Sabtu, 03 Oktober 2015


Bendera Palestina untuk pertama kalinya resmi berkibar di markas besar Perserikat Bangsa Bangsa (PBB) Rabu (30/09) tengah hari waktu setempat atau tepat Kamis (01/10) pukul 00.00 WIB.

Pengibaran bendera ini hanya beberapa saat dilakukan setelah Presiden Palestina Mahmoud Abbas berpidato pada Majelis Umum PBB. Abbas menyampaikan pidato ini menjelang seremoni pengibaran bendera Palestina untuk pertama kalinya di badan dunia itu, bersama dengan 193 negara anggota PBB.

Palestina layak mendapatkan status keanggotaan penuh dan pengakuan penuh sebagai negara di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), kata Presiden Palestina Mahmud Abbas pada Majelis Umum PBB, Rabu pagi waktu AS atau Rabu tengah malam WIB ini.

Sekjen PBB Ban Ki-moon berdiri berdampingan dengan Abbas, menyaksikan seremoni pengibaran bendera Palestina di Rose Garden. 

Langkah ini mendapat dukungan banyak negara, namun ditentang oleh penjajah Israel dan Amerika Serikat. Wakil penjajah Israel yang bercokol di PBB, Ron Prosor menuduh, pengibaran bendera Palestina sebagai upaya untuk membajak PBB. Dia berdalih, satu-satunya jalan bagi Palestina agar bisa diakui sebagai negara merdeka, yakni melalui negosiasi-negosiasi dengan Israel.

Sebaliknya Juru Bicara PBB Stephane Dujarric menegaskan adalah terserah kepada Majelis Umum PBB untuk mengibarkan bendera Palestina, tak peduli Israel menentangnya.

Pada 10 September lalu Majelis Umum PBB mendukung resolusi pengibaran bendera Palestina setelah 119 negara anggota PBB mendukungnya, 45 abstain dan delapan menentang, termasuk Australia, penjajah Israel dan Amerika Serikat.

Sebelumnya, sebagian negara-negara Eropa, seperti Swedia, Portugal, Irlandia, Inggris, Prancis dan Spanyol secara demontratif menunjukkan dukungannya bagi kemerdekaan Palestina (Baca Selengkapnya >> http://www.habibrizieq.com/2015/01/palestina.html )

SERUAN IMAM BESAR FPI

Menanggapi perkembangan terkait Palestina ini, Habib Muhammad Rizieq Syihab, Imam Besar FPI menyatakan seruannya: 

"Ayo ..., terus kita berdoa dan berjuang untuk Kemerdekaan Palestina. Insya Allah, sebentar lagi umat Islam dari seluruh Dunia bisa Shalat di Masjidil Aqsha TANPA VISA ISRAEL dan tanpa diawasi TERORIS PENJAJAH ISRAEL, tapi hanya dengan VISA PALESTINA dan dijaga oleh TENTARA PALESTINA. Aamiiin ... !"

Tim News FPI

Akhirnya Bendera Palestina Berkibar di Markaz PBB

Bendera Palestina untuk pertama kalinya resmi berkibar di markas besar Perserikat Bangsa Bangsa (PBB) Rabu (30/09) tengah hari waktu setempa...

Senin, 28 September 2015


Assalaamu'alaikum Wr. Wb.

Ayo ... hadirilah Tabligh Akbar menyoroti Pengkhianatan G30S/PKI di Sekretariat DPD FPI DKI Jakarta (samping Kantor BNN Cawang) bersama Imam Besar FPI Habib Muhammad Rizieq Syihab dan Imam FPI DKI Habib Muhsin b Zaid Alattas beserta pengurus FPI Pusat dan DKI pada hari Rabu 30 September 2015 jam 19 s/d selesai (Shalat Isya berjama'ah), sekaligus tebar layar Pemutaran Film G30S/PKI. Syukron. 

Sebarkan !

Undangan: Selamatkan NKRI Dari Liberal & PKI

Assalaamu'alaikum Wr. Wb. Ayo ... hadirilah Tabligh Akbar menyoroti Pengkhianatan G30S/PKI di Sekretariat DPD FPI DKI Jakarta (samping K...


SERUAN Imam Besar FPI Habib Muhammad Rizieq Syihab : 

"TVRI dan Stasiun TV Nasional lainnya harus memutar Film G30S / PKI tiap tanggal 30 September, agar supaya masyarakat, khususnya generasi muda, tahu apa dan bagaimana pengkhianatan dan kebiadaban PKI, sehingga publik paham bahwa Pemerintah RI haram minta maaf kepada PKI. 

Karenanya, Waspadai Komnas HAM dan sejumlah MEDIA LIBERAL serta LSM Komprador seperti Setara Institute dan gerombolannya, yang getol mendesak dan menekan Pemerintah RI agar minta maaf kepada PKI." 

Sebarkan !

Seruan Imam Besar FPI - Habib Muhammad Rizieq Syihab

SERUAN Imam Besar FPI Habib Muhammad Rizieq Syihab :  "TVRI dan Stasiun TV Nasional lainnya harus memutar Film G30S / PKI tiap tanggal ...

Sabtu, 26 September 2015


Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

Jemaat Islam Nusantara (JIN) semakin hari semakin ngawur, dan semakin lama semakin gila, sehingga harus segera diambil tindakan agar tidak lagi menyebut mereka dengan label "Islam".

AMBURADUL DAN NGAWUR ... !!!

Berikut Dialog antara JIN dan ASWAJA tentang berbagai persoalan yang disikapi oleh JIN dengan pola pikir yang Amburadul sehingga melahirkan pendapat yang Ngawur.

1. JENGGOT

JIN : "Jenggot itu tradisi Arab, dan hanya merupakan lambang kebodohan, makin panjang jenggotnya makin bodoh."

ASWAJA : "Amburadul dan Ngawur ... !!!  Memelihara dan memanjangkan jenggot itu perintah dan amalan Nabi SAW sebagaimana termaktub dalam Shahih Muslim Hadits ke 463 dan kitab Hadits lainnya. Faktanya Nabi SAW dan para Shahabat serta Ulama Salaf dan Khalaf yang terkenal cerdas dan brillian, banyak yang berjenggot dan memang mereka suka jenggot. Oh ... mungkin JIN lebih suka panjangkan Bulu Ketiak dan Bulu Kemaluan serta Bulu Dubur ?!"

2. JUBAH, SORBAN DAN 'IMAMAH

JIN : "Jubah, Sorban dan 'Imamah hanya adat Arab yang tidak perlu ditiru."

ASWAJA : "Amburadul dan Ngawur ... !!!  Jubah, Sorban dan 'Imamah itu pakaian Nabi SAW dan para Shahabat, serta telah menjadi pakaian khas Ulama Salaf dan Khalaf, sekaligus kini jadi identitas para Kyai, sehingga perlu ditiru. Yg tidak perlu ditiru adalah pakaian yang umbar aurat atau pakaian yang jadi identitas kekafiran dan kemusyrikan."

3. ASSALAAMU 'ALAIKUM

JIN : "Assalaamu 'Alaikum itu adat Arab, ganti saja dengan Salam Sejahtera sebagai ciri khas Nusantara."

ASWAJA : "Amburadul dan Ngawur ... !!!  Assalamu 'Alaikum itu ajaran Islam bukan adat Arab. Salam Masyarakat Arab sebelum Islam adalah "Wa Shobaahaah". Nah, setelah Islam mengajarkan "Assalamu 'Alaikum", baru kaum muslimin Arab menggunakannya sebagai Tahiyyatul Islam, sehingga berbeda dengan Salam Arab Kafir. Bahkan selanjutnya "Assalaamu 'Alaikum" digunakan oleh kaum muslimin di seluruh Dunia, apa pun suku bangsanya, sehingga berurat berakar menjadi budaya seluruh bangsa di Dunia, bukan di Arab saja. "

4. SELAMAT REMANG-REMANG

JIN : "Assalaamu 'Alaikum itu bahasa Arab, lebih baik diganti dengan bahasa yang dipahami masyarakat Nusantara, seperti Selamat Pagi atau Selamat Malam, sesuai dengan waktunya."

ASWAJA : "Amburadul dan Ngawur ...  !!!  Assalamu 'Alaikum itu termasuk Rukun Shalat yang tidak boleh diganti dengan bahasa apa pun selain bahasa Arab. Jika diganti, maka nantinya Salam Shalat Shubuh  jadi Selamat Pagi, dan Salam Shalat Zhuhur jadi Selamat Siang, serta Salam Shalat Ashar jadi Selamat Sore, lalu Salam Shalat Maghrib jadi Selamat Senja, kemudian Salam Shalat Isya jadi Selamat Malam. Adapun Salam Shalat Tahajjud jadi Selamat Remang-Remang, karena mau dibilang malam sudah lewat, dan mau dibilang pagi belum terang, jadi remang-remang."

5. JILBAB

JIN : "Jilbab itu pakaian wanita Arab, bukan ajaran Islam."

ASWAJA :"Amburadul dan Ngawur ... !!!  Jilbab itu kewajiban agama Islam, bukan adat Arab. Wanita Arab sebelum Islam tdk ada yg kenal Jilbab. Nah, setelah Islam mewajibkan Jilbab melalui QS.33.Al-Ahzaab : 59, baru para wanita Arab Muslimah memakai Jilbab, sehingga berbeda dengan wanita Arab Kafir."

6. TILAWAH LANGGAM DALANG

JIN : "Baca Al-Qur'an jangan pakai langgam Arab, tapi ganti dengan langgam kedaerahan di Nusantara."

ASWAJA : "Amburadul dan Ngawur ... !!! Al-Qur'an itu diturunkan dalam bahasa Arab, sehingga dibacanya harus dengan langgam Arab agar notasinya tepat. Lagi pula, jika  hari ini dibiarkan Al-Qur'an dibaca dengan langgam Dalang, maka esok Al-Qur'an akan dibaca dengan langgam Jaipongan dan Gambang Kromong, bahkan langgam Dangdut dan Rock 'n' Roll, serta langgam Blues dan Hip Hip, juga lainnya.

7. ISLAM NUSANTARA & ISLAM ARAB

JIN : "Islam Nusantara itu santun dan lembut, sedang Islam Arab itu radikal dan ekstrim."

ASWAJA : "Amburadul dan Ngawur ... !!!  Klasifikasi semrawut ... !!!  Parameternya tidak jelas ... !!! Nabi Muhammad itu Arab, Khulafa Rasyidin itu Arab, Ka'bah itu ada di Arab, Al-Qur'an dan Hadits pun bahasa Arab, bahkan kata "Nahdhotul Ulama" dan "Muhammadiyah" dari bahasa Arab, termasuk kalimat "Dewan Perwakilan Rakyat" dan "Majelis Permusyawaratan Rakyat" diambil dari bahasa Arab juga, jadi semua itu masuk yang mana : Islam Nusantara atau Islam Arab ???!!!

JIN, SETAN & ANUS

Jelas dan nyata sudah keamburadulan pola pikir dan kengawuran pendapat serta kesesatan Gerombolan JIN.

Oleh karenanya, mulai saat ini sebut saja mereka dengan istilah JEMAAT IBLIS NUSANTARA yang singkatannya tetap JIN, atau sebut saja SEKTE ALIRAN NUSANTARA yang disingkat dengan SETAN., atau pun sebut saja ALIRAN NUSANTARA yang disingkat dengan ANUS.

Intinya, jangan lagi sebut mereka dengan ISLAM, karena Islam tidak boleh disandingkan dengan terminologi apa pun yang tujuannya sesat menyesatkan.

Hasbunallaahu wa Ni'mal Wakiil ...

Ni'mal Maulaa wa Ni'man Nashiir ...

DIALOG JIN vs ASWAJA

Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... Jemaat Islam Nusantara (JIN) semakin hari semakin ngawur, dan ...

Kamis, 24 September 2015



Innaalillaahi wa innaa ilahi rooji’uun, dunia Islam kembali berduka. Musibah pada jamaah Haji kembali terjadi. Kali ini musibah terjadi di Mina. Ratusan orang meninggal dunia serta terluka akibat terinjak-injak ketika berjalan menuju tempat lontar jumrah di antara tenda-tenda di Mina, Kamis (24/09).

Tercatat ada 717 jamaah Haji meninggal dunia dan 863 jamaah yang terluka. Diantara para korban terdapat 4 orang berasal dari Indonesia. 3 meninggal dunia, dan 1 orang kritis.

Terkait hal ini, Raja Salman langsung menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas tragedi itu. Pemimpin tertinggi Arab Saudi itu segera memerintahkan aparat berwenang untuk meninjau manajemen haji.

”Kami telah menginstruksikan pihak berwenang untuk meninjau operasi untuk meningkatkan perbaikan di tingkat organisasi dan manajemen untuk memastikan bahwa para tamu Tuhan melakukan ritual yang nyaman dan mudah,” kata Raja Salman, seperti dikutip Reuters, Jumat (25/9/2015).

PENYEBAB

Sementara itu, beredar beberapa spekulasi terkait penyebab terjadinya musibah ini. Spekulasi pertama karena adanya sekelompok jamaah yang tiba-tiba berhenti sehingga terjadi penumpukan dan desak-desakan.

Lain lagi versi pemerintah Iran. Kepala Organisasi Haji Iran, Said Ohadi menuduh penutupan beberapa jalur di Mina menjadi penyebab utama tragedi di wilayah tersebut. Ohadi menuturkan, dari lima jalur yang ada, hanya tiga yang dibuka.
  
Dirinya menutut pemerintah Arab Saudi untuk bertangung jawab atas insiden ini. ”Insiden hari ini menunjukkan salah urus dan kurangnya perhatian serius terhadap keselamatan jamaah. Tidak ada penjelasan lain. Para pejabat Saudi harus bertanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Menteri Kesehatan Arab Saudi, Khalid al Falih, musibah Mina terjadi karena banyak jamaah haji yang tidak memperhatikan jadwal waktu pelaksanaan rukun haji. Dia menjelaskan bahwa pihak berwenang telah membuat jadwal waktu giliran pelaksanaan rukun haji untuk menghindari terjadinya musibah.

KORBAN WNI

Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Riyadh, Sunarko mengatakan, Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tragedi Mina bertambah menjadi empat orang. Tiga diantaranya meninggal dunia, dan satu orang lainnya sedang kondisi kritis.

Sunako menuturkan, informasi mengenai identitas dan kondisi korban didapatkan setelah dirinya dan Menteri Agama dan Dirjen Haji melakukan kunjungan ke rumah sakit al-Jisr di Mina, yang diduga menjadi tempat dirawat atau disemayamkannya WNI yang jadi korban dalam insiden tersebut.

"Sampai pukul 16:00 waktu Arab Saudi, dapat diidentifikasi tiga WNI jemaah haji meninggal akibat musibah Mina, yaitu: (1) Hamid Atuwi (laki laki) asal Surabaya (2) Saiyah (perempuan) asal Batam (3) jemaah laki laki yang belum diketahui namanya, karena tidak ada gelang identitas di tangan, namun diketahui berasal dari Probolinggo," ucap Sunarko.

"Data Korban tersebut sedang di cek lebih lanjut di data haji. Sementara itu satu orang korban lagi dalam kondisi serius dan saat ini dirawat di RS Annur Mekkah," sambungnya, Kamis (24/9/2015).

TA’ZIYAH

Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Muhammad Rizieq menyampaikan menyampaikan Ta'ziyah :

A'zhomallaahu Ajrokum wa Ahsanallaahu 'Azaakum wa Ghofarallaahu Li Amwaatikum wa Qodzafallaahu Fii Quluubikum Shobron Jamiilan ...

Allahummaghfir Lahum warhamhum wa 'Aafihim wa'fu 'anhum wa Akrim Nuzuulahum wa Wassi' Madkholahum ...

Allahumma Taqobbal minhum Jamii'a Shoolihaatihim wa Tajaawaz 'anhum Jamii'a Sayyi-aatihim ...

Waj'alhum Min Ahlil Khoir ...  wajma'hum ma'a Jamii'i Ahlil Khoir ... wab'atshum fii Zumroti Ahlil Khoir ... wa Anzil 'alaihim Kulla Khoir ... wadfa' 'anhum Kulla Dhoir ...

Bi Haqqi Sayyidinaa Muhammadin Imaami Ahlil Khoir ...


Wa Bi Sirril Faatihah ...

Yaa Rabb ... !!!

Innaalillaahi wa innaa ilahi rooji’uun, dunia Islam kembali berduka. Musibah pada jamaah Haji kembali terjadi. Kali ini musibah terjadi di M...

Senin, 21 September 2015



Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...

QS.7.Al-A'raaf : 54 dan QS.10.Yunus : 3 dengan jelas menginformasikan bahwa Alam Semesta diciptakan oleh Allah SWT dalam waktu ENAM HARI :

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ 

"Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam ENAM HARI."

Tentu saja, Allah SWT Maha Kuasa untuk menciptakan Alam Semesta dalam waktu sangat cepat dan singkat. Jangankan enam hari, dalam waktu lebih cepat dari kejapan mata pun Allah SWT mampu melakukannya, sebagaimana firman-Nya dalam QS.46.Yaasiin ayat 82 :

إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَن يَقُولَ لَهُ كُن فَيَكُونُ

"Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia."

Namun, dalam banyak kejadian, Allah SWT menciptakan aneka makhluq-Nya, termasuk Alam Semesta, melalui proses pembentukan, pertumbuhan dan perkembangan setahap demi setahap, agar mudah dicerna akal manusia saat Tadabbur dan Tafakkur tentang aneka ciptaan-Nya. Itulah yang disebut SUNNATULLAH

Hanya saja yang jadi pertanyaan : Apa yang dimaksud dengan ENAM HARI ?

MAKNA HARI

Dalam hitungan manusia di atas muka Bumi bahwasanya SEHARI sama dengan 24 jam.

Namun dalam hitungan lain, ada SEHARI yang sama dengan SERIBU TAHUN BUMI, sebagaimana Firman-Nya dalam QS.32.As-Sajdah ayat 5 dan QS.22.Al-Hajj ayat 47. 

Selain itu, ada juga SEHARI sama dengan LIMA PULUH RIBU TAHUN BUMI, sebagaimana Firman-Nya dalam QS.70.Al-Ma'aarij ayat 4.

Ketiga ayat tersebut bukan hanya merupakan Isyarat Ilmiah tentang KECEPATAN CAHAYA dan KECEPATAN MALAIKAT serta ALAM SEHARI SERIBU TAHUN, sebagaimana telah dipaparkan dalam beberapa artikel yang lalu, melainkan juga merupakan Isyarat Ilmiah tentang KERAGAMAN MAKNA HARI.

ENAM HARI

Dengan demikian, ada beberapa makna untuk ENAM HARI, yaitu :

1. ENAM HARI = 6 x 24 jam = 144 jam.

2. ENAM HARI = 6 x 1.000 Tahun Bumi = 6.000 TAHUN BUMI.

3. ENAM HARI = 6 x 50.000 Tahun Bumi = 300.000 TAHUN BUMI

Atau mungkin yang dimaksud dengan ENAM HARI bukan makna hakiki dalam artian enam waktu, melainkan merupakan isyarat untuk masa yang sangt panjang dan amat lama ... ?!

SAINS MODERN

Para AHLI ASTRO FISIKA menyatakan bahwa KOSMOS (Alam Semesta / Jagad Raya) yang merupakan himpunan dari Jutaan Galaksi, yang setiap Galaksi menghimpun Milyaran Bintang, diperkirakan telah berumur 15 Milyar tahun, sedang Sistem Tata Surya diperkirakan berusia 5 Milyar tahun.

Perkiraan tersebut berdasarkan perhitungan data-data tentang Proses Perpadatan (Kondensasi) dan Proses Pengecilan Kumpulan Gas Primitif (Nebula Primer) yang beredar di Alam Semesta.

Kemudian Proses Ledakan dahsyatnya (Big Bang) yang menimbulkan pecahan berupa potongan-potongan benda keras, selanjutnya masuk dalam Proses Pembentukan berbagai BENDA LANGIT di Alam Semesta.

KESIMPULAN

Dengan demikian, Sains Modern menyatakan bahwasanya Alam Semesta yang begitu luas dan menakjubkan, dengan jumlah jutaan Galaksi dan Milyaran Bintang, serta memiliki sistem yang sangat teratur dan teramat indah, sesungguhnya terjadi melalui PROSES YANG SANGAT PANJANG dan AMAT LAMA.

Nah, inilah rahasianya bahwa Al-Qur'an menyebutlan Proses Penciptaan Alam Semesta dalam tempo ENAM HARI tanpa menetapkan maksud HARI pada makna tertentu. Satu Hari dalam Al-Qur'an ada sama dengan 1 x 24 jam, dan ada juga berarti 1.000 tahun, bahkan ada pula bermakna 50.000 tahun. Dan tidak menutup kemungkinan lebih lama dari itu semua.

Itulah karenanya, banyak Ulama Tafsir Kontemporer, mengartikan ENAM HARI dalam Penciptaan Alam Semesta dengan ENAM MASA atau ENAM PERIODE tanpa menyebutkan jumlah waktu dalam bentuk hitungan tertentu, sehingga tidak bertentangan dengan SUNNATULLAH PENCIPTAAN yang melalui proses dan tahapan serta perkembangannya, sebagaimana penciptaan Manusia yang juga melalui proses dan pertumbuhan.

Subhaanallaah, Teori mau pun Fakta Ilmiah dalam Sains Modern yang mengungkap Proses Panjang Penciptaan Alam Semesat, ternyata seiring dan sejalan dengan Isyarat Ilmiah Al-Qur'an yang telah mengisyaratkannya sejak 15 abad yang lalu.

Subhaanallaahi wal Hamdulillaahi wa Laa ilaaha illallaahu Wallaahu Akbar ...

Mu'jizat Ilmiah Al-Qur'an 7 : Masa Penciptaan Alam Semesta

Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ... QS.7.Al-A'raaf : 54 dan QS.10.Yunus : 3 dengan jelas mengi...

Minggu, 20 September 2015



Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ....

Dalam QS.22.Al-Hajj ayat 47, Allah SWT menginformasikan bahwasanya ada suatu tempat (alam) yang sehari disana sama dengan seribu tahun di Bumi :

وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

"Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu."

PERBEDAAN USIA TAHUN ANTAR PLANET

Dalam Tata Surya, aneka planet berputar pada porosnya masing-masing dan beredar di orbitnya mengelilingi Matahari, serta masing-masing memiliki besaran bentuk dan kecepatan gerak yang berbeda-berbeda, ditambah jarak tiap planet dari Matahari pun juga beragam, sehingga jumlah hari dalam setahun di tiap-tiap planet pun tidak sama,

Berikut Data dan Fakta Ilmiah tiap-tiap planet secara berurut dari yang terdekat dengan Matahari hingga terjauh sepanjang tang sudah ditemukan manusia, yaitu sebagai berikut :

1. MERKURIUS dengan jarak dari Matahari 58 juta Km memiliki jumlah hari dalam setahun 88 hari = 0,241 Tahun BUMI.

2. VENUS dengan jarak dari Matahari 108 juta Km memiliki jumlah hari dalam setahun 225 hari = 0,616 Tahun BUMI.

3. BUMI dengan jarak dari Matahari 150 juta Km memiliki jumlah hari dalam setahun 365 hari = 1 Tahun BUMI.

4. MARS dengan jarak dari Matahari 228 juta Km memiliki jumlah hari dalam setahun 687 hari = 1, 882 Tahun BUMI.

5. YUPITER dengan jarak dari Matahari 778 juta Km memiliki jumlah hari dalam setahun 4.343 hari = 11, 898 Tahun BUMI.

6. SATURNUS dengan jarak dari Matahari 1.427 juta Km memiliki jumlah hari dalam setahun 10.767 hari = 29, 498 Tahun BUMI.

7. URANUS dengan jarak dari Matahari 2.870 juta Km memiliki jumlah hari dalam setahun 30.660 hari = 84 Tahun BUMI.

8. NEPTUNUS dengan jarak dari Matahari 4.497 juta Km memiliki jumlah hari dalam setahun 60.275 hari = 165, 136 Tahun BUMI.

9. PLUTO dengan jarak dari Matahari 5.900 juta Km memiliki jumlah hari dalam setahun 90.502 = 247, 950 Tahun BUMI.



KESIMPULAN

Jika dalam Tata Surya telah didapatkan fakta adanya aneka planet yang setahun disana ada yang sama dengan 84 tahun Bumi, dan ada juga yang sama dengan 165 tahun Bumi, serta ada pula yang sama dengan 247 tahun Bumi, maka tidak menutup kemungkinan bahwa di alam semesta ini ada suatu tempat yang setahunnya jauh lebih lama lagi.

Dengan demikian isyarat ilmiah Al-Qur'an tentang adanya alam yang seharinya sama dengan seribu tahun Bumi bukan hal yang mustahil.


Subhaanallaahi wal Hamdulillaahi wa Laa ilaaha illallaahu Wallaahu Akbar ...

Mu'jizat Ilmiah Al-Qur'an 6 : Alam Sehari Seribu Tahun

Bismillaah wal Hamdulillaah ... Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah .... Dalam QS.22.Al-Hajj ayat 47, Allah SWT menginformasikan bahwa...

 

© 2015 - Distributed By Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile