Tampilkan postingan dengan label safari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label safari. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 November 2015


Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

Setelah hari Kamis 19 November 2015, dari pagi hingga sore, Habib Rizieq sibuk memimpin Mudzakarah Ulama - Habaib di Tebet Jakarta Selatan, lalu malamnya sibuk menyambut silaturrahim dengan Kyai Hasyim Muzadi di Markaz FPI di Petamburan Jakarta Pusat. Dua hari kemarin, Jum'at dan Sabtu, Habib Rizieq sibuk Safari Da'wah di Medan dan Pematang Siantar di Sumatera Utara.

Adacerita menarik dalam Safari Da'wahnya.

MEDAN

Jum'at 20 November 2015 jam 21.00, Imam Besar FPI Habib Muhammad Rizieq Syihab menyampaikan ceramah di Masjid Agung Kota Medan tentang Liberal dan Komunis.

Dua jam sebelum ceramah, di tempat peristirahatan, Habib Rizieq menerima tamu para Tokoh Medandari berbagai agama ; Protestan, Katholik, Budha, Hindu dan Khong Hu Cu.

Pertemuan berjalan hangat, dan dialog tentang berbagai persoalan umat beragama berlangsung harmonis, bahkan ada kesepakatan untuk menggelar Dialog Lintas Agama yang lebih besar di KotaMedan.

Acara dialog mau pun tabligh di Medan diprakarsai oleh DPD FPI Sumatera Utara. Hadir dalam dialog Imam FPI Sumut Ust. Abu Fajar Nasution, dan Ketua Majelis Syura FPI Sumut Ust. Dzulkifli, serta Ketua Tanfidzi FPI Sumut Habib Hud bin Abdullah Alattas.

PEMATANG SIANTAR

Sabtu 21 November 2015 jam 21.00, Habib Rizieq menyampaikan ceramah umum di alun-alun Kota Pematang Siantar tentang Ukhuwwah Islamiyyah dan Keutuhan NKRI.

Acara Tabligh Akbar tersebut digelar oleh Majelis Mahabbatur Rosul pimpinan Ust. Muhammad Sya'ban Siregar yang merupakan murid dan anak menantu dari KH. Muhammad Bakri yang akrab dipanggil Kyai Abun pimpinan Pesantren Darus Salam Pematang Siantar.

SARA, PILKADA dan FPI

Menariknya, sejak sebulan sebelum kedatangan Habib Rizieq ke Pematang Siantar, terjadi tarik menarik antara panitia dengan para pemuka Kristen disana. Hampir tiap hari para aparat keamanan terus menerus komunikasi dengan panitia.

Akhirnya terjadi kesepakatan antara panitia dengan para pemuka Kristen dengan mediator Polres setempat, bahwa Habib Rizieq boleh hadir dan ceramah pada Tabligh Akbar di alun-alun kota asal tidak bicara SARA mau pun PILKADA, dan jangan ada atribut FPI, termasuk mobil-mobil beratribut FPI dari Medan tidak boleh masuk ke lokasi, tapi harus disimpan di tempat yang sudah ditentukan.

Di malam acara, semua mobil beratribut FPI dari Medan diparkir di sebuah halaman masjid di pintu masuk Kota Siantar. Namun dalam Tabligh, justru Habib Rizieq tetap ceramah tentang SARA (Suku Agama Ras dan Aliran), tapi dengan bahasa kebhinnekaan untuk menciptakan persatuan dan kesatuan NKRI.

Lalu Habib Rizieq justru tetap cerita tentang PILKADA, tapi dengan bahasa pendidikan politik agar rakyat tetap waspada sehingga tidak pecah belah akibat adu domba politik.

Kemudian Habib Rizieq selama ini memang tidak pernah ceramah memakai atribut FPI, tapi beliau dengan lantang bercerita tentang jatuh bangun perjuangan FPI dalam melawan kemunkaran seperti Korupsi, Miras, Narkoba, Judi dan Pelacuran yang merupakan musuh semua agama.

ISSUE PENGHADANGAN

Walau sudah ada kesepakatan, masih saja muncul "issue provokatif" bahwa Habib Rizieq akan dihadang, dan acara akan diserang, serta akan terjadi bentrok antar umat beragama. Namun masyarakat Pematang Siantar, baik muslim mau pun kristen, tidak terpengaruh dan tidak terpancing serta tidak terprovokasi, sehingga suasana tetap kondusif.

Saat Habib Rizieq masuk Kota Pematang Siantar, setelah istirahat di rumah salah seorang Tokoh Masyarakat Siantar, langsung menuju alun-alun dengan diarak puluhan mobil dengan alunan Sholawat.

Di alun-alun Habib Rizieq disambut antusias oleh ribuan umat Islam yang sudah berkumpul memadati lokasi Tabligh Akbar dengan wajah senang dan bahagia tanpa terpengaruh dengan aneka issue jahat yang ingin mengadu-domba umat beragama.

Dalam ceramahnya, Habib Rizieq tetap tampil sebagaimana biasa, tanpa beban, santai tapi tetap semangat dan tegas, yang sekali-sekali disambut Takbir dan Sholawat oleh ribuan jama'ah yang memadati alun-alun Siantar.

Di akhir ceramah, Habib Rizieq menyerukan semua umat beragama di Pematang Siantar untuk menjaga keutuhan NKRI, dan membangun kerukunan antar umat beragama, serta bersama-sama melawan segala kemunkaran yang menjadi sumber konflik antar anak bangsa.

Tabligh Akbar ditutup dengan doa oleh Imam FPI DKI Jakarta Habib Muhsin bin Zaid Alattas yang menyertai Imam Besar FPI dalam Safari Da'wah tersebut.

Acara yang dijaga ketat ratusan polisi dan tentara, lengkap dengan senjata otomatis, berjalan semarak, lancar dan sukses serta berkah. Umat Islam pun pulang dengan tertib dan aman.

Alhamdulillaahi Robbil 'Aalamiin.

Rencananya sesuai jadwal, Habib Rizieq pada Ahad pagi akan kembali ke Jakartakarena harus isi dua acara di Kabupaten dan Kota Bogor. Dan hari Selasa hingga Kamis ada Safari Da'wah di Aceh. Semoga beliau diberi kesehatan dan kekuatan.

Aamiiin ....


[Tim News FPI]

Dari Medan Hingga Siantar

Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... Setelah hari Kamis 19 November 2015, dari pagi hingga sore, Ha...

Sabtu, 10 Mei 2014

Assalamualaikum Wr.Wb. Bismillaah. 

Hari Kamis 8 Mei 2014 saya terjadwal untuk ceramah siang di Kemuning - Semarang dan malam di Bonang - Demak. Di Kemuning acara sukses dan berkah tanpa halangan apa pun, bahkan Polres Sumowono dan Polres Bandungan sangat kooperatif. 

Lain halnya di Bonang, Polres Demak yang semula kooperatif, tiba-tiba dapat tekanan dari kelompok yang mengaku sebagai Pimpinan "Banser" dan "Anshor" Demak. Pada Rabu 7 Mei 2014, sehari sebelum acara, Polres gelar pertemuan antara Panitia dan Kelompok tersebut hingga tengah malam, karena "issue" di berbagai media sudah "seram", hingga ada ancaman "penghadangan penceramah" dan "pembakaran pesantren pengundang".  Intinya, semula kelompok tersebut menuntut agar saya tidak boleh hadir, namun akhirnya boleh hadir tapi tidak boleh ceramah. 

Menurut informasi Panitia bahwa Pimpinan kelompok tersebut bernama Musta'in dan Abdul Aziz, masing-masing "mengaku" sebagai Ketua Banser Demak dan Ketua Anshor Demak. Uniknya, dalam pertemuan tersebut keduanya "mengklaim" bahwa tuntutan mereka adalah "instruksi lisan" dari Pimpinan Pusat GP Anshor dan salah seorang pimpinan PBNU di Jakarta, dengan dalih saya dan FPI adalah "Aliran Sesat" karena dulu bermusuhan dengan "Gus Dur". Singkat cerita, ada "Kesepakatan Semu" antara Polres dan Kelompok tersebut yg "dipaksakan" ke Panitia bahwa saya tidak boleh ceramah.

Aneh !!!  Selama ini hubungan saya dengan PBNU dan GP Anshor di Jakarta sangat baik. Bahkan di luar Pulau Jawa, ikhwan Banser sering ikut mengawal da'wah saya. Di Jawa Barat, Banser berkawan akrab dengan Laskar FPI. Di Jawa Timur, PWNU justru mengajak saya dan FPI untuk ikut memperjuangkan penutupan tempat pelacuran Doly di Surabaya. Di Tegal, justru Banser dan Anshor serta Fatayat NU yang mengundang saya untuk berda'wah. 

Sangat Aneh !!!  Sejak awal berdiri Anshor dan Banser adalah barisan terdepan NU yang jadi Benteng Ulama dan Pembela Pesantren serta Garda Bangsa. Anshor dan Banser lah yang mati-matian melawan PKI untuk membela Agama dan Negara. Jadi, ada apa dengan Anshor dan Banser Demak ???!!!

Urusan saya dengan Gus Dur sudah lama selesai, apalagi setelah wafatnya beliau. Itu pun bukan urusan "sentimen pribadi", tapi urusan saya wajib melawan pemikiran Liberalnya yang sesat dan menyesatkan untuk menyelamatkan aqidah umat Islam.

Selidik punya selidik, ternyata salah satu "oknum" yg memimpin Kelompok Pengancam tersebut namanya sudah santer terkenal di wilayah Bandungan - Semarang sebagai oknum yang membackingi aneka tempat ma'siat disana. Pantas dia "ngotot" bahwa saya dan FPI tidak boleh ada di Demak, ternyata terkait masalah "Bisnis Haram"nya.

Andaikata, Habaib atau Kyai Aswaja yang istiqomah yang melarang saya ceramah, tentu "Sam'an wa Thoo'atan" saya patuh untuk tidak ceramah. Namun, jika "preman" yang menuntut, maka tentu tidak akan saya turuti. Apalagi "preman" yang mengatas-namakan Ormas Islam Aswaja, tentu wajib saya ganyang penjahat begundal pecundang macam itu untuk menghentikan kejahatannya, sekaligus menyelamatkan "Ormas Islam" yg ditungganginya.

Karenanya, saat saya dan isteri serta beberapa kawan tiba di Demak, Kamis malam Jum'at ba'dal Isya, lalu Panitia pun melaporkan soal "Kesepakatan Semu" tersebut. Maka saya minta kepada Panitia agar hal tersebut disampaikan secara terbuka kepada ribuan umat Islam yang sudah memadati lokasi acara, lalu tanyakan kepada umat : Apakah mereka setuju dengan "Kesepakatan Semu" tersebut? Setelah disampaikan,  ribuan umat Islam secara "Aklamasi" dengan penuh semangat meminta saya untuk tetap ceramah. 

Saya pun ceramah sekitar satu jam tentang "Bahaya Takfir". Di penutup ceramah saya berpesan kepada "Kelompok Pengancam" agar nanti kalau mau menghadang saya, maka mereka harus bunuh saya agar saya mati syahid dalam berda'wah, sehingga tugas saya selesai. Jangan sampai mereka tidak bunuh saya, karena kalau saya tetap hidup, maka saya khawatir saya akan balas dendam untuk menghabisi mereka, ke lobang semut pun akan saya kejar, sehingga tugas saya jadi lebih panjang dan lebih berat lagi.

Usai ceramah, pihak Polres menawarkan saya menginap di Kota Semarang untuk keamanan, tapi saya menolak, karena saya tetap ingin bermalam di Pesantren Tahfizhul Qur'an An-Nuriyah selaku tuan rumah pengundang, sekaligus saya mau lihat apa yg mau dilakukan oleh para begundal pengancam. Hingga pagi semua berjalan normal. Saya pun berpesan kepada Kapolsek dan Danramil setempat agar menjaga dan melindungi pesantren dari gangguan jahat pihak mana pun. Saya juga bersumpah, kalau pesantren diganggu, maka para pengganggu akan kami kejar untuk dibasmi. Bagi kami, hanya PKI yang selama ini mengganggu Habaib dan Kyai serta Pesantren.


Lalu Jum'at pagi jam 8 saya dan isteri serta rombongan berangkat ke Bandara Semarang untuk pulang ke Jakarta. Kami pun tiba di rumah dengan selamat. Alhamdulillaah.

Klarifikasi Habib Rizieq Terkait Kasus Ancaman Oknum Banser Demak

Assalamualaikum Wr.Wb. Bismillaah.  Hari Kamis 8 Mei 2014 saya terjadwal untuk ceramah siang di Kemuning - Semarang dan malam di Bonang - D...

 

© 2015 - Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile