free sex ??!! Kita toleransi terhadap perbedaan, tapi harus tegas terhadap penyimpangan, sehingga Valentine wajib ditolak oleh semua agama dan segenap anak bangsa Indonesia.

Habib Rizieq: Valentine’s Day Tradisi Orang Miskin Kasih Sayang

Euphoria Valentine’s Day yang digembar-gemborkan oleh tradisi barat dengan kedok hari kasih sayang ternyata telah menyebar luas dipenjuru du...

Selasa, 26 Mei 2015



Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

GHOZWUL FIKRI adalah Perang Pemikiran melawan paham-paham yang sesat dan menyesatkan serta merusak kemurnian ajaran Islam.

Sejumlah Artikel yang bersumber dari Imam Besar FPI, Mufti Besar Kesultanan Sulu, Dato' Paduka Maulana Syar'i Sulu (DPMSS), Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab, Lc, MA, selama sembilan hari berturut-turut, termasuk seruan ini, yang telah disebar-luaskan melalui :

1. Web : www.habibrizieq.com
2. FB - Fanpage : www.fb.me/HabibRizieq 
3. Twitter : www.twitter.com/syihabrizieq
4. Pin BBM : 54D9E5DC

Semuanya merupakan bagian dari Ghozwul Fikri yang wajib dilakukan oleh para PEMBELA ISLAM, sebagaimana Allah SWT firmankan dalam Al-Qur'an :

1. QS.61. Ash-Shaff ayat 14 :

ÙŠَا Ø£َÙŠُّÙ‡َا الَّذِينَ آمَÙ†ُوا Ùƒُونُوا Ø£َنصَارَ اللَّÙ‡ِ 

"Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah."

2. QS.47. Muhammad ayat 7 :

ÙŠَا Ø£َÙŠُّÙ‡َا الَّذِينَ آمَÙ†ُوا Ø¥ِÙ† تَنصُرُوا اللَّÙ‡َ ÙŠَنصُرْÙƒُÙ…ْ ÙˆَÙŠُØ«َبِّتْ Ø£َÙ‚ْدَامَÙƒُÙ…ْ

"Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu."

SERUAN HABIB RIZIEQ :

"Dalam rangka ikut andil dalam Ghozwul Fikri ini, dan masih banyaknya saudara kita yang tidak menggunakan internet, sehingga tidak mendapat informasi Web, FB, Tweet dan BBM. 

Maka kami menyerukan kepada segenap Mitra FPI, agar SOSIALISASIKAN isi semua Artikel kami tentang BAHAYA LIBERAL berlabel ISLAM NUSANTARA ke seluruh lapisan masyarakat : Habaib, Tokoh, Kyai, Aktivis, Pemuda, Pemudi, Pondok Pesantren, Majelis Ta'lim, Majelis Dzikir, Madrasah, Sekolah, Ormas, Partai, Perusahaan, Pabrik, Kantor, Pejabat, Politisi, Anggota Dewan, Pengusaha, Pegawai, Buruh, Wartawan, Mahasiswa, Pelajar, Hakim dan Jaksa, TNI dan POLRI, dan sebagainya, agar tidak jadi korban PENYESATAN OPINI yang dilakukan Media Cetak dan Elektronik LIBERAL.

Caranya : Semua Artikel yang dimuat selama sebelas hari terakhir ini, DIPRINT OUT dan DICOPY / DICETAK serta DIBUNDEL, lalu DISEBAR-LUASKAN dan DIBAGIKAN. Dan Bundel Artikelnya beri Judul Utama "AHLUS SUNNAH vs AHLUL FITNAH", yang berisi artikel berikut :

1. Tgl 17 Mei : Racauan Liberal : Baca Al-Qur'an Dengan Langgam Dalang >>https://goo.gl/FLlcRw

2. Tgl 18 Mei : Nasihat Terbuka buat Presiden dan Menag RI : Taubat atau Lengser !!! >> https://goo.gl/CjlLSE

3. Tgl 19 : Ulama Mesir membolehkan Pembacaan Al-Qur'an dengan Langgam Jawa ??? >> https://goo.gl/GCLjTV

4. Tgl 21 Mei : Islam Nusantara. >>https://goo.gl/6MDBcw

5. Tgl 21 Mei : Antara Tidak Bisa dan Istihzaa. >> https://goo.gl/CWtVXt

6. Tgl 22 Mei : Khilafiyah, Inhiraaf dan Fitnah. >> https://goo.gl/SNBqmb

7. Tgl 23 Mei : Komentar Liberal. >> https://goo.gl/p9LkF5

8. Tgl 24 Mei : Ahlus Sunnah vs Ahlul Fitnah. >> https://goo.gl/vhd3dO

9. Tgl 25 Mei : Klarifikasi Masyaikh Al-Azhar >> https://goo.gl/O74zPY

10. Tgl 26 Mei : Fatwa Langgam Jawa >> https://goo.gl/LPKY2R

11. Tgl 27 Mei : Ghozwul Fikri. >> https://goo.gl/1GjbaQ

Ayo..., Gelorakan Ghozwul Fikri melawan Liberal untuk meninggikan Kalimat Allah SWT. 

Liberal Datang ... Ayo, Ganyang ... !

Selamat Berjuang ... Semoga Menang ... !

Allaahu Akbar ... !!!

(Laskar Cyber FPI)

GHOZWUL FIKRI

Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... GHOZWUL FIKRI adalah Perang Pemikiran melawan paham-paham yang...

Sabtu, 14 Februari 2015



VALENTINE MUSUH SEMUA AGAMA 
(Wawancara Bersama Habib Muhammad Rizieq Syihab)

1. Apa pandangan Anda tentang valentine?

Valentine tradisi yg tidak baik dan tidak boleh ditiru atau diikuti oleh umat Islam, karena Valentine bukan hari kasih sayang, bahkan hari sex bebas atas nama kasih sayang. Fakta dalam praktek perayaannya seperti itu.

Bicara kasih sayang, lucu sekali dirayakan setahun sekali ? Itu tradisi orang yg miskin kasih sayang, sampai stress mencari kasih sayang.

Dalam Islam, tiada hari tanpa kasih sayang, karena Islam adalah agama kasih sayang. Umat Islam tidak pernah kekurangan kasih sayang, karena memiliki Allah SWT sebagai Tuhan Yang Maha Penyayang, dan Nabi SAW yang diutus menebar kasih sayang, serta agama yg berintikan kasih sayang, dan juga memiliki saudara sesama muslim yg wajib saling memberi kasih sayang setiap saat. Jadi, umat Islam itu tidak miskin kasih sayang.

2. Jika benar valentine adalah syiar agama Nasrani, bagaimana seharusnya kita bersikap?

Valentine itu bukan milik Nasrani. Nasrani tidak mengajarkan free sex, tapi Freemasonry yg mengkampanyekan free sex. Freemasonry merusak semua umat beragama. Freemasonry adalah dedengkotnya LIBERAL. Dengan demikian jelas bahwa merayakan Valentine bagi umat Islam hukumnya HARAM.

3. Sebagai generasi muda yg memiliki keingintahuan dan mencoba berbagai macam tradisi valentine?

Generasi muda Islam, wajib selektif dalam berinteraksi dengan budaya atau tradisi apa pun. Jika bertentangan dengan Islam wajib ditolak, bukan dicoba.

4. Bagaimana tentang bahwa bangsa kita menerima perbedaan dalam bertradisi?

Bukan hanya mengikis jiwa kebangsaan, tapi Valentine juga mengikis aqidah dan merusak akhlaq. Valentine sebagai hari free sex atas nama kasih sayang merupakan penyimpangan, bukan perbedaan, karena tidak ada agama yang menghalalkan free sex ?! Kita toleransi terhadap perbedaan, tapi harus tegas terhadap penyimpangan, sehingga Valentine wajib ditolak oleh semua agama dan segenap putra bangsa Indonesia.

Valentine Musuh Semua Agama [Wawancara Bersama Habib Rizieq Syihab]

VALENTINE MUSUH SEMUA AGAMA  (Wawancara Bersama Habib Muhammad Rizieq Syihab) 1. Apa pandangan Anda tentang valentine? Valentine tradisi yg ...

Minggu, 28 September 2014

Berikut ini adalah wawancara Suara Islam (SI) dengan Habib Rizieq Syihab (HRS). Dimuat di Tabloid Suara Islam Edisi 188:

SI : Bagaimana pandangan Habib dengan terpilihnya Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden saat ini?

HRS : Kemenangan Jokowi sebagai Presiden sudah diduga banyak orang, karena memang sejak jauh sebelum Pilgub DKI semua media habis-habisan menokohkan dan membesarkannya, sehingga Jokowi menjadi "icon" perjuangan rakyat kecil. Dengan modal itu dia memenangkan Pilgub DKI dan dengan modal itu pula dia memenangkan Pilpres 2014.

SI : Adadua orang dalam Tim Transisi Jokowi-JK beragama non Islam, bagaimana pandangan Habib?

HRS : Wajib diwaspadai !!!  Karena itu bisa jadi "Pintu Masuk Emas" bagi kalangan non Islam untuk menguasai dan mengendalikan sistem.

SI : Di Solo dan Jakarta, Jokowi meninggalkan pemimpin non Islam, bagaimana pandangan Habib?

HRS : Sudah saya nyatakan sejak lama bahwa Jokowi adalah Pembawa Masalah dan Pengundang Musibah bagi Umat Islam, karena untuk meraih jabatan dan kekuasaan, dia tidak peduli  walau harus meninggalkan orang kafir sebagai pemimpin umat Islam.

SI : Di daerah-daerah mayoritas non Islam, Jokowi memenangkan suara. Bagaimana Habib melihat hal ini?

HRS : Tentu saja dia menang di wilayah non Islam, bagaimana tidak ?! Dia dikenal sebagai Tokoh Pluralis yang senang membela kepentingan umat agama lain di luar Islam, walau harus mengorbankan umat Islam sendiri.

SI : FPI Jakartamenolak Ahok sebagai gubernur DKI, mengapa demikian?

Bagus !!! Sikap FPI DKI Jakarta sudah sangat bagus, karena mengacu kepada AD / ART FPI yang senafas dan sejalan dengan Syariat Islam Alasan FPI DKI Jakarta pun sudah sangat jelas bahwa Ahok kafir, dan orang kafir tidak boleh memimpin umat Islam !!!  

Ditambah lagi Ahok kasar dan tidak bermoral. Lihat saja ucapan dan sikapnya seperti preman. Dia sebut pegawainya sendiri sebagai binatang, dan dia sebut Ormas Islam munafiq, lalu dia hina DPRD seenak waduknya, belakangan dia tantang FPI Jakarta bak Pendekar China Mabok.

SI : Indonesia kan negara demokrasi yang membolehkan orang non muslim jadi Gubernur bahkan jadi Presiden sekali pun ?!

HRS : Siapa bilang Indonesianegara demokrasi ?!  Indonesiaini Negara Musyawarah yang berdasarkan Ketuhanan Yang maha Esa. Siapa itu Tuhan Yang Maha Esa ?!  Dalam Pembukaan UUD 1945 pada alinea ketiga ada keterangan konstitusional bahwa yang dimaksud dengan Tuhan Yang Maha Esa adalah "Allah Yang Maha Kuasa". Dengan demikian arti Tuhan Yang Maha Esa adalah Allah Subhaanahu Wa Ta'aala. 

Jadi, secara konstitusional bahwa Dasar Negara RI adalah TAUHID yaitu Ketuhanan Yang maha Esa yang tidak lain dan tidak bukan adalah Allah Subhaanahu Wa Ta'aala. Nah, di NKRI yang Dasar Negaranya adalah TAUHID untuk Allah Subhaanahu Wa Ta'aala, mana boleh orang kafir memimpin umat Islam !!

SI : Tapi berdasarkan perundang-undangan Ahok secara otomatis menjadi Gubernur DKI Jakarta manakala Jokowi sudah secara resmi mundur dari jabatan Gubernurnya untuk dilantik sebagai Presiden RI?!

HRS : Ya, tapi jangan lupa perundangan-undangan yang dimaksud kan hanya sebatas Hukum Sipil, sementara di Indonesia ada tiga Sistem Hukum yang diakui negara, yaitu : Hukum Agama, Hukum Adat dan Hukum Sipil. Nah, Hukum Agama Islam sebagai agama mayoritas warga Jakarta mengharamkan orang kafir jadi Gubernur, begitu juga Hukum Adat Betawi yang menganggap orang kafir sebagai "najis" yang tidak boleh memimpin Betawi. Jadi, walau pun Hukum Sipil membolehkan, tapi Hukum Agama dan Hukum Adat melarang, sehingga posisinya 1 : 2 dong. Karenanya, jangan ngotot untuk memaksakan Hukum Sipil di atas Hukum Agama dan Hukum Adat.

Selain itu, jangan lupa juga bahwa berdasarkan perundang-undangan pun DPRD berhak menolak pelantikan Ahok, bahkan berhak mengajukan permohonan pemecatan Ahok sebagai Wagub DKI Jakarta ke Mendagri, karena penghinaannya kepada DPRD dan sikap sombong dan angkuhnya yang sering menentang dan menantang Mendagri, bahkan arogan dan preman serta tidak bermoral. 

Ingat : Bupati Garut Aceng Fikri bisa diberhentikan oleh Mendagri karena penolakan DPRD hanya lantaran persoalan "kawin lagi" yang sangat pribadi, apalagi soal perilaku Ahok yang arogan dan amoral !!!

Justru, jika DPRD DKI Jakarta tetap "ngotot" melantik Ahok sebagai Gubernur DKI, kami balik bertanya : Adaapa ?!  Dimana itu Koalisi Merah Putih yang katanya solid ?! Apa sudah luntur warnanya kena keringat Babi ?!  Atau apa "Pancasila" sudah berubah jadi "Panca Gila" ??!! 

Saya ingatkan kepada seluruh anggota DPRD DKI Jakarta yang beragama Islam, dari partai mana pun : Ini Jakarta Bung !!!  Masyarakat aslinya Betawi identik dengan Islam. Dan Warganya yang sangat heterogen mayoritas juga beragama Islam. Jangan kalian
gadaikan Islam hanya untuk "seekor" Ahok !!!

SI : Bagaimana kalau Ahok masuk Islam ?!

HRS :  Alhamdulillaah, kita sambut dengan gembira. Namun perilaku Ahok yang arogan tetap harus jadi pertimbangan DPRD dalam pelantikannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, karena Gubernur DKI Jakarta wajib seorang muslim yang beriman dan bertaqwa serta berakhlaq mulia, jadi tidak cukup hanya dengan beragama Islam saja.

SI : CSIS nampaknya akan semakin kuat menjadi tangki pemikir Jokowi, bagaimana pandangan Habib?

HRS : CSIS itu berbahaya !!! Sejarah mencatat bagaimana saat CSIS menjadi Thinh Tank Orde Baru, membangun Bank Syariah saja dijegal habis-habisan. Dan lebih dari tujuh puluh perda syariah disikat habis. Umat Islam pun selalu dihadap-hadapkan dengan Pancasila, dan Ormas Islam dikatagorikan sebagai Bahaya Laten Kanan, sehingga harus selalu diawasi dan dibonsai.

SI : Sebagian kalangan mengharapkan Jusuf Kalla dapat mengerem laju sekulerisme PDIP-Jokowi, bagaimana menurut Habib?

HRS : Kita tidak bisa banyak berharap dengan seorang JK, karena JK sendiri selama ini dikenal sebagai seorang yang sangat anti penerapan Syariah Islam.

SI : Sebelum Pilpres, Tim Jokowi melontarkan program-program yang menakutkan bagi umat Islam seperti: penghapusan kolom KTP, penghapusan perda syariat dll. Bagaimana prediksi Habib, apakah hal-hal seperti itu akan dilakukan?

HRS : Jokowi dan sekutunya tidak mudah melakukan itu semua, karena akan berhadapan dengan Koalisi Merah Putih dari Pusat hingga Daerah, dan juga berhadapan dengan Otonomi Daerah. Belum lagi berhadapan dengan Para Tokoh Habaib dan Kyai serta Ormas-Ormas Islam. Kalau dia paksakan juga, maka dia bisa rontok dan ambruk di tengah jalan.

SI : Kompas dan Metro TV habis-habisan membackup berbagai program Jokowi, bagaimana pandangan Habib?

HRS : Itu karena memang Kompas dan Metro berada dalam satu garis dengan Jokowi yaitu Garis Sepilis (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme), sehingga mudah bersimbiosis, hanya saja Jokowi belum menjadi Liberal sejati, sehingga masih ada harapan "mengislamkannya", sedang Kompas dan Metro sudah jadi Liberal sejati yang sangat berbahaya, sehingga hanya "keajaiban" dari Allah SWT yang bisa "mengislamkannya".

SI : Di antara berbagai kementerian yang ada, kementerian mana yang umat perlu sangat waspada?

HRS : Ada dua jabatan Menko dan tujuh jabatan Menteri vital yang harus diwaspadai, karena jika jatuh ke tangan Kafir atau Liberal atau Aliran Sesat apa pun sangat fatal akibatnya, yaitu : Menko Polhukkam dan Menko Ekuin, lalu Menag, Mendiknas, Mendagri, Menlu, Mensesneg, Menkeu dan Menhan.

SI : Kompas dan Jokowi habis-habisan mendukung Pilkada langsung. Apa kira-kira dampak pilkada langsung ini bagi umat?

HRS : Pilkada langsung itu lebih banyak mudhorot daripada manfaatnya. Oleh sebab itu FPI sejak tahun 2012 sudah mengusulkan ke Pemerintah dan DPR RI agar Pilkada dilaksanakan cukup via DPRD saja. Ada dua belas alasan yang diajukan FPI. 

Pertama, sesuai dengan Asas Musyawarah. Kedua, sesuai dengan Sila keempat Pancasila. Ketiga, menekan biaya Pilkada. Keempat, meredam konflik horisontal. Kelima, mencegah pembodohan rakyat. Keenam, mencegah pembudayaan money politic di tengah masyarakat. 

Lalu Ketujuh, menjamin Asas Proporsional agar minoritas tidak memimpin mayoritas, sehingga kepemimpinan daerah lebih legitimate. Kedelapan, menjamin kualitas Kepala Daerah karena via seleksi DPRD. Kesembilan, mempermudah pemberhentian Kepala Daerah bermasalah. Kesepuluh, mencegah lahirnya Raja-Raja kecil yang bisa sebabkan disintegrasi bangsa. 

Ada pun Kesebelas, mempermudah antisipasi money politick di kalangan DPRD dari pada di kalangan masyarakat luas. Dan Keduabelas, mempermudah KPK menyelidiki dan menangkap pelaku money politik di kalangan DPRD daripada di kalangan masyarakat luas.

SI : Apa sikap yang harus diambil umat melihat pemerintahan/kabinet Jokowi nanti?

HRS : Kita harus terus berdoa kepada Allah SWT agar Jokowi - JK mendapat limpahan Taufiq dan Hidayah, sehingga tampil sebagai Presiden dan Wakil Presiden Ri yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, serta cinta kepada negeri dan rakyatnya. Dengan demikian mereka selalu dalam lindungan Allah SWT dalam setiap langkah dan putusannya, termasuk penyusunan kabinetnya, sehingga bisa membawa Indonesiamenjadi Baldah Thoyyibah.

Dan kita tetap harus selalu mendukung serta mematuhi semua kebijakan Jokowi - JK selama sejalan dengan Syariat Islam. Dan kita juga tetap wajib menolak dan menentang serta melawan semua kebijakan mereka yang bertentangan dengan Syariat Islam. 


Ingat Pesan Nabi SAW : Laa Thoo'ata Li Makhluuqin Fii Ma'shiyatil Khooliq, innamath Thoo'atu Fil Ma'ruuf." Artinya, tidak ada ketaatan kepada makhluq mana pun dalam ma'siat kepada Kholiq (Sang Pencipta), sesungguhnya ketaatan itu hanya berlaku dalam kebaikan."

Sumber: Suara Islam

Jokowi Pembawa Masalah, Wawancara Bersama Habib Rizieq Syihab

Berikut ini adalah wawancara Suara Islam (SI) dengan Habib Rizieq Syihab (HRS). Dimuat di Tabloid Suara Islam Edisi 188: SI : Bagaimana pand...

Senin, 23 Juni 2014

SUARA ISLAM (SI) : Apa sikap FPI dalam Pilpres nanti?

HABIB RIZIEQ SYIHAB (HRS) : Sesuai Maklumat FPI tentang Pilpres 2014 yang sudah diumumkan secara resmi bahwa sehubungan dengan sikap FPI dalam Pileg 2014 yang lalu mengamanatkan suaranya ke PARTAI ISLAM yaitu PPP, PKS dan PBB, maka Sikap FPI dalam Pilpres 2014 yang akan datang tetap ISTIQOMAH mengamanatkan suaranya ke PARTAI ISLAM tersebut.

SI : Di beberapa daerah FPI menyatakan mendukung Prabowo-Hatta, benarkah demikian? Apa alasannya?

HRS : Itu "Tafsir Daerah" terhadap Maklumat FPI, padahal FPI tidak pernah menyebut nama Capres - Cawapres yang mana pun secara eksplisit. Jadi alasan Daerah menafsirkan seperti itu mudah dipahami, karena FPI dukung Partai Islam, dan Partai Islamnya berkoalisi dengan Prabowo, mereka pun mengambil kesimpulan bahwa FPI dukung Prabowo.

SI : Kenapa FPI di daerah cenderung menolak Jokowi-Kalla ? Apa alasannya?

HRS : Itu pun mudah dipahami. Karena mereka di daerah melihat dan mendengar serta mencermati bahwa aneka kekuatan ASING dan ASENG ada di sekitar Jokowi-Kalla, sehingga mereka tolak mentah-mentah.

SI : Jusuf Kalla (JK) diharapkan beberapa kalangan umat Islam menjadi pintu masuk untuk aspirasi Islam. Bagaimana menurut Habib?

HRS : Semoga begitu, karena JK selama ini dikenal dekat dengan Ormas dan Tokoh Islam. Beliau pun dikenal sebagai Pengusaha Muslim yang sukses dan Politisi Muslim yang bersih.

Hanya saja, terkadang pandangan JK soal TATHBIQ SYARIAH masih miring, belum tegak lurus. JK masih menganggap Formalisasi Syariat Islam sebagai penghinaan terhadap Syariat itu sendiri, dengan dalih tanpa Formalisasi Syariat pun umat Islam sudah wajib jalankan Syariat Islam, seperti Shalat, Zakat, Puasa serta Ibadat lainnya.  Dan soal Ahmadiyah pun JK masih menganggap sebagai persoalan kecil dan tidak prinsip.

Padahal, Formalisasi Syariat Islam secara konstitusional justru untuk menjaga agar Syariat Islam tetap tegak berdiri di tengah umatnya, dan Syariat Islam yang dimaksud tidak hanya terbatas kepada soal Ibadat, tapi juga Mu'amalat, termasuk Jinayat. Ada pun soal Pembubaran Ahmadiyah adalah harga mati yang tidak bisa ditawar, karena itu persoalan Aqidah yang sangat prinsip dan mendasar serta fundamental. Namun demikian, setidaknya JK bisa jadi rem buat Jokowi agar tidak kebablasan.

SI : Bagaimana track record Jokowi di Jakarta dan Solo menurut FPI?

HRS : Sebenarnya Jokowi itu orang baik. Dia polos, pasrah dan sederhana. Saat ini dia sedang jadi idola rakyat miskin, karena dia pandai mengambil hati mereka. Melalui program Blusukannya, dia temui rakyat kecil, dialog langsung, menampung curhat wong cilik, dan senang buat aneka hiburan untuk rakyat di bawah.

Hanya saja, Jokowi bukan sosok Negarawan, melainkan sosok Kader Setia untuk Partainya. Apa saja perintah Partai dia laksanakan, walau pun harus melepaskan tugas sebelum waktunya. Lihat saja, jabatan Walikota Solo ditinggalkan untuk rebut jabatan Gubernur Jakarta, karena perintah Partai. Kini, dia siap lepaskan jabatan Gubernur Jakarta untuk rebut jabatan Presiden, juga karena perintah Partai.

Akhirnya Jokowi pun suka seperti itu, sehingga dia menjadi Politisi Aji Mumpung, kapan lagi dia nyapres, mumpung lagi ngetop dan direstui Partai. Kesempatan macam ini belum tentu datang dua kali.

Nah, sikap Aji Mumpung Jokowi tersebut membawa MUSIBAH besar buat umat Islam. Bagaimana tidak?! Di Solo kotanya umat Islam, Jokowi sebagai Wali Kotamenggandeng seorang Katholik sebagai Wakilnya. Belum usai masa tugasnya, ikut Pilgub Jakarta, dia menang, tapi meninggalkan untuk Solo seorang Walikota Katholik.

Kini, di Jakarta juga kotanya umat Islam, Jokowi sebagai Gubernur pun menggandeng seorang Kristen sebagai Wakilnya. Belum lagi usai masa tugasnya, sudah ikut jadi Capres. Artinya, kalau Jokowi menang, lagi-lagi dia meninggalkan untuk Ibu Kota Jakarta seorang Gubernur Kristen. Apa itu bukan PEMBAWA MUSIBAH buat umat Islam ???!!!

SI : Bagaimana track record Jusuf Kalla menurut FPI?

HRS : Kita harus jujur mengakui bahwa JK BERJASA BESAR dalam menciptakan kedamaian di Aceh, Ambon dan Poso. Walau pun perdamaian tersebut bukan tanpa "cacat". Misalnya perdamaian di Poso, JK itu memaksa memasukkan klausul PEMUTIHAN DOSA bagi para pembantai umat Islam di Poso, sehingga 14 (empat belas) nama tokoh Nashrani yang disebut Tibo dkk sebelum dihukum mati dalam persidangannya, sebagai otak, gembong dan pendana pembantaian tersebut, tidak bisa diproses hukum.

Dalam perjanjian Malino, JK memaksa agar semua peristiwa sebelum perjanjian Malino diputihkan. Akibatnya, selamatlah 14 tokoh pembantai umat Islam Poso dari proses hukum hingga kini.

Dan kita juga harus akui dengan jujur bahwa kita bangga dengan JK yang dikenal sebagai  "Pengusaha Muslim" yang sukses dan "Politisi Muslim" yang bersih. Tapi kita juga tidak bisa menutup mata dari sikap JK yang kurang bersahabat dengan perjuangan Formalisasi Syariat Islam secara konstitusional di Indonesiasebagaimana saya singgung tadi.

SI : Prabowo dan Hatta sebenarnya bukan capres atau cawapres yang lahir dari rahim ormas atau gerakan Islam. Apa FPI nanti tidak takut mereka menyeleweng dari Islam di masa pemerintahannya?

Justeru itulah sebabnya FPI tidak pernah menyebut nama keduanya dalam Maklumatnya tentang Pilpres 2014. Bahkan saat ini FPI sedang mempertanyakan Kontrak Politik macam apa yg dibuat antara Partai Islam dengan Prabowo - Hatta, sehingga Partai Islam mendukungnya.

Dari PKS kami dapat informasi tentang 10 (sepuluh) poin Nota Kesepakatan PKS - Gerindra. Isinya standar dan normatif, tidak ada yang istimewa. Dari 10 poin ada 3 poin yang kental Islam, yaitu tentang pengakuan Kontribusi Umat Islam dalam Sejarah Indonesia, Kebebasan Berda'wah dan Dukungan untuk Palestina Merdeka. Ketiga poin itu sangat bagus, tapi masih global belum dirincikan. Sedang PPP dan PBB masih tertutup, entah apa kontrak politiknya, tidak jelas.

Mestinya, Partai Islam buat Kontrak Politik dalam koalisi dengan Prabowo yang transparan, tegas dan jelas serta rinci, untuk kepentingan Islam, misalnya : Keppres Pembubaran Ahmadiyah, Keppres Pelarangan Liberal, Keppres Pelarangan Miras, Keppres Pelarangan Homo dan Lesbi, Keppres Pembolehan Jilbab bagi Wanita Muslimah di sekolah, kantor, perusahaan mau pun di jajaran Pegawai Negeri baik sipil, TNI maupun Polri.

Intinya, Capres - Cawapres yang diusung Partai Islam tidak boleh Anti Syariat Islam, sebagaimana 10 amanat FPI kepada Partai Islam yang dituangkan dalam Maklumatnya tentang Pilpres 2014. Silakan lihat dan baca isi Maklumat FPI tersebut !

Selain itu, kami juga menanyakan kepada Partai Islam sampai sejauh mana Prabowo bisa dipercaya. Dan sampai sejauh mana pula Partai Islam mampu mengontrol Prabowo.

Sebab ada beberapa hal dari perilaku Prabowo dan saudaranya Hashim selaku Wakil Ketua Pembina Gerindra yang belakangan ini sangat kontroversial, sehingga membuat umat Islam gerah.

Pertama, Hashim berjanji menghapus Manifesto Gerindra tentang penjagaan terhadap "kemurnian agama" dengan dalih jargon Wahabi.

Kedua, Hashim juga berjanji jika Prabowo menang maka Ahmadiyah akan dilindungi dan Gereja Yasmin yang sudah ditolak umat Islam di Bogor akan dizinkan untuk dibangun kembali.

Ketiga, Hashim juga mengancam jika Prabowo gandeng FPI maka ia akan keluar dari Gerindra.

Keempat, Prabowo yang semula menggebu-gebu untuk menasionalisasi aset asing yang merugikan bangsa dan negara, tiba-tiba dalam pemaparan Visi Misinya di acara Partai Demokrat membatalkan tekadnya tersebut.

Kelima, Prabowo mengucapkan SALAM ANEH, yaitu Assalamu 'alikum, Salam Sejahtera, Saloom, Om Swastiastu.

Nah, semua itu maksudnya apa?! Kok, koalisi dengan Partai Islam, tapi perilaku Prabowo - Hashim begitu?! Jika tujuannya hanya untuk menggaet suara kelompok minoritas, apa tidak takut kalau justru nanti yg mayoritasnya lari?! Prabowo - Hashim harus tahu diri. Mereka itu koalisi dengan Partai Islam, jangan ambil sikap sepihak dong !!!

Disini mestinya Cawapres Hatta sebagai Kader PAN yang merupakan Partai Berbasis Islam tidak diam, tapi wajib menasihati dan mengoreksi Capres Prabowo secara rutin dan terus menerus, karena jika umat Islam lari meninggalkan Prabowo, maka Hatta pun ikut dirugikan.

SI : Bagaimana menghadapi sikap sebagian kalangan umat yang golput dalam pemilu?

Golput adalah pilihan untuk tidak memilih. Sikap tersebut harus kita hormati dan hargai. Karenanya, FPI tidak permah mengecam mereka yang Golput.

Hanya saja, FPI melihat bahwa kalau pun kita tidak dapat Capres - Cawapres IDEAL yang membela Syariat Islam, tapi setidaknya kita masih bisa memilih yang tidak memusuhi Syariat Islam. Lagi pula, umat Islam pun tetap masih punya kewajiban untuk menjaga mashlahat umat dari segala mudhorot.

Jadi disini berlaku kaidah "Wujuubul 'Amali Bi Akhoffidh Dhororain" yaitu wajib beramal dengan mudhorot yg lebih ringan.

Karenanya, bandingkan saja Prabowo dan Jokowi. Siapa yang lebih manfaat untuk Islam? Dan siapa yang lebih mudharat terhadap Islam? Caranya lihat dan cermati : Siapa yang banyak didukung Kelompok Liberal dan Aliran Sesat? Dan sebaliknya, siapa yang lebih banyak didukung Kelompok Islam?

Lalu, siapa yang dikelilingi Asing dan Aseng? Sebaliknya, siapa yang kurang disukai Asing dan Aseng? Lalu, siapa yang lebih tidak bertanggung-jawab, suka meninggalkan amanat tugas dari rakyat sebelum waktunya? Dan siapa yang punya keberanian dan ketegasan untuk melawan intervensi asing? Dan seterusnya.

Jawaban dari semua pertanyaan di atas akan mengantarkan kita kepada pilihan yang terbaik dalam keadaan darurat saat ini. Insya Allah.

SI : Kalau itu pertimbangannya, berarti FPI dukung Prabowo - Hatta ?

HRS : FPI dukung Partai Islam dan bela Syariat Islam, bukan dukung dan bela Prabowo - Hatta. Bagamana FPI mau dukung mereka, wong mereka dan Tim Suksesnya takut didukung FPI ?!

Kabar yang kami terima, menurut mereka bahwa dukungan FPI akan merugikan mereka, karena FPI dianggap icon kekerasan, sehingga dukungan FPI akan membuat para pendukung mereka lari.

Mereka lupa atau memang tidak tahu, kalau FPI saat ini, diakui atau tidak, sudah menjadi Ormas Islam besar yang berpengaruh di berbagai pelosok Daerah, dan dikenal di penjuru Dunia. Saat ini hingga hari Pilpres nanti, jutaan warga dan simpatisan FPI sedang menunggu Komando FPI.

Bagi FPI, jika Prabowo bela Islam secara terang-terangan, maka FPI bela Prabowo secara terang-terangaan juga. Dan jika Prabowo bela Islam secara sembunyi-sembunyi, maka FPI bela Prabowo secara sembunyi-sembunyi juga.

Jika Prabowo dengan Komitmen Islam minta dukungan FPI secara langsung, maka FPI akan dukung Prabowo secara langsung juga. Dan jika Prabowo dengan Komitmen Islam minta dukungan FPI secara tidak langsung, maka FPI pun dukung Prabowo secara tidak langsung. Tapi jika Prabowo tidak mau bela Islam, maka tentu FPI haram bela Prabowo.

SI : Menurut prediksi Habib, apakah Prabowo akan menang dalam Pilpres 2014 ini ?

HRS : Jika Prabowo dan saudaranya Hashim tidak sombong dan tidak angkuh, serta tidak lagi bersikap dan berperilaku seenaknya, seperti lima perkara yang saya sebutkan tadi, maka saya yakin, Insya Allah, Prabowo - Hatta akan MENANG.

Namun, jika sikap dan perilaku mereka semaunya, tetap sombong dan angkuh, serta tidak menghargai Partai Islam sebagai Kawan Koalisi, maka saya juga yakin, Insya Allah, Prabowo - Hatta akan KALAH, karena umat Islam akan lari dan memilih GOLPUT daripada memilihnya.

Bagi FPI, siapa pun yang menang, maka FPI tetap akan terus berjuang, untuk menuju NKRI Bersyariah. Allaahu Akbar !

SI : Bagaimana pandangan Habib tentang demokrasi yang dianut pemerintah saat ini?

HRS : Indonesia adalah Negara Musyawarah, bukan Negara Demokrasi, sesuai amanat Pancasila sila keempat yang juga termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat. Nama Lembaga Tertinggi Negara RI pun MPR yaitu Majelis Permusyawaratan Rakyat, bukan Majelis Perdemokrasian Rakyat. Alhamdulillaah ...

SI : Bisakah demokrasi diislamkan ?

HRS : 'Afwan Bung. Islam bukan Demokrasi. Dan Demokrasi bukan Islam. Jika Demokrasi sudah diislamkan, maka bukan Demokrasi lagi namanya. Syukron.


Sumber: Tabloid Suara Islam

Wawancana Suara Islam Bersama Habib Rizieq Seputar Pilpres 2014

SUARA ISLAM (SI) : Apa sikap FPI dalam Pilpres nanti? HABIB RIZIEQ SYIHAB (HRS) : Sesuai Maklumat FPI tentang Pilpres 2014 yang sudah diumum...

Minggu, 12 Januari 2014

FPI Menolak Kekerasan | Dialog Habib Rizieq Syihab dengan Jaya Suprana di TVRI (2014)

Rabu, 23 Oktober 2013

Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

Menanggapi pertanyaan dari wartawan Hidayatullah soal hasil polling presiden di beberapa media yang selalu menempatkan nama beliau di posisi atas, Habib Rizieq Syihab menjawab:

Saya sangat menghargai semua pihak yang membuat polling Capres, apalagi Suara Islam dengan polling Capres Syariahnya, Meskipun, ada juga polling yang tiba-tiba dihentikan atau diretas begitu nama saya teratas. Karena tidak sesuai keinginan kelompok tertentu, sebab saya kan bukan tipe media's darling atau liberal's lover.

Bagi saya semua peserta polling yang telah memberikan suaranya, baik untuk saya maupun untuk yang lainnya dalam semua polling tsb wajib dihormati dan dihargai Karena itu adalah aspirasi umat. Hanya saja saya tidak pernah bermimpi, apalagi berniat dan berencana untuk mencapreskan diri. karena saya sadar betul bahwa jabatan itu adalah amanat yang sangat berat, apalagi jabatan presiden. MUSIBAH BESAR jika kita mengejarnya.

Menurut saya, Alhamdulillah kita umat Islam banyak memiliki aset yang mumpuni dan bagus bagus serta memenuhi syarat untuk jadi capres RI. Misalnya Seperti Surya Dharma Ali yang lama berkecimpung dalam dunia politik dan pemerintahan. Apalagi SDA juga memegang pucuk pimpinan partai Islam. Atau Hidayat Nur Wahid yg Seorang doktor syariah dan pernah memimpin MPR RI dengan sukses dan bersih. Atau Yusril Ihza Mahendra yg Ahli Hukum Tata Negara dan sudah kawakan dalam dunia politik Islam. Atau KH Hasyim Muzadi. yang pernah memimpin Ormas Islam terbesar di Indonesia dan kini Sekjen organisasi Islam internasional. serta pernah jadi cawapres. Dan masih banyak lagi yang lainnya.

Saya yakin, jika umat Islam bersatu membentuk satu partai Islam saja, atau setidaknya membentuk koalisi partai Islam dengan satu capres saja, insya Allah capres Islam akan menang

Saya dan FPI siap untuk mendukung dan menjadi jurkam bagi capres Islam mana saja yang siap untuk menerapkan syariat Islam di NKRI, karena setiap hari dan setiap saat saya dan kawan-kawan di FPI selalu kampanye NKRI Bersyariah tanpa pamrih, kecuali hanya mengharap ridho Allah SWT. Semoga Allah SWT memberi kemenangan kepada umat Islam. Aamiiiin,

Musibah Besar Jika Kita Mengejar Jabatan, Apalagi Jabatan Presiden

Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... Menanggapi pertanyaan dari wartawan Hidayatullah soal hasil po...

Sabtu, 17 November 2012

Secara kasat mata, sistem kehidupan yang diterapkan oleh negara-negara Barat (termasuk AS) sudah gagal. Baik sistem ekonomi, politik, pendidikan maupun sosial budaya. Tetapi masih saja itu tidak membuat para tokoh dan pemimpin negeri-negri Islam untuk segera berpaling kembali kepada sistem Islam. Rupanya mereka masih terus ‘menikmati’ kehancuran sistem Barat.

Mengapa juga di Indonesia tidak segera diterapkan sistem Islam, padahal mayoritas penduduk negeri ini beragama Islam?. Berikut petikan wawancara singkat dengan Ketua Umum DPP FPI Habib Muhammad Rizieq Syihab.


Kehancuran sistem kehidupan di luar Islam sudah nyata. Pertanyaannya, mengapa rezim di negeri ini tidak mau berpaling kepada sistem Islam ?

Sekurangnya ada dua sebab menyangkut hal tersebut : Pertama, karena rezim yang berkuasa di Indonesia selama ini tidak paham soal Sistem Islam, bahkan cenderung Islamiphobia, sehingga selalu memandang Sistem Islam dengan penuh kecurigaan. Kedua, sejak Indonesia merdeka secara fisik pada tahun 1945, negeri ini masih tetap dijajah secara ideologi oleh Barat, sehingga sistem politik, sosial, ekonomi dan hukum selalu diatur dan dikendalikan oleh Si Penjajah untuk kepentingan mereka.

Apa keuntungannya bagi bangsa dan negara jika memakai Sistem Islam?

Banyak sekali, antara lain : Pertama, diberkahi Allah SWT sesuai firman-Nya dalam QS.7. Al-A'raaf ayat 96. Kedua, merdeka dari penjajahan Ideologi Barat. Ketiga, menjadi bangsa dan negara yang bermartabat dan terhormat. Keempat, terwujudnya keadilan bagi seluruh warga negara, apa pun etnis dan agamanya, karena Islam agama yang "rahmatan lil 'aalamiin". Kelima, tercipta keseimbangan antara Hak Individu dan Hak Sosial. Jika Sistem Kapitalisme berpihak kepada Hak Individu dengan membunuh Hak Sosial, sebaliknya Sistem Sosialisme berpihak kepada Hak Sosial dengan membunuh Hak Individu, maka Sistem Islam menjaga Hak Individu dan Hak Sosial secara adil, sehingga seimbang dan harmonis.

Apakah ada campur tangan asing dalam upaya mencegah negara menerapkan sistem Islam ?

Tentu !  Pertarungan Sistem Islam dengan Sistem Barat tidak akan pernah berhenti, karena Barat melalui gerakan Zionis dan Salibis Internasional akan selalu memaksakan sistemnya kepada seluruh dunia internasional, termasuk negeri Islam, dengan berbagai macam cara. Allah SWT melalui firman-Nya dlm QS.2.Al-Baqarah ayat 120 dengan tegas menyatakan bahwa Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah ridho kepada Rasulullah SAW beserta umatnya sehingga mau mengikuti MILLAH mereka. Pengertian "Millah" tidak hanya terbatas pada soal agama, tapi juga mencakup sistem hukum, politik, sosial, budaya, ekonomi, keuangan, pendidikan, dsb.

Apa konsep mendasar Islam dalam memimpin negara ?

Konsep Islam dalam memimpin negara yang paling mendasar adalah : 1. Iman dan Taqwa kepada Allah SWT. 2. Adil, Jujur dan Amanat. 3. Musyawarah dan Mufakat. 4. Persamaan Hak dan Kewajiban sesuai aturan Syariat. 5. Penegakan Syariat Islam.

Di Indonesia, mengapa umat Islam yang mayoritas selalu dalam posisi minoritas?

Ada beberapa faktor penyebab, antara lain : Pertama, sejak kemerdekaan Indonesia secara fisik tahun 1945 ada "Proyek Pembodohan" umat Islam secara besar-besaran di Indonesia yang dilakukan oleh para penjajah ideologi dan kaki tangannya secara sistematis. Kedua, proyek pembodohan umat Islam tersebut diikuti dengan "Proyek Pemiskinan", sehingga umat Islam menjadi lemah secara politik mau pun ekonomi. Ketiga, pergerakan Islam mudah disusupi dan diadu-domba, sehingga "Proyek Pembusukan" Gerakan Islam dan para tokohnya berjalan sangat mulus, hampir tanpa hambatan.

Bagaimana solusinya?

Ya tentunya, "Proyek Pembodohan" harus dilawan dengan "Proyek Pencerdasan". Dan "Proyek Pemiskinan" mesti dilawan dengan "Proyek Pensejahteraan". Sedang "Proyek Pembusukan" wajib dilawan dengan "Proyek Pembersihan" semua gerakan Islam dari penyusupan, dan "Proyek Pematangan" segenap SDM Gerakan Islam sehingga sinergi dalam ikatan "Ukhuwwah Islamiyyah" yang erat lagi kuat. Dengan demikian, insya Allah SWT umat Islam akan diberkahi dan dimenangkan Allah SWT.

Sumber : Suara-Islam.COM

Pertarungan Sistem Islam dengan Sistem Barat Tidak Akan Pernah Berhenti

Secara kasat mata, sistem kehidupan yang diterapkan oleh negara-negara Barat (termasuk AS) sudah gagal. Baik sistem ekonomi, politik, pendi...

Senin, 12 November 2012

Jakarta – FPI: Keberadaan Lembaga Survei pasca Reformasi, ternyata dimanfaatkan kekuatan politik sekuler dan liberal di Indonesia untuk memojokkan kekuatan politik Islam yang dimanifestasikan kedalam partai Islam dan partai berbasiskan massa Islam seperti PKS, PPP, PBB, PAN dan PKB. Sebab mereka khawatir jika partai-partai Islam itu berhasil memenangkan Pemilu 2014, maka mereka akan mengganti Dasar Negara Pancasila menjadi Dasar Negara Islam, sehingga Hukum Syari'ah akan berlaku di seluruh wilayah Indonesia. Sementara Partai Islam dan Capres Partai Islam dituding tidak memiliki jiwa nasionalisme, sedangkan Partai Sekuler dan Capres Partai Sekuler (PG, PD, PDIP, Gerindra dan Hanura) berjiwa nasionalis tulen.

Padahal kemenangan berbagai Partai Islam di wilayah Timur Tengah pasca Arab Springs seperti Ikhwanul Muslimin di Mesir, An-Nahdah di Tunisia serta sebelumnya Hamas di Gaza Palestina dan AKP di Turki, ternyata tidak serta merta menjadikan kelompok sekuler dan liberal tersingkir dari percaturan politik nasional dan Hukum Syari'ah berlaku sepenuhnya di berbagai negara tersebut. Terbukti tokoh-tokoh Partai Islam yang memimpin negara masih bersedia berkoalisi dengan para tokoh partai sekuler untuk bersama-sama mengatur negara. Padahal ketika partai sekuler berkuasa berpuluh-puluh tahun sebelumnya. Partai Islam dibekukan bahkan dibubarkan dan para pemimpinnya sama menjadi penghuni jeruji besi rezim sekuler yang didukung kekuatan militer dan Barat yang katanya demokratis tersebut.

Berikut ini wawancara Tabloid Suara Islam dengan Habib Muhammad Rizieq Syihab, MA (Ketua Umum DPP Front Pembela Islam) seputar tanggapannya terhadap hasil survei yang terus memojokkan Partai Islam dan Capres Partai Islam menjelang semakin dekatnya Pemilu 2014.      

Survei terbaru LSI menyebutkan, popularitas Partai Islam dan Capres Partai Islam rendah. Bagaimana komentar Habib ?
Jangan percaya dengan survei kelompok Liberal manapun, karena survei mereka bukan hanya sekedar polling atau jajak pendapat, akan tetapi sekaligus merupakan propaganda pembentukan opini untuk menggiring masyarakat agar ikut "design" mereka, sehingga pilihan mereka akan menjadi pilihan masyarakat. Itu semua hanya untuk memenuhi target pesanan politik dengan harga mahal.
Mulai dari pertanyaan hingga kelompok masyarakat yang disurvei, semua sudah dikondisikan sesuai dengan pesanan pasar politiknya. Hasil survei tentang Partai Islam di Pasar Liberal tentu akan berbeda dengan hasil survei Partai Islam di Pasar Islam, sebagaimana hasil survei tentang UU Anti Pelacuran di kelompok germo dan pelacur serta pelanggannya dari  strata masyarakat manapun, pasti akan berbeda dengan  hasil survei UU tersebut di kelompok ulama dan santri serta aktivis Islam dari strata masyarakat manapun.

Dalam hasil survei LSI juga disebutkan tingkat popularitas Capres partai nasionalis cukup tinggi. Bagaimana komentar Habib ?
LSI tidak jujur, karena dalam surveinya memberi opsi pilihan "Partai Islam" atau "Partai Nasionalis" ? dan "Tokoh Islam" atau "Tokoh Nasionalis" ? Sehingga mengesankan bahwa "Partai Islam" dan "Tokoh Islam" tidak nasionalis yaitu tidak berjiwa kebangsaan. Ini penyesatan opini gaya LSI.
Kalau LSI jujur, mestinya buat opsi pilihan "Partai Islam" atau "Partai Sekuler" ? dan "Tokoh Islam" atau "Tokoh Sekuler" ? Atau buat opsi yang lebih jujur lagi, "Partai Islam" atau "Partai Liberal" ? dan "Tokoh Islam" atau "Tokoh Liberal" ?  Dengan demikian, jelas sekali bahwa survei LSI tersebut curang dan culas, serta penuh intrik yang licik.

Dalam survei LSI juga disebutkan rendahnya popularitas Partai Islam karena adanya Ormas Islam yang suka anarkhis. Bagaimana komentar Habib ?
Omong Kosong ! Tidak ada korelasinya ! Partai Islam dan Ormas Islam itu dua jenis organisasi yang berbeda. Justru selama ini partai Islam terkadang ikut "menggebuki" ormas Islam yang dianggap "anarkis". Itulah gaya Liberal LSI yang sambil survei sekalian cari kambing hitam, yang tidak ada hubungannya pun "dipaksakan untuk dikaitkan".
Kenapa LSI tidak mengaitkan kebobrokan Partai Sekuler dengan anarkisme Massanya dan arogansi Tokohnya, yang nyata-nyata memiliki korelasi yang sangat jelas ?!  Misalnya, kenapa mereka tidak survey tentang Partai manakah yang paling banyak money politik, kalau kalah massanya mengamuk, menyerbu KPUD, merusak gedung DPRD, bakar kantor Bupati, menganiaya lawan politiknya, membunuh Ketua DPRD, yang Tokoh atau Kadernya banyak koruptor, provokator dan preman ?! Jawabnya pasti bukan Partai Islam !!!

Kenapa Habib bersikap antipati terhadap Lembaga Survei, sekedar apriori atau ada argumentasi ?
Tentu antipati argumentatif, karena sesuai fakta dan data, bukan konon katanya. Sebagai contoh kasus, Lingkaran Survey Indonesia (LSI) pada Agustus 2006 melakukan analisis survei nasional tentang "Respon Publik atas Peraturan Daerah (Perda) bernuansa Syariat Islam". Salah satu itemnya tentang Sistem Politik Ideal, dengan hasil yang memilih opsi Negara Pancasila 69,6 % dan yang memilih opsi Negara Islam 11,5 %, dan abstein 13,3 %, serta sisanya opsi lain.

Dalam pertanyaannya, LSI menjebak responden dengan opsi "Negara Islam seperti di Timur Tengah", sehingga membentuk kesan tentang situasi Timur Tengah yang selalu kacau dan rusuh agar responden enggan memilih opsi macam itu. Lalu dalam kesimpulannya pun, LSI melakukan penyesatan opini bahwa yang setuju Syariat Islam hanya 11,5 %, sedang abstein 13,3 % dan yang menolak 75,2 %. Aneh dan lucu ! Hasil survei "Menolak Negara Islam seperti di Timur Tengah" disimpulkan dengan "Menolak Syariat Islam" ?!

Selanjutnya dalam survei yang sama ada item tentang Perda Anti Maksiat dengan hasil 89 % setuju dan 7 % menolak, sedang 4 % abstein. Nah, kali ini 89 % responden yang "setuju dengan pelarangan maksiat" oleh LSI tidak disimpulkan sebagai "setuju dengan Syariat Islam". Padahal, anti Maksiat dalam item tersebut dijabarkan oleh LSI sebagai Anti  Miras, Judi dan Pelacuran yang merupakan bagian dari Syariat Islam, dan judul utama surveinya pun adalah "Respon Publik atas Peraturan Daerah (Perda) bernuansa Syariat Islam". Semua itu apa namanya, kalau bukan penipuan, penyesatan, propaganda dan penggiringan !!!

Nurkholish Majid pernah bilang, Islam yes Partai Islam no. Bagaimana tanggapan Habib ?
Ha...Haa...Haaa....! Faktanya, pada akhirnya, tatkala Partai Sekuler tidak ada yang melamarnya untuk jadi Capres, akhirnya dia ngemis-ngemis ke Partai Islam agar dicalonkan jadi Presiden. Bagi saya : Islam yes Syariat Islam yes Ormas Islam yes Partai Islam yes !!!

Mengapa tingkat popularitas partai Islam sekarang dengan masa Pemilu 1955 dulu jauh lebih rendah. Mengapa itu bisa terjadi ?
Memang, merosotnya prosentase perolehan suara Partai Islam sejak Pemilu 1955 hingga pemilu 2009 adalah Fakta, bukan hasil Survei. Nah, itu yang harus dijadikan acuan oleh Partai Islam dalam melakukan evaluasi. Saya sudah paparkan faktor-faktor penyebabnya dalam tulisan saya di SI sejak lama dengan judul "Nasihat Untuk Partai Islam", silakan baca kembali.

Tetapi sebaliknya mengapa Partai Islam di Timur Tengah justru semakin berkembang bahkan menjadi partai penguasa seperti Ikhwanul Muslimin di Mesir, Hamas di Gaza Palestina dan An -Nahdah di Tunisia ?
Karena umat Islam di dunia sudah muak dengan Demokrasi dan Kapitalisme yang digadang-gadang Liberal. Sebenarnya di Indonesia pun begitu, hanya saja Partai Islam tidak pandai memanfaatkan momentum, bahkan ikut larut mengelu-elukan Demokrasi yang sudah basi.

Karena mayoritas media massa milik partai sekuler, apakah kontribusi mereka sangat signifikan untuk menjatuhkan partai Islam ?
Oh tentu ! Ini zaman tekhnologi informasi komunikasi. Media massa punya peran penting dan kekuatan besar untuk membesarkan Partai Sekuler dan menghancurkan Partai Islam. Karenanya, umat Islam harus punya Televisi Islam yang mengudara secara nasional, dan menjadi corong aktif bagi perjuangan Islam, termasuk menelanjangi kebobrokan Partai Sekuler dengan sistem demokrasi dan kapitalisnya. Kemudian mendorong pemenangan Partai Islam untuk penegakan Syariat Islam secara kaaffah dalam sistem berbangsa dan bernegara di Indonesia.

Bagaimana strategi untuk menarik mayoritas umat Islam Indonesia agar memilih Partai Islam dalam Pemilu 2014 nanti ? 
Partai Islam harus bersatu dan cukup satu Partai Islam saja. Semua Ormas Islam wajib mendukung dan memenangkannya. Partai Islam wajib tampil sebagai Partai Islam sejati. Caranya, sampaikan saja kepada umat Islam secara terbuka bahwa jika Partai Islam berkuasa, maka semua Aliran Sesat dilarang, koruptor dihukum potong tangan hingga hukum mati, narkoba dihukum berat, pabrik Miras ditutup, perjudian dilarang, pelacuran dibasmi, semua maksiat disikat, semua kejahatan ditindak tegas. Lalu riba dihapus sehingga semua Bank, Asuransi, Kredit dan aneka perdagangan wajib bebas riba.

Pendidikan dan Kesehatan gratis untuk rakyat tidak mampu. Subsidi buat rakyat tetap dipertahankan. Lapangan kerja di dalam negeri dibuka seluas-luasnya. Potensi anak bangsa diutamakan. Perusahaan asing atau pribadi yang menyangkut kebutuhan vital rakyat wajib dinasionalisasika serta hapus utang luar negeri.

Khusus wanita, berikan perlindungan khusus. Bagi muslimah wajib berjilbab, bagi non muslimah harus sopan. Sekolah khusus wanita sejak SD hingga Universitas agar terhindar dari pergaulan bebas. Angkutan Umum khusus wanita agar tidak terjadi pelecehan. Berikan wanita pekerja Cuti Haidh, Hamil dan Nifas. Lindungi wanita dari KDRT, jaga hak berkarir mereka. Pelayanan khusus gratis untuk wanita hamil agar melahirkan dengan selamat.

Selain itu, jangan ragu Partai Islam untuk mencalonkan Presiden yang Pro Syariat Islam, baik partisan mau pun non partisan. Intinya, jika Partai Islam menang maka Syariat Islam harus tegak secara Kaffah. Kini saatnya, kita menuju NKRI Bersyariah !

Menurut Habib, apakah Partai Islam masih memiliki peluang unt menjadi partai berkuasa seperti AKP di Turki dan Ikhwanul Muslimin di Mesir ?
Jangan pernah putus-asa ! Peluang selalu ada ! Banyak jalan menuju Mekkah ! Alhamdulillah.
[slm/fpi]


Sumber : Suara-Islam.COM

Islam Yes, Partai Islam Yes...

Jakarta – FPI: Keberadaan Lembaga Survei pasca Reformasi, ternyata dimanfaatkan kekuatan politik sekuler dan liberal di Indonesia untuk mem...

 

© 2015 - Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile