Selasa, 31 Maret 2015


Bos pabrik jamu Jago, Jaya Suprana, pengusaha etnis Tionghoa yang santun dan ramah itu pada Rabu 25 Maret 2015 lalu, menulis sebuah surat terbuka untuk Gubernur DKI Jakarta Ahok alias Zhong Wanxue alias Basuki Cahaya Purnama di sebuah media cetak nasional.

Dalam suratitu, pendiri dan Ketua Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) itu mengaku sebagai sesama keturunan Chinadan Nasrani ia kagum dan bangga pada Ahok dalam membasmi korupsi.

Namun, tokoh nasional yang dikenal suka berdialog dengan berbagai kalangan itu mengingatkan, akhir-akhir ini lambat tetapi pasti timbul rasa benci masyarakat terhadap Ahok akibat kalimat-kalimat dan kata-katanya yang tidak sopan dan tidak santun. Bahkan, kata Jaya, sejumlah kalangan cendekiawan, rohaniwan, akademikus bahkan politikus yang sebelumnya mendukung Ahok, kini mulai membencinya.

Jaya Suprana juga mengingatkan Ahok sebagai seorang pejabat publik dari warga minoritas China, sering dijadikan representasi atas etnisnya. Karena itu Jaya meminta meminta Ahok agar menjaga kata-kata dan tingkah lakunya demi keamanan warga keturunan China.

Selanjutnya, Jaya mengingatkan Ahok atas terjadinya kerusuhan-kerusuhan yang berlatar belakang SARA, khususnya yang mengintimidasi keturunan China. Dari peristiwa G30S (Gerakan 30 September), kerusuhan rasial tahun 80an di Semarang, dan terakhir kerusuhan besar tahun '98 di nusantara.

Jaya mengingatkan Ahok, dalam sejarah perjalanan nusantara pernah terjadi beberapa peristiwa konflik yang diakibatkan oleh ulah beberapa keturunan China yang bersikap dan berperilaku layak dibenci hingga jatuh korban. Hingga kini, kata Jaya, sebenarnya kebencian terhadap kaum China di Indonesia belum lenyap.

"Kebencian masih hadir sebagai api dalam sekam yang setiap saat rawan membara, bahkan meledak menjadi huru hara apabila ada alasan," katanya.

Lalu apa komentar Ahok terhadap Jaya yang dengan ikhlas menasehatinya itu?. Ahok mengatakan langkah Jaya Suprana dengan menulis suratterbuka di media itu adalah langkah provokatif.

"Kalau dia baik hati, ngapain dia provokasi lewat koran, itu justru provokasi orang-orang lho," kata Ahok sengit  kepada wartawan, di Balai Kota, Senin (30/03).

"Kalau ada risiko saya sendiri dan keluarga yang menanggung kok. Ngapain Anda (Jaya Suprana) repot-repot? Dia itu otaknya status quo.”

Bahkan, Ahok mengatakan langkah Jaya Suprana itulah yang melatih dirinya sendiri untuk berbuat rasis. "Dia merasa masih kayak otak warga negara kelas dua, dia melatih merasis diri," ungkapnya.

Ahok menambahkan dirinya tidak perlu merasa takut terhadap risiko langkahnya selama ini. "Apapun yang saya lakukan karena ini hak saya, kenapa saya harus ketakutan? Kan posisinya sama warga Indonesia yang dilindungi undang-undang, waktu kerusuhan 98 saya enggak tahu apa-apa," imbuhnya.

Di akhir surat terbukanya, Jaya Suprana kembali mengingatkan Ahok “Bukan sesuatu yang mustahil bahwa kata-kata tidak sopan Anda (Ahok) menyulut sumbu kebencian sehingga meledak menjadi tragedi huru-hara yang tentu saja tidak ada yang mengharapkannya.”


Tim News FPI

Jaya Suprana VS Ahok

Bos pabrik jamu Jago, Jaya Suprana, pengusaha etnis Tionghoa yang santun dan ramah itu pada Rabu 25 Maret 2015 lalu, menulis sebuah surat te...

Belakangan ini, dunia pendidikan di Indonesiakerap dihebohkan dengan munculnya buku-buku pelajaran sekolah yang bermuatan paham-paham yang menyimpang. Masyarakat khususnya umat Islam dibuat kaget dengan masuknya materi-materi “siluman” yang menyusup ke dalam buku pelajaran sekolah.

Sebagai Negeri Islam yang bermadzhab Ahlus Sunnah wal Jamaah, Indonesia tentu saja menjadi ladang incaran empuk para Missionaris Madzhab yang ingin menyebar paham dan pemikirannya. Salah satu jalan yang mereka tempuh adalah dengan melewati jalur pendidikan.

Selain lemahnya pengawasan, rendahnya sebagian kualitas SDM serta ditambah sistem yang diduga  rentan praktek korupsi, makin memuluskan jalan bagi para Missionaris Madzhab untuk masuk.

Berikut adalah catatan redaksi yang berhasil dihimpun dari berbagai media:


SUSUPAN LIBERAL

LSM liberal milik Syafii Maarif, Maarif Institute, bekerjasama dengan limainstansi pemerintah pada April 2012 menerbitkan dua buku materi Pengayaan Pendidikan Karakter dengan Semangat Pengarusutamaan Nilai-Nilai Toleransi, Anti Kekerasan dan Inklusif. Keduanya berjudul Pendidikan Karakter Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Untuk SMA dan Pendidikan Karakter Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Untuk SMA.

Masalah toleransi menempati urutan pertama dalam pembahasan buku ini. Seolah-olah mereka ingin menyampaikan pesan bahwa umat Islam tidak mempunyai rasa toleransi terhadap penganut agama lain.

Karena materi pengayaan ini untuk PAI, untuk menjustifikasi apa yang mereka tulis dikutiplah ayat-ayat dalam Al-Quran yang mereka klaim sebagai ‘ayat toleransi’ dengan tafsir sekehendak mereka, tanpa merujuk pada kitab-kitab ulama tafsir kenamaan.

Buku ini juga mencoba mengenalkan paham pluralisme kepada para siswa. Padahal pluralisme sendiri telah diharamkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui fatwanya. Lagi-lagi Maarif Institute mencoba mencari-cari ayat untuk membenarkan adanya isyarat pluralisme agama di dalam Islam yang mereka maknai dan tafsiri sesuai selera mereka.

Selain itu, buku ini juga membahas tentang kisruh pendirian rumah ibadah. Penulis seolah-olah ingin menyampaikan pesan bahwa umat Islam dimanapun tidak toleran dan menghambat pendirian rumah ibadah penganut agama lain.

Isu ini diangkat karena memang ada persoalan pendirian gereja di sejumlah wilayah seperti di Bekasi dan Bogor, Jawa Barat. Padahal fakta di lapangan, pendirian rumah ibadah penganut agama lain itu dilakukan tidak dengan prosedur yang benar. Pemalsuan KTP dan memberi uang suap kepada warga agar mereka membubuhkan tanda tangan persetujuan adalah dua modus yang nyaris sama terjadi dimana-mana.

Hal lain yang juga dibahas adalah persoalan Jihad dan kekerasan. Maarif Institute lagi-lagi memelintir makna Jihad dengan tafsir serampangan ala kaum liberal.


SUSUPAN SYIAH

Guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Kota Jambi gempar. Dalam buku Sejarah Kebudayaan Islam semester genap kelas X terdapat gambar yang diduga telah menista terhadap Sayyidina Umar bin Khatab RA, Khalifah kedua yang juga sahabat Nabi Muhammad SAW.

Gambar tersebut berada di halaman 12 pada buku yang diterbitkan oleh Rahma Media Pustaka. Di halaman tersebut menerangkan tentang masa kepemimpinan Sayyidina Umar bin Khattab RA yang merupakan satu diantara Khulafaur Rasyidin. Di dalam buku diterangkan nasab atau garis keturunan dari Sayyidina Umar.

Nasab yang digambarkan dengan silsilah keluarga yang berbentuk garis keturanan tersebut, tiba pada tulisan Umar digambarkan dengan bentuk yang diduga mirip karikatur babi, padahal di atasnya nasab keluarga digambarkan dengan gambar menyerupai hati.

Pada keterangan nasab dengan gambar hitam putih ini diterangkan gambar tersebut juga diambil dari sumber ihadist.blogspot.com yang diakses pada 18 Desember 2014 pada pukul 13.55 Wib.

Kepala Sekolah MAN 3 Kota Jambi, M Zakri mengaku kaget, pasalnya gambar tersebut jika diperhatikan memang terlihat menyerupai binatang babi, apalagi jika diperhatikan bidang lonjong tersebut terlihat adanya empat kaki, dilengkapi kuping, mata dan muncung hewan yang mirip babi yang sedang tersenyum.

Buku yang diambil dari distributor penerbit yang ada di Jambi ini menurut Zakri bakal segera ditarik dan tidak lagi dipergunakan.

“Kita akan tarik, yang punya LKS ini akan kita panggil, karena ini meresahkan, seperti ini kan gambarnya seperti penghinaan pelecehan harusnya tidak perlu ada gambar seperti ini,” sebutnya.



SUSUPAN WAHABI

Buku Kumpulan Lembar Kerja Peserta Didik (KLKPD) untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) SMA Kelas XI di Kabupaten Jombang tersisipi materi paham Wahabi.

Judul buku adalah "Pendidikan Agama Islam Sekolah Menengah Atas". Pada halaman 78 terdapat pemikiran Muhammad bin Abdul Wahab. Tokoh asal Arab Saudi ini merupakan pencetus aliran Wahabiyah.

a. Yang boleh dan harus disembah hanyalah Allah Swt, dan orang yang menyembah selain Allah Swt telah menjadi musyrik dan boleh dibunuh

b. Kebanyakan orang Islam bukan lagi penganut paham tauhid yang sebenarnya karena mereka meminta pertolongan bukan lagi dari Allah, tetapi dari syekh atau wali dari kekuatan gaib. Orang Islam demikian juga menjadi musyrik

c. Menyebut nama nabi, syekh, atau malaikat sebagai perantara dalam doa juga merupakan syirik

d. Meminta syafaat selain dari kepada Allah Swt adalah juga syirik

e. Bernazar selain dari Allah Swt juga syirik

f. Memperoleh pengetahuan selain dari al-Qur'an, hadist dan qias merupakan kekufuran

g. Tidak percaya kepada qada' dan qadar juga merupakan kekufuran

h. Demikian pula menafsirkan al-Quran dengan ta'will (interpretasi bebas) adalah kufur


SERUAN FPI

Imam Besar FPI Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab menyerukan kepada pemerintah, khususnya Kemendikas RI yang memayungi Pendidikan Nasional, dan Kemenag RI yang memayungi Pendidikan Agama. agar segera merazia semua buku pelajaran yang diterbitkan dan dipelajari para pelajar di Indonesia.

FPI menuntut agar semua muatan Liberal, Syiah dan Wahabi harus dihapus dari kurikulum mau pun buku pelajaran yang beredar, karena Indonesiaadalah Negara Aswaja.


(Tim News FPI)

Kurikulum Pendidikan Susupan Liberal, Syiah dan Wahabi

Belakangan ini, dunia pendidikan di Indonesia kerap dihebohkan dengan munculnya buku-buku pelajaran sekolah yang bermuatan paham-paham yang ...
Forum Umat Islam (FUI) menyatakan ketidaksetujuan dan keprihatinannya atas pemblokiran yang dilakukan oleh Kemkominfo atas permintaan BNPT terhadap 19 situs media Islam sejak Ahad 29 Maret 2015 lalu. FUI meminta kepada semua pihak yang berwenang supaya segera mencabut pemblokiran itu.

"Sebab kami memandang bahwa pemblokiran tersebut sangat tidak beralasan baik secara syar'i maupun konstitusional. Pemblokiran atas situs dengan alasan radikal apalagi pendukung radikal jelas tidak ada dasar hukum untuk melarang mereka dan lebih merupakan sentimen politis," kata Sekjen FUI KH Muhammad Al Khaththath dalam rilisnya yang diterima Suara Islam Online, Selasa (31/03) di Jakarta.

Secara konstitusional, FUI berpandangan pemblokiran situs tersebut sangat bertentangan dengan prinsip kebebasan berpendapat, berkomunikasi dan memperoleh informaasi yang dijamin UUD pasal 28 E ayat 3 dan 28F serta  semangat reformasi, keterbukaan dan kebebasan pers.  

Sementara secara syar'i, pemblokiran tersebut bertentangan dengan ayat pentingnya mendapatkaan ilmu pengetahuan (QS. At Taubah 22).  Dan dapat dinilai sebagai upaya memadamkan cahaya Allah, sebagaimana tercantum dalam Alquran (QS. At Taubah 32).

Jika mereka diblokir karena sering memberitakan tentang jihad di Suriah dan lain-lain, lanjutnya, maka sungguh itu kebiijakan yang tidak ada dasar hukumnya sekaligus melanggar Fatwa MUI No. 3 Tahun 2004 tentang Terorisme.


"Sebab dalam fatwa tersebut dibolehkan seorang Muslim melakukan amal istisyhad (mencari kesyahidan) di daerah perang seperti di Suriah apalagi cuma memberitakan," pungkasnya.  

Secara Syar'i Maupun Konstitusi, Pemblokiran 19 Situs Media Islam Sangat tidak Beralasan

Forum Umat Islam (FUI) menyatakan ketidaksetujuan dan keprihatinannya atas pemblokiran yang dilakukan oleh Kemkominfo atas permintaan BNPT t...

Video Kultum Habib Rizieq Syihab "Pelestarian Jasad Fir'aun adalah Bukti Ilmiah Mukjizat Al Qur'an"

Minggu, 29 Maret 2015


VIDEO: "Mukjizat Qubro Al-Qur'an" Kultum Oleh Habib Rizieq Syihab


Pada tanggal 3 November 2013 bertepatan dengan malam Tahun Baru 1435 H, Habib Syeikh Assegaf dan Habib Rizieq Syihab tampil bareng di Tugu Pahlawan Surabaya Jawa Timur. Saat itu Habib Syeikh bersama Syeikher Mania melantunkan KISAH RASUL karya Habib Rizieq, yang kemudian populer sampai ke kampung-kampung di seluruh Nusantara.

Acara tersebut dihadiri oleh Para Ulama NU Jatim dan Menteri BUMN Dahlan Iskan serta Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf bersama jajaran para pejabat Pemda Jatim. Acara pun berjalan lancar dan semarak serta berkah dalam suasana Ukhuwwah Islamiyyah.

Kini, pada Jum'at malam kemarin tanggal 27 Maret 2015, Habib Syeikh Assegaf dan Habib Rizieq Syihab kembali tampil bareng di Lapangan Pesantren Al-Muhajirin pimpinan KH. Asep Saifuddin di Cikarang Pusat - Bekasi - Jawa Barat.

Kali ini Habib Syeikh bersama ribuan Santri Al-Muhajirin dan masyarakat Bekasi, bukan hanya melantunkan KISAH RASUL karya Habib Rizieq, tapi juga melantunkan dua karya lain dari Habib Rizieq.

Pertama, CINTA KERABAT DAN SHAHABAT yang berisi ajakan untuk cinta Ahlul Bait dan Shahabat Nabi SAW, serta memaparkan satu per satu keistimewaan Khulafa Rasyidin : Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali, rodhiyallaahu 'anhum.

Kedua, MEDAN JUANG ISLAM yang berisi tentang Da'wah, Hisbah dan Jihad dengan masing-masing karakternya, serta ajakan untuk mensinergikannya.

Menariknya, Habib Syeikh dan Habib Rizieq dalam wejangannya masing-masing di atas panggung Tabligh BEKASI BERSHOLAWAT saling berbalas pujian dan doa serta dukungan untuk perjuangan masing-masing.

Selain itu, setiap Habib Syeikh melantunkan Sholawat-Sholawatnya yang khas, Habib Rizieq pun bersama umat ikut dengan semangat melantunkannya. Kedua tokoh ini dari awal acara hingga akhir tampak ceria, saling bertukar senyum, canda dan tawa serta bergandeng tangan menyejukkan umat yang menyaksikannya.

Sungguh suatu pemandangan yang indah yang dipertlihatkan kepada umat Islam tatkala dua ulama yang berbeda metode dalam berjuang duduk bersama dalam majelis mulia.

Inilah bukti bahwa mereka, Habib Rizieq dengan FPI dan KETEGASANNYA, serta Habib Syeikh dengan MAJELIS SHOLAWAT dan KESANTUNANNYA, walau pun berbeda metode namun tidak alergi untuk duduk bersama dan tetap bersatu, kompak dan saling doa mendoakan untuk keberhasilan perjuangannya masing masing.

Habib Syekh dan Habib Rizieq telah mengajarkan kepada umat : Walau pun keduanya berbeda dalam metode perjuangannya, tapi mereka mempunyai kesamaan sebagai bagian dari ASWAJA dan mereka mereka inilah yang senantiasa menyemangati kita untuk senantiasa menjaga ASWAJA.

Acara ditutup dengan Doa yang dibacakan dengan fasih dan penuh haru oleh Imam FPI Banten KH. Buya Ahmad Qurtubi Jailani yang merupakan besan Tuan Rumah.

Semoga acara tersebut menjadi awal untuk persatuan ASWAJA di BUMI BEKASI RAYA untuk menjaga ASWAJA dari PAHAM PAHAM yang membahayakan. Aamiiin ..!!!

(Tim News FPI)

Duet Habib Syeikh & Habib Rizieq

Pada tanggal 3 November 2013 bertepatan dengan malam Tahun Baru 1435 H, Habib Syeikh Assegaf dan Habib Rizieq Syihab tampil bareng di Tugu P...

Sabtu, 28 Maret 2015


Akhirnya, Mabes Polri mengumumkan secara resmi Keputusan Kapolri Nomor : 245 / III / 2015 tertanggal 25 Maret 2015 tentang Pembolehan Jilbab bagi Polwan.

Ini pertolongan Allah SWT dan merupakan kemenangan umat Islam yang wajib disyukuri. Dan kita juga mesti mengapresiasi sikap Plt.Kapolri Jenderal Badruddin Haiti yang telah berani mengambil keputusan yang sudah lama ditunggu umat Islam Indonesia.

Keputusan Kapolri tentang Pembolehan Jilbab bagi Polwan Muslimah memang sudah semestinya, karena Jilbab adalah kewajiban agama Islam, sekaligus merupakan Hak Asasi Muslimah.

Selain itu, juga merupakan amanat UUD 1945 pasal 28 ayat 2 yang menjamin tiap warga negara untuk menjalankan ibadah menurut keyakinannya masing-masing, sehingga tidak boleh dilarang oleh siapa pun di seluruh wilayah NKRI.

Semoga langkah baik Polri akan diikuti oleh TNI, karena banyak wanita muslimah berjilbab yang sudah bergabung dengan TNI untuk membela NKRI.  Tentu, TNI tidak boleh kalah dengan Polri dalam menghormati kewajiban agama dan melaksanakan amanat UUD 1945 serta menjunjung tinggi Hak Asasi Muslimah.

Ayo ..., dorong Panglima TNI untuk izinkan Wanita TNI yang muslimah untuk berjilbab.

Alhamdulillah, Polwan Sudah Berjilbab, Insya Allah Wanita TNI Menyusul

Akhirnya, Mabes Polri mengumumkan secara resmi Keputusan Kapolri Nomor : 245 / III / 2015 tertanggal 25 Maret 2015 tentang Pembolehan Jilbab...

 

© 2015 - Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile