Senin, 17 Agustus 2015



Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

Presiden RI Joko Widodo saat berpidato di Sidang Tahunan MPR RI di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Jum’at 14 Agustus 2015, menegaskan rencananya untuk menuntaskan kasus Pelanggaran HAM berat masa lalu melalui proses rekonsiliasi.

"Pemerintah menginginkan rekonsiliasi nasional sehingga generasi mendatang tidak terus memikul beban sejarah masa lalu. Anak-anak bangsa harus bebas menatap masa depan yang terbentang luas," tutur Jokowi.

MENKUMHAM AKUI JOKOWI MAU MINTA MAAF KEPADA PKI

Sehubungan dengan itu, Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia (Menkumham RI), Yasonna Laoly,  membenarkan berita rencana Jokowi mau minta maaf kepada PKI melalui pidatonya di Sidang Tahunan MPR RI 2015.

Menkumham menyatakan bahwa benar Jokowi saat ini sedang menyusun dan mencari cara untuk mematangkan rencana yang dikatakan sebagai langkah rekonsiliasi dengan dibantu para stafnya.

Yasonna juga mengatakan jika pemerintah akan menggunakan jalur non yudicial mengingat jalur yudicial tidak mudah, dan pernah dicoba namun tidak berhasil.

"Masih banyak persoalannya kan, proses hukum persoalan yang panjang, katakan tahun 1965 seperti apa, itu kan persoalan yang dulu di apa. Yudisial juga sudah pernah dicoba, dulu persetujuan DPR, pengadilan ad hoc-nya kan enggak jadi, DPR enggak setuju. Kita cari format yang lebih baik,” jelas Yasonna kepada pers di Jakarta sebagaimana dikutip dari zonasatu.co.id

Terkait kebenaran rencana ini juga dikonfirmasi oleh anggota Tim Komunikasi Presiden, Teten Masduki. Ia menyampaikan adanya usulan agar pemerintah meminta maaf kepada korban pelanggaran HAM saat pembacaan pidato kenegaraan.

Menurut Teten, wacana penyampaian permintaan maaf pemerintah ini masih dibahas di tingkat Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan.

ANAK PKI DI PDIP TUNTUT JOKOWI MINTA MAAF KEPADA PKI

Terkait batalnya Presiden Jokowi meminta maaf kepada keluarga PKI dalam pidato sidang tahunan MPR, 2015 tersebut, Ketua DPP PDIP, Ribka Tjiptaning Proletariyati, menyatakan bahwa Presiden Jokowi harus meluruskan tentang sejarah Partai Komunis Indonesia (PKI) terhadap generasi bangsa saat ini.

Penulis buku "Aku Bangga Jadi Anak PKI" dan buku "Anak PKI Masuk Parlemen" ini juga menjelaskan bahwa PKI pernah menjadi kekuatan besar dengan partai urutan ke-4 pada masa itu. Jadi, menurut Ribka, tak salah bila PKI mendapat pengakuan.

"Sebetulnya ini hanya problem penguasa yang tidak pernah melakukan pelurusan sejarah. Padahal kalau negara luar, apa pun masa kelamnya pasti diungkap secara terang benderang," kata Ribka di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (17/8/2015).

TERNYATA BENAR

Kewaspadaan umat Islam terhadap Kebangkitan PKI ternyata memang sudah tepat, dan kekompakkan umat  Islam memberi pernyataan menolak Presiden RI minta maaf kepada PKI juga ternyata sudah benar, karena faktanya bahwa berita rencana Jokowi minta maaf kepada PKI bukan isapan jempol.

Jokowi dan gerombolan PKI di belakangnya menggunakan istilah licik "Rekonsiliasi" untuk "Pelurusan Sejarah", padahal tujuannya "Mempahlawankan PKI" melalui "Pembengkokan Sejarah".

Imam Besar FPI, Hb.Muhammad Rizieq Syihab, menyerukan : "Saat ini, PELENGSERAN JOKOWI sudah menjadi KENISCAYAAN, karena dia ingin hidupkan kembali PKI."

Hasbunallaahu wa Ni'mal Wakiil ...
Ni'mal Maulaa wa Ni'man Nashiir ..

Jokowi & PKI

Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... Presiden RI Joko Widodo saat berpidato di Sidang Tahunan MPR R...


Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

Hari ini, tujuh belas tahun yang lalu, tanggal 17 Agustus 1998, FPI dideklarasikan di Pondok Pesantren Al-Umm - Ciputat, oleh para Habaib dan Ulama bersama ribuan umat Islam, dalam acara Tabligh Akbar Tasyakkuran Kemerdekaan RI ke-53.

Milad FPI kali ini yang digelar di Markaz FPI Jl. Petamburan, Tanah Abang - Jakarta Pusat, sangat istimewa, selain dihadiri oleh para Imam FPI dari berbagai propinsi, juga dihadiri oleh para Habaib dan Ulama serta pejabat  dari berbagai kalangan.

Acara dimulai dengan Shalat Shubuh berjama'ah yang diimami oleh Ketua Umum FPI, KH. Ahmad Sobri Lubis, lalu dilanjutkan dengan pembacaan Munajat yang dipimpin oleh Ust. Asep salah satu pengajar di Pesantren Alam Agrokultural MARKAZ SYARIAH di Mega Mendung - Bogor.

Selanjutnya, sambutan pertama disampaikan oleh Ketua panitia Milad FPI ke-17, KH Zainuddin Ali, lalu dilanjutkan dengan sambutan Ketua Majelis Syura FPI, KH. Syeikh Misbahul Anam At-Tijani.

Dalam sambutannya KH. Zainuddin Ali menjelaskan tema Milad kali ini adalah "ISLAMKAN NUSANTARA." Tema ini sengaja diambil untuk melawan propaganda kelompok liberal dibalik jargon "Islam Nusantara" yang meresahkan dan memecah belah umat.

Lalu KH. Misbahul Anam At-Tijani, mengatakan dalam sambutannya bahwa Kemerdekaan Republik Indonesia adalah berkat perjuangan para ulama, para kyai, para habaib dan para santri.

"Kita tidak mau kemerdekaan yang direbut dengan darah para ulama ini dikotori oleh PKI dan Liberal." Tegas beliau disambut terikan takbir ribuan jamaah.

Kyai Misbah juga berpesan agar FPI yang kini sudah berusia 17 tahun agar senantiasa mengikhkaskan niat dalam setiap perjuangannya. FPI harus selalu menjadi pelayan umat dan pembela agama.

SAMBUTAN PARA IMAM

Setelah itu, satu per satu Imam FPI dari berbagai propinsi menyampaikan sambutannya secara berturut-turut : Tengku Abi Lampisang (Imam FPI Aceh), KH. Buya Ahmad Qurthubi Jailani (Imam FPI Banten), KH. Ma'shum Hasan (Imam FPI Jawa Barat) dan Hb. Muhsin b Zaid Alattas (Imam FPI DKI Jakarta).

Tengku Abi Lampisang mengatakan bahwa tidak ada masalah yang tidak selesai dengan syariat Islam. Beliau bersyukur bahwa kini Aceh sudah mulai diberlakan syariat Islam. Hal ini adalah berkat rahmat Allah SWT serta perjuangan panjang rakyat Aceh.

"Selanjutnya adalah giliran Anda di daerah masing-masing untuk meng-Islamkan Nusantara!" Pungkas beliau.

Berikutnya dari Imam FPI Banten, KH. Ahmad Qurthubi Jailany. Beliau menjelaskan bahwa bagi Mujahid ada keutamaan yang besar dari sisi Allah yaitu berupa ampunan bagi semua dosa-dosanya, baik dosa kecil maupun dosa besar. Beliau juga menandaskan bahwa Banten siap menyusul Aceh dalam penegakan Syariat Islam.

Disambung dengan Imam FPI Jawa Barat, KH. Maksum Hasan. Beliau menegaskan agar senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan serta menegakkan amar makruf nahi munkar dengan ikhlash hanya untuk mencari Ridho Allah SWT.

Selanjutnya giliran Imam FPI DKI Jakarta, Habib Muhsin bin Zaid Alatas. Beliau menegaskan bahwa menegakkan agama Allah dengan tegas tidak serta merta bisa dituduh sebagai kekerasan. Ketegasan tidak identik dengan kekerasan.

AQAD NIKAH

Dalam Milad FPI kali ini, Imam Besar FPI Hb. Muhammad Rizieq Syihab, menikahkan putri keduanya, Syarifah Humaira Syihab, dengan Sayyid Muhammad b Husein Alattas, seorang Sarjana Syariat lulusan Universitas Al-Azhar, Cairo - Mesir.

Aqad Nikah diawali dengan Tilawatil Qur'an dan Khutbah Nikah yang dibawakan oleh Prof. DR. Said Agil Al-Munawwar. Sedang Tausiyah Pernikahan disampaikan oleh Prof. DR. Hb. Abdullah Baharun, Rektor Universitas Al-Ahgaf, Hadramaut - Yaman.

Dalam Tausiyahnya, Hb.Abdullah memaparkan tentang Keunggulan Keluarga Islam di atas keluarga di luar Islam, sambil menyindir pandangan Liberal yang bertentangan dengan Islam. Selanjutnya beliau mengaskan tentang pentingnya persaudaraan Islam dan bahaya Takfir antar sesama muslim.

Hadir dalam acara Milad yang sekaligus Aqad Nikah tersebut : Hb. Abdurrahman b Syeikh Alattas (PP Al-Masyhad - Sukabumi), Hb. Soleh Alaydrus (PP Darul Hadits - Malang), Hb. Hamid Nagib BSA (PP Al-Khoiroot - Bekasi), Hb. Naufal Al-Kaaf (PP Darul Habib - Sukabumi), Hb. Umar Abdul Azizi Syihab (PP Rubathul Muhibbiin - Palembang), Hb. Hamid Al-Habsyi (PP Ar-Riyadh - Palembang), Hb. Abdurrahman Al-Habsyi (Islamic Center Indonesia - Kwitang), Hb. Zein b Sumaith (Robithoh 'Alawiyah), Abdulhamid (Singapura), Mr. Othman (Malaysia), KH. Abdurrasyid Syafi'i (PP Asy-Syafi'iyyah), KH Ma'shum (PP Al-Ishlah - Bondowoso), KH Abu Jibril (MMI), KH M. Al-Khaththath (FUI), KH Syarifuddin Dardiri (FTJ - Kebumen), KH Fakhrurrozi (Gubernur Rakyat Jakarta), Ust. Solmed (Da'i), Jenderal (Purn) Fakhrurrozi, Anwar Fuadi (Artis), dan lain-lain.

Beberapa undangan datang terlambat karena sulitnya masuk ke lokasi akibat peserta Milad FPI yang membludak, antara lain : H. Kemas Abdulhalim (Tokoh Palembang), Syeikh Ali Jabir (Saudi), Jend (Purn) Kivlan Zein dan H. Achadiyat Asisten I Propinsi Jawa Barat dan H. Agus Kesbangpol Jawa Barat.

PULANG BARENG

Usai acara ceramah dan Aqad Nikah, Panitia Milad FPI menggelar acara PULANG BARENG, arak-arakan ribuan kendaraan bermotor membelah sepanjang jalan Slipi - Cawang - Slipi.

Saat start arak-arakan, datang Bang H. Rhoma Irama bergabung di paling depan dengan mobil sound system yang mengangkut para Pimpinan Teras DPP FPI, sambil sepanjang jalan terus menerus mengumandangkan Shalawat dan Lagu-Lagu Kebangsaan seperti : Indonesia Raya, Hari Merdeka dan maju Tak Gentar, yang dipimpin oleh KH. Ja'far Shiddiq dan Ust. Syahid Joban serta Hb. Hanif Alattas.

Menariknya, Sang Pengantin Pria ikut arak-arakan bersama para Habaib dan Ulama, sehingga menjadi arakan pengantin terpanjang selama ini.

TEMA MILAD FPI

Tema Milad FPI ke-17 adalah ISLAMKAN NUSANTARA dengan mengangkat isu-isu aktual dan faktual, seperti : GANYANG PKI dan LIBERAL, TUNTASKAN TRAGEDI TOLIKARA, TEGAKKAN SYARIAT ISLAM, dan sebagainya.

Dalam ceramah penutup, Imam Besar FPI Hb. Muhammad Rizieq Syihab, menegaskan kembali bahwa FPI adalah Pembela Agama, Bangsa dan Negara, sekaligus tetap akan berjuang menuju NKRI BERSYARIAH.

Subhaanallaahi wal Hamdulillaahi wa Laa ilaaha illallaahu Wallaahu Akbar ...

Milad FPI Ke-17

Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... Hari ini, tujuh belas tahun yang lalu, tanggal 17 Agustus 1998...

Minggu, 16 Agustus 2015



Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

Ratusan Ulama dan Tokoh Islam hadir dan ikut Long March dari Senayan ke Bunderan HI bersama ratusan ribu umat Islam dalam acara PARADE TAUHID untuk mensyukuri nikmat Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-70.

Terlihat hadir dalam acara tersebut  KH. Muhammad Al-Khaththath (FUI), KH. Nur Sasih (GMJ), Ust. Fahmi Salim (MIUMI), Ust.Alfian Tanjung (Taruna Muslim), Ust. Iqbal Siregar (GPII), Ust. Aslih (GPMI), Ust. Bernad Abdul Jabbar (FUI), Ust. Aru Asadullah (Suara Islam), dan lainnya.

Dari DPP FPI hampir semua jajaran Pimpinan Teras hadir, antara lain : KH. Sobri Lubis, KH. Misbahul Anam, KH. Ja'far Shiddiq, KH. Awit Masyhuri, Habib Muhsin bin Ahmad Alattas, Habib Fikri Bafaraj, Habib Idrus Alhabsyi, Ust. Slamet Maarif, Ust. H. Hasanuddin, Ust. Haris, dan lain-lain, termasuk Panglima LPI Ust. Maman Suryadi.



Hadir juga sejumlah pimpinan FPI Daerah, antara lain : Abi Lampisang (Imam FPI Aceh), Ustad Tengku Muslim (Ketua DPD Aceh), Ust. Abu Fajar (Imam FPI Sumut), Habib Muhsin bin Zaid Alattas (Imam FPI Jakarta), Buya Abdul Majid (Ketua FPI Jakarta), KH. Abdul Qohar Alqudsyi (Ketua FPI Jawa Barat), KH. Fakhrurrozi (Ketua FPI Banten), Habib Muhsin Al-Habsyi (Ketua FPI Sulsel), Habib Abdillah Alhaddad (Jawa Timur), Ust.Subhan (Panglima LPI Jakarta), Ust.Utep (Wakil Panglima LPI Jabar) dan Ust.Sugianto (Wali LPI Poso), serta lainnya.

Acara dibuka oleh Panitia, Ust. Haikal Hasan Baros dkk, lalu dimulai dengan Orasi Perjuangan Islam oleh KH. Bakhtiar Nashir (MIUMI), KH. Abu Jibril (MMI), KH.Ahmad Kholil Ridhwan (MUI) dan Habib Muhammad Rizieq Syihab (FPI) serta Ustz.Hj.Nurdiyati Akma.

Lalu Dzikir dan Doa oleh  KH. Muhammad Arifin Ilham (Adz-Dzikro) dan Pelepasan Parade oleh Ust. Fadhlan Qaramithan (Tokoh Islam Papua).

Lalu Parade dengan Long March dari Senayan ke Bunderan HI dipimpin langsung oleh Ulama Kharismatik Betawi KH.Abdurrasyid Abdullah Syafi'i yang terus mengumandangkan Dzikir Tasbih, Takbir dan Tahmid sepanjang jalan.

Sepanjang jalan tampak aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya menjaga dengan tertib dan kooperatif. Sementara para Laskar Islam dari berbagai Ormas dengan sigap dan semangat menjaga dan terus memonitor parade, sehingga acara berjalan lancar dan sukses serta berkah.

Selain itu, Panitia Parade sepanjang jalan menggelar spanduk berupa kain putih bertuliskan KALIMAT TAUHID sepanjang 5 (lima) kilometer, yang dipegang dan diangkat di atas kepala Laskar Islam dari berbagai Ormas yang berbaris sepanjang spanduk tersebut.

TUNTUTAN PARADE

Dari semua ORASI yang disampaikan oleh para Ulama dan Tokoh Islam, sekurangnya ada LIMA TUNTUTAN UMMAT (LUMAT) yang mewarnai Parade Tauhid, yaitu :

1. PENEGAKAN HUKUM hingga tuntas dalam Tragedi Tolikara - Papua dengan menyeret semua Pimpinan GIDI yang terlibat ke pengadilan dan mencabut semua aturan daerah minoritas muslim di seluruh NKRI yang diskriminatif terhadap umat Islam, untuk menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan NKRI.

2. SERUAN ANTI PKI dengan menyerukan umat Islam agar waspada terhadap KEBANGKITAN PKI, dan meminta pemerintah RI untuk memasukkan kembali Sejarah Pengkhianatan PKI ke dalam Kurikulum Pendidikan Sejarah Indonesia, serta menuntut TVRI agar memutar kembali film pengkhianatan G30S / PKI setiap tanggal 30 September, dengan tujuan melembagakan sikap ANTI PKI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

3. Umat Islam Indonesia tetap menolak PEMIMPIN KAFIR sesuai amanat Al-Qur'an dan As-Sunnah serta Al-Ijma', sekaligus memberi peringatan keras kepada pihak-pihak yang memanipulasi hujjah dan korupsi dalil atas nama agama untuk mengkampanyekan PEMIMPIN KAFIR di tengah masyarakat.

4. SERUAN PERSATUAN kepada segenap umat Islam untuk PENEGAKAN SYARIAT ISLAM, dan kebersamaan dalam mengganyang PKI dan LIBERAL serta ALIRAN SESAT juga KRISTEN RADIKAL yang secara terang-terangan menghina dan menyerang Islam.

5. SERUAN WASPADA NASIONAL kepada segenap komponen bangsa bahwa jika Jokowi MINTA MAAF kepada PKI maka akan menjadi PELANGGARAN KONSTITUSI dan BENCANA NASIONAL, sehingga Jokowi WAJIB DILENGSERKAN.

Subhaanallaahi wal Hamdulillaahi wa Laa ilaaha illallaahu Wallaahu Akbar ...

Parade Tauhid

Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... Ratusan Ulama dan Tokoh Islam hadir dan ikut Long March dari S...

Sabtu, 15 Agustus 2015



Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

Indikasi Kebangkitan PKI teryata bukan "isapan jempol". Dua hari berturut-turut, Jum'at dan Sabtu, 14 dan 15 Agustus 2015, Lambang PKI dengan sengaja dimunculkan sejumlah pemuda di Kota Jember dan Kota Pamekasan.

Jadi, kini bukan indikasi lagi, melainkan BUKTI konkrit.

PKI JEMBER

Jumat 14 Agustus 2015, pagi dini hari pukul 01.30 WIB, dua orang Satpam Universitas Jember (Unej), Agus Setiawan dan Heru Ashari, saat patroli di depan Student Advisory Center (SAC) di lingkungan Kampus Unej, memergoki dan menangkap dua orang pelaku pengecatan gambar Lambang PKI, Palu Arit, di dinding Pos Satpam dan tembok-tembok di lingkungan kampus Unej.

Kedua Satpam Unej menghubungi Unit Intel Kodim 0824/Jember dan Intelkam Polres Jember. Lalu kedua pelaku dibawa ke Polres Jember.

Setelah diperiksa, ternya kedua pelaku tersebut tercatat dan terdaftar sebagai Mahasiswa Fakultas Sastra Unej, dengan nama Laksono Kunto Wibisono dan M. Alif.

PKI MADURA

Sabtu 15 Agustus 2015, saat digelar kegiatan karnaval menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia ke-70 di jalan protokol Pamekasan- Madura, sejumlah pemuda berpakaian putih-putih dengan slempang bertuliskan '"Anggota PKI" ikut berbaris dalam rombongan karnaval sambil membawa gambar Lambang PKI, Palu Arit.

Tidak hanya itu, sejumlah umbul-umbul PKI juga terpajang pada kelompok karnaval yang diketahui berasal dari MKKS gabungan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Pamekasan.

Selain itu, juga terdapat kelompok karnaval lain yang justru memajang para tokoh-tokoh PKI seperti gambar DN Aidit.

Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan terhadap Koordinator, Bpk Udi (Kepsek SMPN 1 Pamekasan) oleh Polres Pamekasan dan Kodim 0826/Pamekasan bertempat di Kantor Satintekam Polres Pamekasan Jl. Stadion No 81 Pamekasan.

PKI MANA LAGI MENYUSUL ?

Kini, kita akan lihat PKI daerah mana lagi yang akan muncul secara demonstratif. 

Karenanya, umat Islam jangan lengah di "nina bobo" kan oleh propaganda PKI yang mengopinikan bahwa PKI sudah selesai, PKI sudah tidak ada, PKI mustahil bangkit, PKI hanya tinggal cerita masa lalu, dan seterusnya, yang tujuannya agar umat Islam tidak waspada.

Hasbunallaahu wa Ni'mal Wakiil ...
Ni'mal Maulaa wa Ni'man Nashiir ...

Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaahil 'Aliyyil 'Azhiim ...

PKI Muncul di Jember dan Madura

Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... Indikasi Kebangkitan PKI teryata bukan "isapan jempol...

Jumat, 14 Agustus 2015


Undangan Parade Tauhid serta HUT RI ke-70 dan Milad FPI ke-17

Pernyataan Sikap Terhadap Bangkitnya Ideologi Komunisme







Pernyataan Sikap DPP FPI Terhadap Bangkitnya Ideologi Komunisme

Pernyataan Sikap Terhadap Bangkitnya Ideologi Komunisme

Kamis, 13 Agustus 2015



Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) memandang rencana permintaan maaf Presiden Jokowi terhadap korban pelanggaran HAM di Papua dan korban penumpasan G-30S-PKI tahun 1965  sebagai tidak tepat dan tidak relevan.

"Pertama, pemerintah telah menyelesaikan pelanggaran HAM di Papua secara hukum sehingga beberapa prajurit TNI telah diadili dan dihukum sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Ketua Umum PPAD Letjen TNI (Purn) Soerjadi di kantor PPAD, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (12/8).

Kedua, kata Soerjadi, permintaan maaf pemerintah akan melukai para prajurit TNI, purnawirawan serta umat Islam khususnya Nahdliylin (NU). Pasalnya, pemberontak PKI 1965 telah membunuh tujuh Jenderal TNI AD termasuk KSAD Jenderal TNI Ahmad Yani serta para kyai dan santri.

"Ketiga, permintaan maaf akan memberikan angin pada eks-PKI untuk memutarbalikan sejarah sehingga dikhawatirkan akan muncul pendapat umum di kalangan generasi muda bahwa dalam peristiwa 1965 tersebut PKI tidak bersalah, adapun TNI serta warga NU-lah yang bersalah," ungkapnya.

Keempat, lanjut Soerjadi, permintaan maaf tersebut tidak akan menyelesaikan masalah, tetapi justru menimbulkan konflik baru antara veteran, TNI-Polri serta purnawirawannya dan warga muslim terutama NU dengan para keluarga bekas anggota PKI.

Soerjadi menyarankan kepada pemerintah agar mendorong terjadinya rekonsiliasi secara alamiah antara pemerintah dengan organisasi dan kelompok masyarakat yang pernah bertikai di masa lalu. 

"Hemat kami, rekonsiliasi alamiah sesungguhnya telah bergulir dalam masyarakat, tinggal membimbingnya agar lebih terarah sehingga masing-masing pihak dapat menjalani dengan tulus dan berorientasi pada kepentingan yang jauh lebih besar," ungkap mantan Wakil KSAD ini.

Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat merupakan wadah organisasi bagi para purnawirawan TNI Angkatan Darat. Organisasi ini berdiri pertama kali pada 6 Agustus 2003 dan saat ini dipimpin oleh Letjen TNI (Purn) Soerjadi.  

PPAD memiliki visi yakni bersama-sama TNI dan komponen bangsa lainnya ikut serta menjaga dan melindungi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

[Sumber: Suara Islam Online]

Purnawirawan TNI AD Sebut Rencana Permintaan Maaf Presiden pada PKI tidak Tepat dan tidak Relevan

Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) memandang rencana permintaan maaf Presiden Jokowi terhadap korban pelanggaran HAM di Papua ...

 

© 2015 - Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile