Kamis, 22 Januari 2015


Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

Sa'iid ibnu 'Aamir Al-Jumahi pada mulanya adalah seorang pemuda kafir yang sangat terpandang, sehingga ia mendapat kesempatan bergabung dengan Abu Sufyan dan para pembesar Kafir Quraisy lainnya untuk menyaksikan dari dekat penyiksaan dan pembunuhan terhadap Khubaib RA.

Sejak saat itu, ia selalu teringat peristiwa tragis tersebut, sehingga ia sering termenung dan merenung. Dan ia tampak sangat khawatir dan takut sekali tatkala teringat pada Doa Khubaib RA menjelang ajalnya atas para penyiksanya :

اللهم أحصهم عددا ،  واقتلهم بددا ،  ولا تغادر منهم أحدا 

"Ya Allah, perhitungkanlah mereka satu per satu, dan bunuhlah mereka semua, serta jangan kau tinggalkan seorang pun dari mereka."

Akhirnya, ia sampai pada kesimpulan bahwa orang yang dicintai dan dibela oleh Khubaib RA hingga rela mengorbankan nyawa sedemikian rupa, tentu bukan manusia sembarangan.

ISLAMNYA SA'IID RA

Dari kesimpulan tadi, Sa'iid terus tafakkur, dan akhirnya ia mendapat Hidayah dari Allah SWT sehingga secara suka rela dan sepenuh hati masuk ke dalam ajaran Islam.

Selanjutnya, Sa'iid ibnu 'Aamir Al-Jumahi RA secara terbuka mengumumkan Islamnya di Kota Mekkah di hadapan para pembesar Kafir Quraisy. Dan ia melepaskan diri dari semua kejahatan dan kekejaman yang telah dilakukan oleh Kafir Quraisy terhadap kaum muslimin, khususnya kezhaliman terhadap Khubaib RA. Lalu ia hijrah ke Madinah bergabung dengan Rasulullah SAW dan para Shahabatnya.

Sa'iid RA ikut jihad bersama Nabi SAW dalam Perang Khaibar dan perang-perang sesudahnya.

SA'IID GUBERNUR MISKIN

Sa'iid RA di zaman Kekhalifahan Sayyiduna 'Umar ibnul Khaththab RA diberi tugas sebagai Gubernur Propinsi Himsh (Homs) di Syam / Syria. Semula Sa'iid menolak, tapi Khalifah Umar RA terus mendesaknya, sehingga Sa'iid RA menerimanya, tapi ia tidak mau digaji.

Setelah sekian lama Sa'iid menjadi Gubernur Himsh, maka suatu ketika datanglah delegasi Himsh menghadap Khalifah Umar RA. di Madinah. Lalu Khalifah meminta mereka membuat daftar nama orang-orang miskin se-Himsh.

Setelah daftar dibuat dan diserahkan kepada Khalifah, maka Khalifah pun langsung membaca nama-nama yang tercantum dalam daftar satu per satu. Tiba-tiba Khalifah berhenti pada satu nama, yaitu : Sa'iid ibnu 'Aamir. Lalu Khalifah pun bertanya kepada Delegasi Himsh : "Siapa ini Sa'iid ibnu 'Aamir ?! Delegasi pun menjawab : "Gubernur kami !".

Mendengar jawaban tersebut, Khalifah kaget dan bertanya lagi penasaran : "Gubernur kalian miskin ???!!! Delegasi pun menjawab : "Ya. Demi Allah, Gubernur kami sering melalui hari-harinya yang panjang tanpa ada yang dimasak di rumahnya."

Khalifah Umar RA pun menangis. Lalu beliau segera menitipkan kepada Delegasi Himsh untuk
Gubernur mereka sekantong uang sejumlah Seribu Dinar, yaitu nilai saat ini sekitar dua setengah milyar rupiah dengan asumsi per dinarnya sama dengan dua juta lima ratus ribu rupiah.

SA'IID RA TOLAK DUNIA

Saat Delegasi Himsh menyerahkan titipan Khalifah Umar RA kepada Sa'iid RA di rumahnya, Sa'iid pun spontan menyatakan : "Innaa Lillaahi wa innaa ilaihi Rioji'uun" dengan suara keras hingga terdengar oleh isterinya yang berada di dalam. Sang isteri pun langsung bertanya : "Adaapa wahai suamiku ?! Apa Khalifah wafat ??!!"

Sa'iid RA menjawab : "Ini musibah lebih besar dari itu !!" Sang isteri bertanya serius : "Musibah apa yang lebih besar ?! " Maka Sa'iid RA menjawab lagi : " Ada Dunia datang masuk rumah kita ingin merusak Akhirat kita." Sang isteri pun lantas berkata tanpa ia tahu tentang hadiah Seribu Dinar : "Singkirkan saja musibah tersebut dari rumah kita wahai suamiku !!!".

Kali ini Sa'iid RA yang balik bertanya : "Apa kau setuju aku singkirkan musibah ini ?!" Si isteri pun menjawab dengan penuh keyakinan : "Ya !!!". Spontan saja Sa'iid gembira dan senang, lalu langsung membagikan semua uang Seribu Dinar tersebut kepada Fakir dan Miskin di tengah rakyatnya.

RAKYAT KELUHKAN SA'IID RA

Suatu ketika Khalifah Umar RA datang berkunjung ke Himsh dan menerima EMPAT keluhan rakyat Himsh tentang Gubernur Sa'iid ibnu 'Aamir Al-Jumahi RA, yaitu :

1. Tiap hari tidak keluar menemui rakyat hingga agak siang.

2. Tidak terima tamu dari rakyatnya di malam hari.

3. Setiap bulan libur selama sehari.

4. Terkadang suka pingsan tidak sadarkan diri tanpa sebab.

Khalifah Umar RA mempertemukan Sa'iid dengan rakyatnya dan mempertanyakan tentang keempat keluhan tersebut. Lalu Sa'iid RA pun menjawabnya dengan tawadhu' dan penuh rasa malu :

1. Tiap hari tidak keluar menemui rakyat hingga agak siang, karena ia tidak punya pembantu di rumah, sehingga tiap pagi ia harus membuat adonan roti hingga mengembang, lalu menjadikannya sebagai roti untuk makan keluarganya.

2. Tidak terima tamu dari rakyatnya di malam hari, karena ia menjadikan siang untuk rakyatnya, sedang malam untuk ibadah kepada Allah SWT.

3. Setiap bulan libur selama sehari, karena ia tidak punya baju kecuali yang dipakainya dan ia harus mencucinya sebulan sekali, sehingga saat bajunya dicuci dan dijemur, maka ia tidak bisa keluar rumah sama sekali.

4. Terkadang suka pingsan tidak sadarkan diri tanpa sebab, karena ia masih suka teringat peristiwa tragis penyiksaan dan pembunuhan Khubaib RA yang disaksikannya, dan ia khawatir serta takut kalau Allah SWT tidak mengampuninya, sehingga ia tak kuat menahan sedihnya hingga pingsan.

Mendengar jawaban Sa'iid RA, maka Khalifah Umar RA pun bersyukur karena Sa'iid RA tidak melalaikan kewajibannya sebagai Gubernur.

SA'IID RA PILIH AKHIRAT

Sepulang dari Himsh, Khalifah Umar RA mengirimkan Sa'iid RA uang sejumlah Seribu Dinar. Kali ini, isteri Sa'iid yang menerimanya dengan rasa syukur dan bahagia.

Lalu Sa'iid RA menasihati isterinya seraya berkata : "Wahai isteriku, maukah kamu yang lebih baik dari ini ?" Sang isteri balik bertanya : "Apa itu ?" Lalu Sa'iid menjawab : "Kita pinjamkan keoada Allah SWT sehingga nanti diganti dengan yang lebih baik lagi."

Sang Isteri pun setuju, lalu semua uang Seribu Dinar tersebut dibagikan kepada Faqir dan Miskin.


Rodhiyallaahu 'an Sa'iid wa 'an Zaujatihi wa Ahli Baitihi.

Kisah Shahabat 4: SA'IID IBNU 'AAMIR RA

Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... Sa'iid ibnu 'Aamir Al-Jumahi pada mulanya adalah seora...

Rabu, 21 Januari 2015


Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

Pada Tragedi "Yaum Ar-Rojii' " di tahun 3 H, Suku Hudzail setelah berhasil membunuh  'Aashim RA dan Martsad Al-Ghonawi RA serta Khoolid Al-Laitsi RA, mereka menawan Abdullah ibnu Thooriq RA dan Zaid ibnu Ad-Dutsunnah RA serta Khubaib ibnu 'Adi RA.

Namun, saat Abdullah ibnu Thoriq RA hendak diikat, ia menolak dan berontak, sehingga akhirnya ia dibunuh. Sedang Zaid ibnu Ad-Dutsunnah RA dibawa ke Mekkah dan dijual kepada Shofwan ibnu Umayyah. 

Ada pun Khubaib ibnu 'Adi RA dijual kepada keluarga Bani Al-Harits, karena saat Perang Badar pemuka mereka yng bernama Al-Harits mati di tangan Khubaib RA.

CINTA ZAID RA

Saat Zaid ibnu Ad-Dutsunnah RA hendak dieksekusi mati oleh Kafir Quraisy, maka Abu Sufyan bertanya kepada Zaid :

"أنشدك بالله يا زيد .  أ تحب أن محمدا الآن عندنا مكانك ، نضرب عنقه وأنك في أهلك ."

 "Aku ingatkan dengan Tuhanmu Wahai Zaid. Apakah kau suka jika Muhammad saat ini di sisi kami menggantikan tempatmu, kami penggal lehernya, sedang engkau hidup aman di tengah keluargamu." 

Lalu Zaid RA pun langsung menjawab tanpa sedikit pun keraguan :

"والله ما أحب أن محمدا الآن في مكانه الذي هو فيه تصيبه شوكة تؤذيه وأني جالس في أهلي ."

"Demi Allah, aku tidak suka bahwa Muhammad saat ini di tempatnya tertusuk sebuah duri, sedang aku duduk aman di tengah keluargaku."

Mendengar jawaban tersebut maka Abu Sufyan pun berujar :

ما رأيت من الناس أحدا يحب أحدا كحب أصحاب محمد محمدا ."

"Aku tidak pernah melihat seorang manusia pun yang seseorang cinta kepada orang lain seperti cinta Shahabat Muhammad kepada Muhammad."

AKHLAQ KHUBAIB RA

Khubaib RA ditahan dalam satu ruangan di rumah keluarga Bani Al-Harits dengan tangan dan kaki yang dirantai. Di pagi hari menjelang eksekusinya, Khubaib RA meminta izin untuk bebersih diri, maka ia diberikan sebejana air dan sehelai handuk serta satu pisau cukur.

Sementara Khubaib RA sedang bercukur, tiba-tiba seorang anak kecil balita masuk dalam ruang tahanannya tanpa diketahui anggota keluarga Bani Al-Harits. Khubaib RA pun memangku anak tersebut sambil menghiburnya.

Selang tak berapa lama, para kaum wanita seisi rumah histeris ketakutan saat melihat anak salah seorang dari mereka ada dalam pengkuan Khubaib RA yang sedang memegang pisau cukur. Si anak pun kaget dan ketakutan serta menangis akibat jeritan kaum wanita tersebut, maka Khubaib RA segera memeluknya dan menenangkannya.

Lalu Khubaib RA meminta para penghuni rumah tersebut tetap tenang seraya berkata : "Demi Allah, aku lebih suka dibunuh di jalan Allah, daripada aku menakuti seorang anak kecil yang tak berdosa dan tak berdaya."

Setelah para penghuni rumah tersebut tenang dan si anak pun kembali ceria, maka Khubaib RA mengembalikan anak tersebut kepada ibunya.

Siang harinya Khubaib RA digiring oleh keluarga Bani Al-Harits ke lapangan luas untuk disiksa dengan disaksikan khalayak ramai dari penduduk Kota Mekkah.

Sebelum dieksekusi, Khubaib RA meminta izin untuk Shalat dua rakaat. Setelah diizinkan, beliau pun shalat dua rakaat ringan tanpa mengulur waktu. Lalu usai shalat beliau berkata kepada para penggiringnya : 

"لو لا تروا أن ما بي جزع من الموت لزدت ."

"Andaikata bukan karena kalian lihat bahwa aku takut menghadapi kematian, niscaya aku tambah shalatnya."

Setelah itu, Khubaib RA disiksa dengan disayat dan dipotong sedikit demi sedikit bagian tubuhnya. Dan akhirnya setelah tubuh Khubaib RA penuh dengan luka sayatan dan potongan, serta badan yang banjir darah, barulah Khubaib RA dihabisi oleh 'Uqbah ibnul Harits.

DOA KHUBAIB RA

Sesaat sebelum Khubaib RA menghembuskan nafasnya yang terakhir, ia masih sempat berdoa kepada Allah SWT atas para penyiksanya :

اللهم أحصهم عددا ،  واقتلهم بددا ،  ولا تغادر منهم أحدا ."

"Ya Allah, perhitungkanlah mereka satu per satu, dan bunuhlah mereka semua, serta jangan kau tinggalkan seorang pun dari mereka."

Dalam kejadian yang tragis ini ada seorang pemuda kafir terpandang bernama Sa'iid ibnu 'Aamir Al-Jumahi menyaksikan seluruh prosesi penyiksaan terhadap Khubaib RA. 

Dan dia sempat mendengar doa terakhir Khubaib RA yang membuatnya bergetar dan selalu teringat serta membawa ketakutan bagi dirinya, sehingga ia terus merenungkannya sampai ia menemukan kebenaran. Dan akhirnya ia masuk Islam, lalu menjadi Shahabat Nabi SAW.

Lalu bagaimana cerita Islamnya Sa'iid ibnu 'Aamir Al-Jumahi RA ? Dan bagaimana pula kehidupannya sebagai seorang Shahabat Rasulullah SAW ?

Insya Allah, akan diuraikan dalam artikel mendatang.

Rodhiyallaahu 'an Khubaib wa Zaid wa Jamii'ish Shohaabah.


Kisah Shahabat 3: ZAID dan KHUBAIB Rodhiyallaahu 'an Humaa

Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... Pada Tragedi "Yaum Ar-Rojii' " di tahun 3 H, Suk...

Selasa, 20 Januari 2015


Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

Suatu hari Rasulullah SAW bertanya kepada para Shahabat tentang bagaimana cara bertempur yang baik. Saat itu tampil 'Aashim ibnu Tsaabit RA sambil berdiri menjawab : "Wahai Rasulullah. Jika musuh dalam jangkaun panah, maka aku sambut dengan anak panahku hingga habis. Dan jika musuh dalam jangkauan tombak, maka aku sambut dengan tombakku. Serta jika musuh sudah dekat di hadapanku, maka aku sambut dengan pedangku."

Nabi SAW tampak senang mendengar jawaban 'Aashim RA, lalu beliau memujinya seraya bersabda : "Begitulah perang. Barangsiapa bertempur, maka bertempurlah dengan cara 'Aashim."

SUMPAH SULAAFAH

Dalam perang Uhud, 'Aashim RA berjihad dengan gagah dan berani serta piawai dalam tekhnik tempurnya. Hasilnya, 'Aashim RA mampu menumbangkan banyak musuh, diantaranya beliau berhasil membunuh tiga orang bersaudara sekaligus dari kalangan musyrikin, yaitu : Musaafi', Kilaab dan Al-Julaas. Ketiganya adalah putra dari pasangan Tholhah dan Sulaafah binti Sa'ad.

Dalam Perang Uhud, Sulaafah bersama wanita Kafir Quraisy  lainnya ikut hadir di belakang pasukan Kaum Musyrikin untuk memberi semangat perlawanan terhadap Kaum Muslimin.

Usai perang, Sulaafah sibuk mencari suami dan ketiga anaknya yang tak kunjung muncul merayakan kemenangan Kafir Quraisy di Uhud. Akhirnya, ia menemukan suaminya dan dua anaknya yaitu Musaafi' dan Kilaab sudah terkapar tak bernyawa. 

Sedang satu anak lainya yaitu Al-Julaas ditemukan dalam keadaan sekarat. Ia pun teriak histeris memeluk anaknya yang sedang sekarat. Ia bertanya kepada anak dalam pelukannya tentang siapa yang membuatnya seperti itu. Sang anak menjawab dengan tertatih-tatih bahwa dia dan kedua saudaranya tumbang di tangan 'Aashim RA. Lalu sang anak menghembuskan nafas yang terakhir dalam pelukan sang ibu.

Sulaafah makin histeris, dan ia menjerit bersumpah untuk balas dendam terhadap 'Aashim RA. Ia pun membuat sayembara bahwasanya barangsiapa yang bisa membawa kepala 'Aashim kepadanya akan dihadiahkan sebagian hartanya yang berlimpah. Dan ia pun bersumpah akan meminum arak dengan tengkorak kepala 'Aashim RA.

Banyak pemuda musyrikin di Mekkah yang berharap bisa membunuh 'Aashim RA, karena Sulaafah adalah wanita yang sangat kaya, sehingga jumlah sayembaranya teramat besar.

SYAHIDNYA 'AASHIM RA

Pasca Perang Uhud, di tahun 3 H Rasulullah SAW mengutus para Shahabatnya ke berbagai Daerah untuk berda'wah secara berkelompok. Salah satu Tim Da'wah berjumlah enam orang dipimpin oleh 'Aashim RA yang dikirim ke Suku 'Udhol dan Suku Al-Qooroh.

Di tengah jalan antara 'Usfaan dan Mekkah, Tim Da'wah 'Aashim RA dikepung oleh banyak orang kafir dari suku Hudzail. Mereka dipaksa untuk menyerah, tapi 'Aashim RA menolak. 

Akhirnya, 'Aashim RA dan dua kawannya yaitu Martsad Al-Ghonawi RA dan Khoolid Al-Laitsi RA, gugur mati syahid. Sedang tiga kawan yang lainnya tidak berdaya, sehingga ditangkap dan ditawan, lalu dibawa ke Mekkah untuk dijual kepada Kafir Quraisy. Mereka yang ditawan adalah Abdullah ibnu Thooriq RA dan Zaid ibnu Ad-Dutsunnah RA serta Khubaib ibnu 'Adi RA.

Peristiwa di atas dalam Tarikh Islam disebut Peristiwa "Yaum Ar-Rojii'." Dalam peristiwa tersebut, sesaat sebelum 'Aashim RA menerjang para musuh, ia berdoa sambil menghunus pedangnya :

" اللهم إني أحمى لدينك وأدافع عنه ، فاحم لحمي وعظمي ولا تظفر بهما أحدا من أعداء الله "

"Ya Allah, sesungguhnya aku menjaga dan membela agama-Mu, maka jagalah dagingku dan tulangku, dan jangan Kau menangkan seorang musuh Allah pun dengan menguasai keduanya (daging dan tulang)."

LEBAH DAN BADAI GURUN

Parapenjahat pembunuh 'Aashim RA tersebut pada awalnya tidak tahu bahwa salah satu yang terbunuh adalah 'Aashim RA yang kepalanya disayembarakan Wanita Kaya Sulaafah, sehingga mereka hanya membawa yang hidup untuk dijual di Mekkah, sedang yang mati ditinggalkan di tengah gurun, karena dianggap tidak bernilai lagi.

Namun beberapa waktu kemudian, Kafir Qurasy di Mekkah mendengar kabar bahwa salah satu yang dibunuh suku Hudzail adalah 'Aashim RA. Maka para Tokoh Kafir Quraisy mendatangi Suku Hudzail dengan membawa banyak hadiah dari Sulaafah untuk ditukar dengan kepala 'Aashim RA. 

Mengetahui hal tersebut, para pembunuh 'Aashim RA dari Suku Hudzail segera bergegas kembali ke tempat pembunuhan 'Aashim RA untuk mengambil kepalanya buat ditukar dengan hadiah Sulaafah. Namun saat mereka sampai tampak jasad 'Aashim RA dikelilingi aneka Lebah Gurun dalam jumlah yang besar, sehingga mereka tidak bisa mendekat. 

Mereka pun memutuskan untuk menunggu malam saat Lebah Gurun kembali ke sarangnya. Namun sebelum malam tiba,  Badai Gurun datang dengan angin yang bertiup kencang disertai dengan hujan yang sangat lebat, sehingga para pemburu kepala 'Aashim RA terpaksa harus kembali untuk berlindung menyelamatkan diri semalaman.

Keesokan harinya, saat Matahari terbit dan cuaca cerah, mereka kembali untuk mengambil kepala 'Aashim RA, namun mereka tidak pernah lagi melihat jasad 'Aashim RA. Mereka mencari kesana kemari dan menggali pasir disana sini, tetap tidak pernah bisa menjumpai jasad 'Aashim RA.

KAROOMAH 'AASHIM RA

'Aashim RA adalah shahabat yang beriman dan bertaqwa serta senantiasa cinta kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Seluruh hidup dan matinya diserahkan untuk meraih Ridho Allah SWT.

Allah SWT mentaqdirkan 'Aashim RA mati syahid dengan penuh kemuliaan di jalan-Nya. Allah SWT mengabulkan doa 'Aashim RA, sehingga tetap melindunginya agar tidak menjadi korban sumpah durjana Sulaafah yang ingin minum arak dari tengkorak kepalanya.

Subhaanallaah, 'Aashim RA diberikan oleh Allah SWT karoomah luar biasa saat syahidnya. 'Aashim RA pun dijuluki oleh para Shahabat dengan sebutan "Hamiyyud Dabir" artinya "Yang dijaga Lebah".

Lalu bagaimana nasib ketiga Shahabat lainnya yang ditawan dan dijual di Mekkah kepada Kafir Quraisy, di antaranya adalah Khubaib ibnu 'Adi RA ?

Insya Allah, pada artikel selanjutnya akan dipaparkan kelanjutan nasib Khubaib dan dua kawannya yang ditawan.


Rodhiyallaahu 'an 'Aashim wa 'an Jamii'ish Shohaabah.

Kisah Shahabat 2: 'AASHIM IBNU TSAABIT RA

Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... Suatu hari Rasulullah SAW bertanya kepada para Shahabat tentan...

Senin, 19 Januari 2015


Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

Islam sangat peduli dengan sejarah. Isi kandungan Al-Qur'an penuh dengan rekaman sejarah. mulai dari Kisah Manusia Suci seperti para Nabi dan Rasul, hingga Kisah Manusia Durjana seperti Namrudz dan Fir'aun. Bahkan Al-Qur'an menjadi sumber paling autentik tentang sejarah umat manusia.

WISATA SEJARAH

Tatkala Rasulullah SAW diantar Malaikat Jibril AS dengan Buroq pada malam Isra Mi'raj, beliau diajak mampir ke sejumlah tempat bersejarah dan Shalat dua rakaat di setiap tempat tersebut atas arahan Jibril AS, antara lain : Thoibah (Madinah yang akan jadi Negeri Hijrah), Pohon Musa AS, Bukit Thur Sina dan Betlehem tempat kelahiran Isa AS.

Dalam perjalanan itu juga Nabi SAW mendapat keterangan langsung dari Jibril AS tentang kisah menakjubkan "Perempuan Sholihah Tukang Sisir Putri Fir'aun" yang dalam bahasa Arab disebut "Maasyithoh".

SEJARAH PARA RASUL

Allah SWT berfirman dalam QS.11.Hud ayat 120 :

وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاءَكَ فِي هَٰذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ

"Dan semua kisah dari Rasul-Rasul, Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini (kisah-kisah tersebut) telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman."

Ayat ini dengan gamblang menjelaskan tentang empat manfaat sejarah para Rasul, yaitu : 
1. Peneguhan Jiwa.
2. Bukti Kebenaran Islam.
3. Pelajaran
4. Peringatan 

Selain itu, masih ada dua pesan penting yang sangat mendalam dikandung ayat tersebut, yaitu :

Pertama, Rasulullah SAW saja, yang sudah teramat teguh dan kokoh jiwanya, masih diceritakan kepadanya kisah-kisah para Rasul untuk makin memperteguh jiwanya. Maka umatnya yang masih lemah dan rapuh jiwanya, tentu lebih perlu dan lebih butuh untuk diceritakan kepada mereka kisah-kisah Rasul tersebut untuk peneguhan jiwa mereka.

Kedua, jika kisah para Rasul sebelum Nabi Muhammad SAW mampu meneguhkan jiwa, apalagi kisah Rasulullah SAW yang merupakan penghulu para Nabi dan Rasul. Karenanya, menceritakan Kisah Rasulullah SAW pada setiap generasi umat Islam adalah sesuatu yang penting dan harus dilakukan secara terus menerus.

Salah satu Hikmah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di berbagai negeri sepanjang tahun adalah terus menggemakan riwayat dan perjuangan Rasulullah SAW di semua aspek kehidupan.

SEJARAH RASULULLAH SAW

Selain empat manfaat Sejarah Para Rasul yang telah dipaparkan di atas, maka secara khusus bagi Sejarah Rasulullah SAW memiliki peranan sangat penting dalam pemahaman Hukum Islam, antara lain :

1. Bahwasanya Sejarah Rasulullah SAW berkaitan erat dengan Asbabun Nuzul Al-Qur'an, sehingga memiliki peran penting dalam memahami makna isi kandungan Al-Qur'an. 

2. Bahwasanya Sejarah Rasulullah SAW berkaitan erat dengan Asbabul Wurud Al-Hadits, sehingga memiliki peran penting dalam memahami arah dan tujuan kandungan Al-Hadits.

SEJARAH SHOLIHIN

Manfaat sejarah sebagaimana disebutkan di atas tidak hanya terbatas pada sejarah para Nabi dan Rasul, bahkan sejarah orang-orang Sholeh pun punya manfaat yang besar.

Di dalam Al-Qur'an, Allah SWT menceritakan juga sejumlah orang-orang sholeh yang bukan Rasul mau pun Nabi, baik pria mau pun wanita, seperti Siti Asiyah AS isteri Fir'aun yang merawat dan memelihara Nabi Musa AS, dan Siti Maryam AS ibunda Nabi Isa AS, serta Lukmanul Hakim AS yang penuh hikmah.

Dan Jibril AS pun bercerita tentang Siti Masyithoh kepada Rasulullah SAW sebagaimana disinggung tadi. Selain itu, Nabi SAW pun dalam hadits-haditsnya banyak bercerita tentang orang-orang sholeh di zaman Bani Israil terdahulu.

Itulah karenanya, para Ulama Salaf sering bercerita dalam majelis mereka tentang orang-orang Sholeh. Ibnu 'Uyainah rhm seorang Ulama Salaf Sholeh yang sangat terkenal pernah mengatakan :

عند ذكر الصالحين تنزل الرحمة

"Saat mengingat / menceritakan orang-orang sholeh, maka turunlah rahmat."

Karenanya, ceritakanlah kehidupan dan perjuangan para Ahlul Bait Nabi SAW dan para Shahabat serta Ulama Salaf yang Sholeh, agar kita mendapat pelajaran dan peringatan serta bukti kebenaran janji Allah SWT, sekaligus untuk peneguhan jiwa kita.

SEJARAH DURJANA

Jangankan Sejarah Sholihin, bahkan Sejarah Durjana saja terkadang penting kita simak, untuk mengambil pelajaran dan peringatan tentang AKIBAT FATAL dari kedurhakaan dan kedurjanaan.

Itulah sebabnya, di dalam Al-Qur'an diceritakan juga tentang manusia-manusia durhaka dan durjana, seperti Namrudz, Fir'aun, Qorun, Jalut, Abu Lahab, dan lain sebagainya.

PENINGGALAN SEJARAH ISLAM

Peninggalan Sejarah adalah bukti autentik bagi suatu peristiwa bersejarah, sehingga harus dijaga dan dipelihara dengan baik. Apalagi peninggalan sejarah berupa SITUS ISLAM, maka wajib dijaga dan dipelihara secara fokus dan serius.

Adanya Ka'bah di Mekkah adalah bukti tentang Sejarah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, hingga Nabi Muhammad SAW. Dan adanya Masjid Al-Aqsho adalah bukti tentang sejarah para Nabi dan Rasul yang pernah diutus di sekitarnya.

Dan adanya puing-puing Kerajaan Saba' di Yaman menjadi bukti kebenaran sejarah tentang Ratu Balqis dan Nabi Sulaiman AS. 

Begitu pula adanya Masjid Nabawi, Masjid Quba, Masjid Jum'at dan Masjid Tujuh di Madinah adalah bukti sejarah Rasulullah SAW dan Keluarga serta para Shahabatnya.

Di Turki, berbagai benda peninggalan Rasulullah SAW seperti Rambut, Imamah, Sorban, Baju, Terompah, Pedang, Busur, Tongkat, dan sebagainya tersimpan sengan baik. Begitu juga aneka peninggalan Ahlul Bait dan para Shahabat.

Di Saudi, sebagian peninggalan sejarah Nabi SAW dan para Shahabatnya masih terjaga dengan rapih, namun tidak sedikit yang dimusnahkan oleh pemerintah Saudi dengan dalih yang naif yaitu "melawan kemusyrikan".

Pemeliharaan peninggalan sejarah para Manusia Suci merupakan penghormatan kepada mereka, sekaligus menjadi bukti kebenaran  Info Al-Qur'an dan As-Sunnah tentang sejarah mereka. Karenanya, tidak ada alasan untuk memusnahkan atau melenyapkannya.

Jika ada penyalah-gunaan terhadap suatu peninggalan sejarah, sehingga terjadi "pengkultusan" yang mengantarkan kepada "kemusyrikan", maka bukan peninggalan sejarahnya yang dihancurkan, melainkan kemusyrikannya yang harus dilawan dan diperangi serta diluruskan.

Dengan catatan, bahwasanya "Tawassul" dan "Tabarruk" dengan peninggalan sejarah para Manusia Suci merupakan masalah yang diperdebatkan oleh Ulama Aswaja sejak berabad-abad, sehingga semua pihak yang berbeda wajib saling toleransi dalam perbedaan, bukan seenaknya mengkatagorikan "Tawassul dan Tabarruk" sebagai "Kemusyrikan", lalu sembarangan mengkafirkan sesama muslim lantaran hal tersebut.

PENINGGALAN SEJARAH KAFIR

Memelihara suatu peninggalan sejarah, baik dari Manusia Suci seperti peninggalan para Nabi dan Rasul, mau pun dari Manusia Durjana seperti peninggalan Fir'aun dan Kaum 'Aad serta Kaum Tsamuud, adalah merupakan keniscayaan untuk menjaga "Bukti Sejarah".

Adanya Piramid dan Mummy di Mesir menjadi bukti kebenaran Info Al-Qur'an tentang perjuangan Musa AS melawan Fir'aun. 

Pemeliharaan peninggalan sejarah Manusia Durjana yang diceritakan Al-Qur'an dan As-Sunnah merupakan peringatan kepada umat manusia, serta menjadi pelajaran tentang keakuratan informasi Al-Qur'an dan As-Sunnah, sekaligus merupakan bukti kebenaran Islam.

Allah SWT mengabadikan jasad Fir'aun bukan untuk memuliakannya, tapi untuk menjadi pelajaran bagi generasi umat manusia sesudahnya tentang Kebesaran Allah SWT. 

Firman Allah SWT dalam QS.10.Yunus ayat 92 tentang Fir'aun :

فَالْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ آيَةً وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ النَّاسِ عَنْ آيَاتِنَا لَغَافِلُونَ

"Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami."

PENINGGALAN SEJARAH BANGSA

Di atas sudah dipaparkan tentang berbagai peninggalan sejarah Islam mau pun Kafir yang diceritakan Al-Qur'an atau pun As-Sunnah. Lalu bagaimana dengan peninggalan sejarah lainnya, baik dari Islam mau pun Kafir, yang tidak diceritakan Al-Qur'an mau pun As-Sunnah ? Misalnya, peninggalan sejarah bangsa-bangsa di Dunia.

Di Indonesia, ada Pura-Pura peninggalan Kerajaan Hindu mau pun Candi-Candi peninggalan Kerajaan Budha, dan banyak juga Masjid dan Istana serta Keraton peninggalan Kesultanan-Kesultanan Islam di berbagai Daerah. Selain itu, masih ada peninggalan-peninggalan penjajah Belanda, Jepang, Inggris dan Portugis, serta peninggalan para pahlawan dan pejuang kemerdekaan Indonesia.

Diqiyaskan dengan aneka peninggaln sejarah yang diabadikan Al-Qur'an dan As-Sunnah, maka semua peninggalan tersebut boleh dijaga dan dipelihara melalui Museum atau pun Suaka Budaya, selama ditujukan sebagai media pelajaran dan peringatan bagi umat manusia, bukan "pengkultusan" yang mengantarkan kepada "kemusyrikan".

KITAB SEJARAH

Dalam rangka menjaga sejarah, para Ulama sudah sejak lama menulis kitab-kitab sejarah untuk menjadi rujukan umat Islam dalam mengenal sejarah umat terdahulu, antara lain :

1. Taariikh Ath-Thobari, karya Imam Ibnu Jarir Ath-Thobari (w : 310 H), 13 jilid.

2. Taariikh Baghdaad, karya Imam Al-Khothib Al-Baghdadi (w : 463 H), 24 jilid.

3. Taariikh Madiinah Dimasyq, karya Imam Ibnu 'Asakir (w : 571 H), 80 jilid.

4. Al-Muntazjom fii Tawaariikh Al-Muluuk wal Umam, karya Imam Ibnul Jauzi (w : 597 H), 13 jilid.

5. Al-Kaamil fit Taariikh, karya Imam Ibnul Atsir (w : 630 H), 9 jilid.

6. Taariikhul Islaam wa Wafayaatil Masyaahiir wal A'laam, karya Imam Adz-Dzahabi (w : 748 H), 17 jilid.

7. Al-Bidaayah wan Nihaayah, karya Imam Ibnu Katsir (w : 774 H), 14 jilid.

Belum lagi ditambah dengan kitab-kitab Rijaalul Hadits yang menguraikan satu per satu identitas dan riwayat hidup ratusan ribu perawi hadits dari generasi ke generasi.

Karenanya, Islam menjadi pusat sejarah umat manusia dan peradaban dunia yang paling lengkap dan rinci serta akurat. Inilah hal yang tidak dimiliki oleh umat agama di luar Islam. Alhamdulillaah.

KESIMPULAN

1. Islam sangat peduli kepada Sejarah, sehingga menjadi Pusat Sejarah umat manusia sepanjang zaman.

2. Sejarah merupakan guru terbaik dalam berbagi pengalaman kepada generasi selanjutnya, sehingga menjadi pelajaran berharga dan peringatan berharga dini.

3. Peninggalan Para Nabi dan Rasul serta apa pun yang berkaitan dengan sejarah mereka WAJIB dijaga dan dipelihara sebagai bukti autentik tentang kehidupan dan perjuangan mereka, sekaligus menjadi bukti kebenaran Islam sejak dulu hingga kini, bahkan hingga yang akan datang.

4. Peninggalan Sejarah Bangsa-Bangsa BOLEH dijaga dan dipelihara untuk menjadi pelajaran tentang perjalanan bangsa-bangsa tersebut.

5. Peninggalan Sejarah apa pun tidak boleh "dikultuskan" agar tidak menjadi media "kemusyrikan".

Hasbunallaahu wa Ni'mal Wakiil ...
Ni'mal Maulaa wa Ni'man Nashiir ...

SEJARAH

Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... Islam sangat peduli dengan sejarah. Isi kandungan Al-Qur'a...

Jumat, 16 Januari 2015


 Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

'Umair ibnul Humaam RA adalah salah seorang Shahabat Nabi Muhammad SAW yang bertaqwa dan berani serta sangat rindu untuk MATI SYAHID. Setiap malam ia berdoa kepada Allah SWT :

اللهم قد نامت العيون ، وغارت النجوم ، وأنت حي قيوم .  اللهم طلبي الجنة بطيء ، وهربي من النار ضعيف .  اللهم اجعل لي عندك هديا ترده إلى يوم القيامة ، إنك لا تخلف الميعاد ".

"Allaahumm Qod Naamatil 'Uyuun , WaGhoorotin Nujuum ,  Wa Anta Hayyun Qoyyuum.  Allaahumma Tholabil Jannata Bathii-un, Wa Harobii Minan Naari Dho'iifun. Allaahummaj'al Lii 'indaka Hadyan Tarudduhu ilaa Yaumil Qiyaamah, innaka Laa Tukhliful Mii'aad."

"Ya Allah, telah tidur banyak mata, dan terbenam bintang-bintang, sedang Engkau Maha Hidup dan Maha Berdiri. Ya Allah, upayaku menggapai Surga-Mu sangat lambat, dan upayaku lari menjauhi Neraka amat lemah. Ya Allah, jadikanlah bagiku di sisi-Mu bagian petunjuk / pemberian yang Engkau kembalikan hingga Hari Qiyamat."

Di hari Perang Badar pada tanggal 17 Ramadhan 2 H / 17 Maret 624 M, tatkala 313 Tentara Kaum Muslimin sudah saling berhadapan dengan tidak kurang dari 1000 Tentara kaum Musyrikin, Rasulullah SAW bersabda memberi semangat kepada Kaum Muslimin : "Bangkitlah kalian untuk masuk Surga yang hamparannya seluas Langit dan Bumi."

'Umar ibnul Humaam RA yang berada di barisan terdepan bertanya kepada Nabi SAW : "Wahai Rasulullah, Surga hamparannya seluas Langit dan Bumi ?" Beliau SAW menjawab : "Ya." Lalu 'Umair RA berujar : "Bagus, bagus !"

Rasulullah SAW bertanya : "Apa yang membuatmu mengatakan : Bagus, bagus ?!" 'Umair RA menjawab : "Demi Allah, tidak ada apa-apa Ya Rasulullah, kecuali harapan agar aku termasuk penghuninya." Nabi SAW pun bersabda : "Sesungguhnya engkau termasuk penghuninya."

Mendengar jawaban Nabi SAW, wajah 'Umair RA berseri gembira, kemudian ia mengeluarkan beberapa butir kurma untuk memakannya sambil menatap barisan musuh di hadapannya. Lalu ia berujar : "Jika aku harus hidup hingga usai memakan kurma-kurma ini, sungguh kehidupan yang terlalu panjang."

Maka 'Umair RA membuang semua kurmanya, lalu menghentakkan kudanya dan langsung menerjang sendirian barisan musuh sambil berucap lantang :

Kami berlari menuju Allah tanpa bekal
Kecuali Taqwa dan Amal untuk kembali
Dan Sabar karena Allah dalam Berjihad

Kedatangan 'Umair RA yang gagah berani pun disambut barisan seribuan Kaum Musyrikin, akhirnya beliau gugur sebagai SYAHID sesuai doa dan harapannya selama ini.

Rasulullah SAW dan para Shahabat sempat terhenyak kaget dan terdiam sebentar melihat tindakan heroik seorang muslim yang sangat gagah dan berani menerjang seribuan musuh sendirian. Lalu Nabi SAW pun menanyakan tentang sosok muslim yang menyerang musuh tersebut. 

Setelah Nabi SAW diberi tahu bahwa penyerang tersebut adalah 'Umair RA yang tadi bertanya tentang Surga, maka beliau SAW berkata bahwa 'Umair RA telah mendapatkan apa yang diharapkannya, yaitu Ridho Allah SWT dan Surga-Nya.

Peristiwa HEROIK 'Umair RA tersebut telah berhasil membangkitkan semangat tempur Kaum Muslimin melawan Kaum Musyrikin dalam Perang Badar, sehingga akhirnya Kaum Muslimin memetik Kemenangan Besar.

Rodhiyallaahu 'an 'Umair ibnul Humaam wa Jamii'i Ahli Badr

Kisah Shahabat: 'Umair Ibnul Humaam RA

  Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... 'Umair ibnul Humaam RA adalah salah seorang Shahabat Nab...

Kamis, 15 Januari 2015



Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

Allah SWT berfirman dalam QS.61.Ash.Shaff ayat 8 dan 9 :

يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

"Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya

Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang musyrik membenci."

PROPAGANDA LIBERAL

Kalangan Liberal yang mengaku "Muslim" dan sangat menggandrungi "Kafir Barat", sangat benci sekali dengan umat Islam yang "Anti Kafir Barat". Lalu mereka melakukan propaganda : 

"Jika tak suka Kafir Barat, maka jangan pakai Tekhnologi Kafir Barat."

"Jika tak senang Kafir Barat, maka jauhkan FB dan Twiter serta Medsos lainnya yang nyata-nyata merupakan karya Kafir Barat."

"Jika tak cinta Kafir Barat, maka jangan gunakan Telephone, HP, Radio, TV, Elektronik, Komputer, Motor, Mobil, Pesawat Terbang, Kapal Laut, Kereta Api, peralatan Komunikasi dan Kesehatan, dan lain sebagainya, yang kesemuanya adalah produksi Kafir Barat."

KETERBELAKANGAN INTELEKTUAL

Kasihan, mereka yang melakukan propaganda murahan tersebut menunjukkan bahwasanya mereka mengalami "Keterbelakangan Intelektual", alias "Bodoh Banget" atau "Idiot", atau boleh juga disebut "Primitif".

Sebab, semua orang tahu bahwasanya sejak zaman Nabi Adam AS hingga zaman Nabi Muhammad SAW, telah terjadi interaksi sosial dan budaya serta ekonomi dan perdagangan, hingga pertukaran ilmu pengetahuan antar umat manusia, apa pun agama dan keyakinannya.

Dan sejak dahulu kala, tidak ada seorang manusia pun yang melarang penggunaan ilmu pengetahuan suatu umat beragama untuk keperluan seluruh umat manusia. 

Bahkan pertukaran ilmu pengetahuan dan saling mengembangkan serta memanfaatkan ilmu antar umat manusia sudah menjadi suatu tradisi yang turun menurun dan berurat berakar, tanpa melihat latar belakang agama mau pun keyakinan, karena sudah merupakan suatu keniscayaan.

RASULULLAH SAW DAN PRODUK KAFIR

Rasulullah SAW dan para Shahabat semasa hidupnya berdagang dengan orang-orang kafir, baik tunai mau pun utang. Mereka membeli dan menggunakan barang-barang dagangan produk kafir, sebagaimana orang-orang kafir pun membeli dan menggunakan barang-barang dagangan produk muslim.

Rasulullah SAW pernah mengirim sejumlah anak-anak Shahabat untuk kursus mempelajari Bahasa Ibrani yang digunakan oleh masyarakat Yahudi, agar anak-anak tersebut bisa menjadi penterjemah bagi Nabi SAW  dan para Shahabat dalam bergaul dan berhubungan serta berkomunikasi dengan Yahudi, sekaligus untuk menjaga kaum muslimin dari makar Yahudi.

Rasulullah SAW dan para Shahabat pernah mengirim sejumlah pelajar muslim ke Romawi untuk mempelajari cara pembuatan "Pelontar Batu" yang saat itu menjadi senjata perang andalan Tentara Romawi.

Rasulullah SAW pernah menjadikan sejumlah "orang kafir" sebagai "spy" untuk kepentingan umat Islam, antara lain :

1. Basyar bin Sufyan Al-Khuza'i yang memata-matai gerak-gerak Kafir Quraisy di Mekkah.

2. Abdullah bin Abi Hadrad Al-Aslami yang memata-matai gerakan orang-orang kafir dalam perang Hunain.

Bahkan Rasulullah SAW membeli senjata perang dari seorang Kafir Quraisy yang bernama Shofwan b Umayyah untuk mempersenjatai kaum muslimin dalam melawan Kafir Quraisy.

Semua itu dalam Islam dibolehkan, karena hanya merupakan masalah Mu'amalat biasa, bukan masalah Aqidah atau Ibadah yang prinsip dan mendasar.

SAINS FOR ALL

Sudah menjadi kesepakatan umat manusia di seluruh Dunia, bahwasanya Saintis mana pun, dan dari agama apa pun, tatkala melakukan penelitian dan pengembangan Sains, harus ditujukan untuk kepentingan dan kemaslahatan seluruh umat manusia.

Penggunaan suatu produk Sains akan menjadi kehormatan dan kebanggaan bagi Saintis yang menemukan atau memproduksinya. Justru seorang Saintis akan kecewa dan frustasi manakala produknya tidak diminati orang lain alias tidak laku.

Jadi, kini penggunaan FB dan Twiter serta Medsos lainnya oleh jutaan umat Islam di Dunia merupakan kehormatan dan kebanggan bagi penemu dan pembuatnya. Begitu juga penggunaan Telephone, HP, Radio, TV, Elektronik, Komputer, Motor, Mobil, Pesawat Terbang, Kapal Laut, Kereta Api, peralatan Komunikasi dan Kesehatan, dan lain sebagainya.

Apalagi tidak bisa dipungkiri bahwa para penemu dan pembuat Sains tersebut membutuhkan "Pasar" yang siap membeli produkya. Dan pasar umat Islam adalah yang terbesar dan terbanyak di Dunia, sehingga para penemu dan pembuat tersebut mendapat keuntungan sangat besar dari bisnis Sainsnya di Dunia Islam.

ISLAM PUSAT PERADABAN DUNIA

Sejarah menjadi saksi bahwasanya penemu dan perintis serta pelopor aneka Ilmu Pengetahuan Modern adala Ulama Kaum Muslimin.

Selama berabad-abad, Kota Damaskus di Syria, lalu Kota Baghdad di Iraq, lalu Kota Istanbul di Turki, telah menjadi Pusat Peradaban Islam, bahkan Pusat Peradaban Dunia. Para pelajar dari mancanegara, apa pun agamanya, berduyun-duyun menuntut ilmu disana.

Kala itu, para pelajar non muslim dari Eropa sangat bangga bisa belajar di Damaskus mau pun di Baghdad atau pun di Istanbul, seperti kebanggaan para pelajar muslim yang belajar di Eropa dan Amerika pada zaman sekarang ini.

Umat Islam saat itu menyambut baik kehadiran para pelajar Barat menuntut ilmu di Negeri Islam. Bahkan sangat menghargai upaya mereka mengadopsi dan mengembangkan ilmu pengetahuan Kaum Muslimin di negeri-negeri mereka.

ISLAM PENEMU SAINS MODERN

Keunggulan umat Islam sebagai penemu dan perintis serta pelopor aneka Ilmu Pengetahuan Modern bukan isapan jempol belaka, tapi Fakta Sejarah yang tak terpungkiri. Berikut sederetan nama-nama Tokoh Islam para penemu dan perintis serta pelopor berbagai disiplin ilmu Pengetahuan Modern, antara lain :

1. Jabir bin Hayyan Al-Azdi Ak-Kufi (101 - 197 H) yang di Barat disebut Geber, adalah Penemu Ilmu Kimia.

2. Muhammad bin Musa Al-Khawarizmi (164 - 232 H) yang di Barat disebut Guaresmo, adalah Penemu Matematika, Peletak Aljabar, Perintis Aritmatika, dan Penemu angka NOL.

3. Abu Yusuf Ya'qub bin Ishaq Al-Kindi (188 - 260 H) yang di Barat disebut Al-Kindus, adalah Penemu Ilmu Fisika.

4. Abul Hasan bin Tsabit b Quroh (221 - 284 H), adalah Peletak Ilmu Fisika Matahari dan Penemu Segi Empat Magic.

5. Abu Abdullah Muhammad bin Jabir Al-Battani (240 - 317 H) yang di Barat disebut Albategnius, adalah Peletak Prinsip Trigonometri dan Penemu Sin - Cos - Tan - Cotan.

6. Abu Bakar Muhammad bin Zakaria Ar-Razi (240 - 311 H) yang di Barat disebut Rhazes, adalah Bapak Kimia Klinik Kedokteran.

7. Abul Qosim Khalaf bin Abbas Az-Zahrawi (325 - 404 H) adalah Perintis Ilmu Bedah Kedokteran.

8. Abul Wafa Muhammad bin Muhammad Al-Buzjani (328 - 375 H) adalah Perintis Geometri dan Perumus Kalkulus.

9. Abu Ali Al-Hasan bin Al-Haitsam  Al-Bashri (354 - 430 H) yang di Barat disebut Avenetan, adalah Peletak Dasar Ilmu Fisika Optik dan Penemu Kamera.

10. Abur Rayhan Muhammad bin Ahmad Al-Biruni (362 - 442 H) yang di Barat disebut Alboron, adalah Peletak Sains Modern dan Penemu Geografi serta Perumus Lintang dan Bujur.

11. Abu Ali Al-Husain bin Abdillah Ibnu Sina (370 - 428 H) yang di Barat disebut Avecenna, adalah Bapak Ilmu Kedokteran sekaligus Penemu Suntikan dan Obat Bius.

12. Abul Fathi Umar Al-Khayyam (440 - 525 H) adalah Penyair Penemu Ilmu Geometri Analisa.

13. Abu Marwan Ibnu Zuhri (464 - 557 H) yang di Barat disebut Avenzoar, adalah Penerus Kedokteran Ibnu Sina.

14. Abdurrahman bin Muhammad Ibnu Khaldun (Lahir : 732 H) adalah Peletak Dasar Sosiologi dalam Politik dan Filsafat.

15. Ahmad Ibnu Majid An-Najdi (832 - 933 H) adalah Navigator Penemu Ilmu Kompas Modern sekaligus pengantar Ekspedisi Vascoda Gama.

Disana masih banyak lagi ilmuwan-ilmuwan muslim yang genius dan brillian, yang telah memberi kontribusi besar bagi perkembangan Ilmu Pengetahuan Modern. Jika disebutkan satu per satu nama mereka dengan segala penemuannya, maka niscaya akan menjadi buku yang berjilid-jilid jumlahnya.

Alhamdulillaah wasy Syukru Lillaah ...

MALU DAN BANGGA

Kalangan Liberal sangat  "dongkol" terhadap umat Islam yang bangga dengan para Ulama Penemu aneka ragam disiplin ilmu Pengetahuan Modern. Mereka mengatakan : 

"Memalukan ! Umat Islam hanya bisa bangga dengan pendahulu. Padahal faktanya kini, umat Islam bodoh dan terbelakang dalam Sains Modern."

Jawabnya : "Ya, memang kami malu dengan keterbelakangan umat Islam saat ini. Tapi kami tidak boleh malu menceritakan keunggulan Ulama Islam dalam Penemuan aneka disiplin ilmu Pengetahuan Modern, bahkan wajib kami ceritakan dengan penuh kebanggaan dan rasa syukur kepada Allah SWT. Sekaligus agar menjadi cambuk bagi kami agar bangkit kembali untuk merebut kejayaan Ilmu Pengetahuan Modern. Kalau bukan kami umat Islam yang menceritakan Fakta Sejarah tersebut kepada anak cucu keturunan kami dan mencambuk mereka agar bangkit kembali, lalu siapa lagi ???!!!

Ayo ..., Kita Bangkit !!!

Allaahu Akbar ... Allaahu Akbar ... Allaahu Akbar ... !!!

SAINS

Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... Allah SWT berfirman dalam QS.61.Ash.Shaff ayat 8 dan 9 : يُرِي...

Rabu, 14 Januari 2015



Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

Siapa yang membaca artikel ini, sangat dianjurkan untuk terlebih dahulu membaca TIGA ARTIKEL sebelumnya pada tanggal 12 s/d 14 Jan 2015, yaitu : Pertama tentang ISLAM, dan kedua tentang KAFIR, serta ketiga tentang KLASIFIKASI KAFIR. Sebab artikel ini dan ketiga artikel tersebut saling berkaitan, sehingga membacanya secara utuh akan memberi pemahaman yang komprehensif.

NABI PEMBAWA DAN PENEBAR RAHMAT

Dalam QS.21.Al-Anbiya : 107, Allah SWT menyatakan kepada Nabi Muhammad SAW :

ومآأرسلناك إلا رحمة للعالمين 

"Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) RAHMAT bagi semesta alam".

Rasulullah SAW adalah RAHMAT dari Allah SWT bagi Semesta Alam yang meliputi alam Manusia, Malaikat, Jin, Hewan dan Tumbuhan , serta seluruh isi Langit dan Bumi.

Karenanya, jika Syariat Nabi Muhammad SAW dilaksanakan dengan baik dan diterapkan sebagaimana mestinya, maka jangankan manusia, bahkan hewan dan tumbuhan pun tak akan pernah terzalimi.

ISLAM AGAMA KEDAMAIAN

Islam adalah agama Cinta dan Kasih Sayang. Ajaran Islam sangat mendorong upaya penciptaan 
kedamaian dan keamanan serta kenyamanan hidup bagi seluruh umat manusia.

Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari hadits ke-2.966 dan Shahih Muslim hadits ke-3.276, yang bersumber dari Abdullah b Abi Aufa RA, bahwasanya Rasulullah SAW di tengah istirahat dalam perjalanan pulang dari suatu Misi Jihad, berceramah di hadapan para Shahabatnya, rodhiyallaahu 'anhum :

"يا أيها الناس لاتتمنوا لقاء العدو ، واسألوا الله العافية . فإذا لقيتموهم فاصبروا ، واعلموا أن الجنة تحت ظلال السيوف ".

"Wahai manusia, janganlah engkau berangan-angan bertemu musuh, tapi mohonlah kepada Allah ketenangan / keselamatan. Namun jika kamu terlanjur bertemu mereka (musuh), maka sabarlah (tegar pantang mundur). Dan ketahuilah bahwasanya Surga itu ada di bawah kilatan pedang."

Dari HADITS SHAHIH di atas sangat jelas sekali bahwasanya Rasulullah SAW mengajarkan :  Jangan ciptakan perang, tapi ciptakan tenang. Jangan cari lawan, tapi cari kawan. Jangan buat kerusuhan, tapi buatlah kedamaian. KECUALI,  jika musuh tidak dicari tapi datang sendiri, dan musuh tidak diundang tapi datang menyerang, maka umat Islam wajib melawan dan haram melarikan diri. Dan sesungguhnya Surga menanti mereka yang dengan sabar dan tegar membela agama Islam secara ikhlas karena Allah SWT.

Karenanya, umat beragama apa pun bisa hidup aman dan nyaman di tengah umat Islam, selama mereka jadi warga yang baik dan tidak mengganggu umat Islam.

HUBUNGAN ANTAR MANUSIA

Dalam QS.49.Al-Hujuraat : 13, Allah SWT berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."

Dengan ayat ini jelas bahwa Islam menganjurkan agar umat manusia dari segala suku dan bangsa agar saling mengenal, bukan saling bermusuhan. Namun pada saat yang sama Islam tetap mengingatkan bahwasanya manusia termulia di sisi Allah SWT adalah yang paling bertaqwa.

10 PILAR TOLERANSI

Dan dalam rangka menjaga keharmonisan hubungan antar umat manusia, apa pun agamanya, maka Islam telah meletakkan tidak kurang dari 10 (sepuluh) PILAR TOLERANSI, yaitu sebagai berikut :

1. Tidak boleh ada pencampur-adukkan agama Islam dengan agama apa pun.

2. Tidak boleh ada paksaan terhadap siapa pun  untuk masuk ke dalam agama Islam.

3. Kewajiban DA'WAH dengan Hikmah dan Mau'izhoh Hasanah serta Dialog dengan cara terbaik, tanpa melupakan kewajiban HISBAH dengan tegas dan JIHAD dengan keras sesuai aturan Syariat Islam.

4. Tidak ada larangan berbuat baik dan bersikap adil kepada umat agama lain.

5. Tidak ada larangan bermu'amalah dalam urusan sosial ekonomi kemasyarakatan
dengan orang di luar Islam.

6. Tidak ada larangan memanfaatkan tenaga non muslim untuk kemaslahatan umat Islam.

7. Kewajiban Penegakan Keadilan untuk semua umat manusia.

8. Larangan berbuat Zhalim terhadap Manusia mau pun Hewan dan Tumbuhan.

9.Larangan mencaci maki dan mencerca serta menghina dan menodai suatu agama, termasuk mengganggu atau menghalangi ibadah suatu umat beragama.

10. Kewajiban Penegakan Akhlaq Karimah sekali pun dalam situasi perang melawan Kafir.

Siapa yang ingin menyimak lebih dalam tiap-tiap pilar di atas lengkap dengan Dalil dan penjelasannya, silakan baca Buku penulis yang berjudul "Wawasan Kebangsaan - Menuju NKRI Bersyariah" Bab Kesatu Pasal TOLERANSI halaman 75 - 89 terbitan SUARA ISLAM.

BATASAN TOLERANSI

Di samping kita perlu mengenal dan memahami 10 (sepuluh) Pilar Toleransi, maka kita harus juga menyoroti Batasan Toleransi yang tidak boleh dilanggar oleh setiap muslim, yaitu :

A. Jangan campur aduk Ibadah / Aqidah, antara lain :

    1. Jangan sekali-kali mengatakan semua agama sama dan benar.

    2. Jangan sekali-kali memuji atau membela kesesatan agama di luar Islam.

    3. Jangan masuk ke rumah ibadah agama lain untuk ikut kegiatan keagamaannya.

   4. Jangan ikut merayakan Hari Raya agama lain, walau pun hanya sekedar mengucapkan selamat.

    5. Jangan gelar Doa Bersama dengan Kafir, sehingga muslim mengaminkan Doa Kafir kepada Tuhannya.
  
B. Jangan campur aduk Syariah / Hukum, antara lain :

    1. Jangan melakukan perkawinan Islam dengan Kafir.

    2. Jangan ada saling mewarisi antara Muslim dan Kafir.

    3. Jangan jadikan Kafir sebagai Pemimpin bagi umat Islam di negeri-negeri muslim.

    4. Jika bermu'amalah dengan Kafir, maka jangan sekali-kali terlibat dengan Riba atau hal lain yang diharamkan dalam Syariat Islam.

     5. Jangan sekali-kali membantu orang Kafir untuk menzholimi Muslim dengan alasan apa pun.

Dengan demikian, Toleransi dalam ajaran Islam ada batasan yang tidak boleh dilanggar, sehingga tidak kebablasan.

Ayo ... , kita bangun Toleransi yang Syar'i !

Allahu Akbar ... Allahu Akbar ... Allahu Akbar ... !!!

-------------
BACA JUGA:


TOLERANSI

Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... Siapa yang membaca artikel ini, sangat dianjurkan untuk terleb...

 

© 2015 - Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile